Cacatan Kecil 2017

Alooo teman-teman… Apa kabarnya nih? Ngga berasa ya kita sudah berada di hari terakhir tahun 2017. Waktu berjalan terasa cepat. Beberapa jam lagi kita sudah berada di tahun 2018. Semoga pada tahun 2018 kita semua diberi limpahan rahmat dan kasih sayang Allah, kucuran hidayah dan rezki semoga selalu tercurah pada kita semua. Dan juga selalu dibrikan kesehatan oleh Allah SWT, Aamiin.

Well…, saya hanya mau cerita sedikit saja tentang perjalanan kehidupan saya selama satu tahun ini.

Bagi saya tahun 2017 adalah tahun yang sangat berat dan sulit dalam rentang waktu 12 tahun-an ini. Belum pernah saya merasakan masa-masa yang sesulit ini. Pekerjaan saya lagi kurang bagus banget. Ngajar les kaya pelajaran sekolah lagi kurang, ngga banyak kaya tahun sebelumnya. Begitu juga murid yang belajar bahasa Korea atau orang korea yang belajar bahasa Indonesia. Benar-benar lagi tiris banget.

Jadi pada tahun 2015 sangat banyak tawaran ngajar orang Korea yang belajar bahasa Indonesia. Cukup banyaklah, yang kalau saya ambil penghasilan saya lumayan banget buat ditabung. Tapi waktunya ngga pas. Mereka mintanya pas berbarengan dengan waktu murid-murid saya yang les pelajaran sekolah. Akhirnya saya menolak mereka karena prioritas saya adalah murid-murid les yang sudah lama bersama mereka.

Dan pada tahun 2016, ketika saya berniat mau serius mau ngajar orang korea bahasa Indonesia. Saya mulai mengurangai jadwal les pelajaran. Tapi, eh, tawaran berkurang. Malah jarang tawaran datang ke saya. Saya akhirnyapun kembali mengajar les pelajaran sekolah. Saya harus realistis. Ngajar les pelajaran sekolah lebih terlihat di depan mata. Meski pendapatannya jauh di bawah ngajar bahasa korea atau bahasa indonesia buat orang korea. Ditambah lagi sepertiga uang les terkuras buat ojek, kalau ngajar pelajaran sekolah. Tapi ngga apa-apalah, hehehe. Bismilah dan wasyukurilah aja mah saya.

Tahun 2017 benar-benar bikin saya kelimpungan. Kelimpungan banget. Pemasukan segitu aja (malah lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya) tetapi pengeluaran jauh lebih besar, Istilahnya besar pasak dari pada tiang, hahaha. Bukan karena saya boros kalau pegang uang tapi memang ada kebutuhan yang tiba-tiba lebih besar dari biasanya. Saya tidak hanya kelimpungan, bahkan oleng parah. Untung saja tidak nyungsep, hahaha. Tapi kenyataanya di akhir tahun saya benar-benar nyungsep banget… 😦

Saking kelimpunganya saya, saking oleng nya saya, saking nyungsepnya saya menjelang akhir tahun, saya seringkali harus gali lobang tutup lobang. Eh nggga ding itu kurang tepat perumpamaannya. Malah yang tepat adalah gali lobang tutup lurah. Lurah dalam bahasa padang artinya jurang tapi skala mini. Ngga jurang juga sih tapi berupa area sempit atau aliran air diantara dua tebing. Nah seperti itulah kira-kira. Kebayangkan gali lobang tutup lurah? 😛 *eh ini serius loohh.

Pekerjaan yang ngedrop berakibat pada keuangan yang ngedrop. Keuangan saya benar-benar berantakan. Apalagi saya di Jakarta ngga tinggal di rumah kos-kosan, musti bayar tiap bulan kan. Meskipun saya melakukan pengiritan super ketat dalam hidup saya, tetap bisa memenuhi biaya hidup saya sebulan. Ibarat kata kondisi ngedropnya kerjaan dan keuangan saya kaya batu yang dicemplungin ke air. Batunya langsung nyungsep ke dasar air.

Naah, trus mengenai kesehatan, kesehatan saya juga sering ngedrop di tahun 2017. Saya sering diserang pusing kepala yang kuar biasa, pundak berasa berat banget, kaku, kaya habis memikul bebatuan sekarung goni. Tekanan darah saya sering naik dan sudah berada di ambang sangat tinggi untuk ukuran normalnya. Beberapa kali berasa hampir pingsan, bahkan di jalanan. Dan mungkin itu juga penyebab yang membuat saya pingsan di guesthouse atau homestay di Batu, Malang ketika jalan ke Bromo akhir September kemaren.

Saya pikir ini ada hubungannya ngedropnya kesehatan saya dengan pekerjaan saya yang juga lagi ngedropnya kaya batu dicemplungin ke dalam air ini. Pekerjaan yang kurang bagus berimbas pada pendapatan yang kurang memadai untuk biaya hidup sebulan, padahal saya bukan orang yang boros. Akibatnya otak saya harus mikir berat untuk mencari jalan gimana caranya supaya saya bertahan ‘hidup’ di Jakarta, dengan segala kebutuhannya. Dan akhirannnya saya sering banget merasa lelaah yang luar biasa dengan kehidupan saya dan membuat saya capek banget, capek lahir batin.

Tapi apapun itu, meski secara materi saya morat-maritnya ancur-ancuran, dan bahkan membuat kesehatan saya ngedrop, parah juga saya berusaha untuk selalu bersyukur atas semua yang saya peroleh. Saya selalu mencoba menjadi orang yang bersyukur. Bersyukur dengan segala apa yang saya hadapi. Karena itulah salah satu jalan yang harus saya lakukan. Saya selalu berkata pada diri saya, bahwa Allah sangat sayang pada saya. Allah mencintai saya, dan Allah tau bahwa saya mampu melewati semua ini.

Kenapa? Karena Allah tidak akan membebani hambaNya melewati kemampuannya. Dan Insya Allah saya dimampukan Allah untuk itu. Dan juga saya saya percaya firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 2 : Lain syakartum laaziidannakum, walainkafatum inna ‘adza bii lasyadiid”, yang artinya “barang siapa yang bersyukur makan akan Kami tambahkan nikmatnya.  Jadi yang harus saya lakukan sekarang adalah memperbanyak bersyukur meski kadang-kadang hati terasa ingkar. Tetapi semuanya saya harus kembali perbanyak bersyukur lagi.  Alhamdulillah ya Allah.

Jujur saja saya takut mengalami yang namanya futur iman. Sebenarnya sudah mengalami sih futur iman ini. Karena saya berperang dengan batin saya, sampai-sampai saya berpikir kenapa ya orang yang ngga shalat, jauh dari Allah hidupnya kok ya enak-enak aja. Sementara saya selalu mencoba untuk tidak meninggalkan Dia, mencoba untuk selalu shalat, shalat dhuha atau rawatib setiap hari. Dan juga mencoba mengaji setiap hari, walaupun tidak banyak. Tapi kenapa hidup saya masih masih kaya gini kaya gini aja?

Kenapa orang yang jauh dari Allah, ngga shalat (wajib aja ngga apalagi sunnah), menjalani hidup ‘bebas’, tapi hidupnya demikian enak? Ngga saya sangkal pinkiran tersebut kadang-kadang melintas di depan saya, walaupun saya tau Istidraj juga merupakan ujian dari Allah. Maka saya pun langsung seperti ‘ditampar’ lagi, bahwa setiap orang bakal diuji oleh Allah. Ada yang diuji dengan kesusahan, dan ada juga dengan cara istidraj. Dan saya harus tetap selalu berhusnudzan pada Allah, bahwa Allah sangat sayang sama saya, Allah tau bahwa saya sanggup melewati ini semua.

Tapi, meskipun finansialku ancuran-ancuran tahun ini, paling ngga Alhamdulillah-nya tahun 2017 ini saya bisa dua kali traveling 2 kali (2 kali aja udah senang ya saya, hahaha. Padahal orang mah tiap bulan jalan-jalan 😛 ). Meskipun jalan-jalannya diajakin mulu, bukan karena demampua sendiri. Pertama ke Bali, diajakin kakak angkat saya pas libur lebaran kemaren. Di sana kami liburan selama seminggu. Alhamdulillah kan.

Pada minggu ke tiga bulan September, saya juga diajakin teman saya ke Bromo. Alhamdulillah juga kan ya, bisa jalan ke Bromo lagi meski ongkosnya dibayarin teman saya sahabat saya. Tanpa ajakan kakak dan teman saya, saya ngga jalan-jalan tahun ini seperti halnya tahun 2016, yang hanya libur lebaran saja di rumah. Jadi saya harus perbanyak bersyukur pada Arrazaq, Sang Pemberi Rezki. Alhamdulillah.

Saya berharap dan berdoa kepada Allah supaya saya selalu dikuatkan, supaya saya tidak pernah menyerah dengan kehidupan ini. Saya juga berdoa supaya selalu dilindungi dalam kasih sayangNya, dalam rahmat dan hidayahNya. Dan juga supaya saya selalu menjadi hamba yang bersyukur padaNya.

Dan yang musti saya lakukan adalah supaya saya berkeyakinan bahwa di tahun depan, tahun 2018, Insya Allah menjadi tahun yang lebih baik buat kehidupan saya, kesehatan saya, dan juga keluarga besar saya. Juga apa yang saya cita-citakan tercapai. Aamiin ya Allah. Demikian juga halnya buat sahabat saya semuanya. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s