Hari Ketiga Trip Bali, Hanya Bengong Aja

Pantai Dreamland Bali

Hari ketiga di Bali, saya tidak mengagendakan pergi ke mana-mana. Karena hari ini ada lomba sempoa tingkat nasional. Untuk acara lomba sempoa inilah sebenarnya kami jalan ke Bali. Jam 7 an kami sudah berangkat ke hotel tempat pelaksanaan lomba sempoa. Hotelnya berada di jalan Sunset Road kalau ngga salah.

Asli, seharian saya mati gaya di hotel. Yang namanya acara lomba tingkat nasional, pesertanya pasti banyak banget. Mungkin mencapai seribuan orang. Ditambah lagi pengantar, guru dan juga panitia acara. Apalagi peserta dari luar negeri juga banyak.

Di lapangan tersebut terjadi ‘perang’ suara. Suara panitia yang ‘berteriak’ kencang lewat mikropon riuh bersaing dengan suara-suara para guru atau ketua rombongan yang memanggil murid-murid mereka supaya berkumpul dan kemudian mengambil foto bersama.

Para orangtua pun tidak ketinggalan. Mereka berteriak memanggil anaknya supaya melihat ke arah mereka. Padahal anak-anak mereka sedang diarahkan guru atau fotografer tim mereka untuk fokus foto bersama. Para orangtua yang ingin anaknya melihat dan juga fokus pada kamera henponnya ini hendak narsis setelah selesai berfoto; mengaplod foto mereka di sosial media. Rempong kan ya.

Belum lagi ya, ketika berfoto bersama rombongan anak, guru dan orangtua, para orangtua makin heboh. Mereka berebutan minta tolong supaya yang memotoin mereka pake kamera atau hape masing-masing. Apa salahnya sih pakai kamera atau hape orangtua lainnya saja, yang penting masih serombongan? Nanti kan bisa saling share foto tersebut.

Saya yang penyuka sepi dan ketenangan asli ngga nyaman banget berada di sana. Terlalu berisik bagi saya. Rasanya pengen kabur tapi kan ngga bisa. Saya kan harus berada di sana menemani kakak saya. Di sana saya ganti profesi menjadi tukang foto. Karena saya ngga suka difoto maka saya jadi tukang foto aja. Jadi harus tetap di sana meski itu sangat melelahkan jiwa dan raga saya, hahaha.

Untungnya panitia kemudian mendirikan tenda. Di bawah tenda kemudian digelar bekas spanduk dari plastik. Jadi para pengunjung bisa duduk istirahat di sana. Ngga terlalu capek berdiri terus. Bahkan pas pada saat sepi pengunjung saat jam makan siang (banyak pengunjung yang pergi nyari makanan), saya bisa istirahat sembari rebahan kaya orang-orang lainnya. Untuk makan siang kami, kami sengaja bawa nasi dan lauk, hehehe. Daripada jalan ke luar area hotel, mending bawa dari awal.

Selesai acara, hari sudah sore. Kami terpaksa jalan ke luar area hotel. Taksi penuh mulu karena memang ramai pengunjung. Di rapatan jalan ada outlet Sushi Tei. Kami bermaksud makan di sana, tetapi tidak jadi karena kata mba dan mas-nya di sana ada menu yang tidak halas. Ya sutralah keluar saja dari sana, hahahaha.

Kami akhirnya menunggu temannya si Uni yang tinggal di Bali, entah di Gianyar entah di Jimbaran, saya lupa. Teman Uni ini namanya Mba Ulfa. Dia orang Jogja yang sempat tinggal beberapa tahun di Solok. Dan sekarang mengikuti suaminya dinas di Bali. Mereka mengajak kami muter-muter ke Mall Bali Galeria untuk makan sore (sekalian makan malam).

Dan setelah itu jalan ke pusat oleh-oleh Krisna di Kuta. Setelah itu selesai. Hanya itu kegiatan kami hari ke 3 di Kuta Bali, hahaha. Alhamdulillah.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s