Mendung Menggantung di Tanah Lot, Bali

Hujan masih turun ketika kami keluar dari area wisata hutan Alas Kedaton, tempat melihat sekumpulan monyet-monyet. Kami melanjutkan perjalanan ke objek wisata yang sangat terkenal di Bali, Tanah Lot. Mungkin setiap wisatawan yang jalan-jalan ke Bali, wajib mengunjungi Tanah Lot ini. Katanya nggak afdhal jalan-jalan ke Bali kalau tidak ke Tanah Lot, hehehe.

Cuaca Tanah Lot mendung, tidak cerah. Awan kelabu masih menggantung menutupi sinar matahari sore, sehingga tidak akan terlihat sunset yang indah yang turun ke ke orizon sana. Jangankan cuaca yang cerah, malah gerimis sempat menyirami bumi. Tapi itu tidak mengurangi semangat ribuan pengunjung yang memadati area wisata Tanah Lot.

Tarif tiket masuk objek wisata Tanah Lot, 20 ribu per orang dewasa. Tarif tiket anak-anak 15 ribu per orang. Parkir mobilnya saya lupa berapa.Kayanya 10 ribu deh. Kami masuk dari pintu masuk yang dekat dengan karang bolong. Ada panggung sebuah acara di sana yang juga disaksikan oleh banyak orang.

Kami menyusuri jalan setapak yang berada di pinggir tebing dengan santai. Debur ombak yang bergemuruh terdengar terhempas menghantam karang. Kami tiba di pura kecil yang berada di pinggir tebing  di sebuah tanjung. Beberapa meter di samping pura ini menjadi tempat terbaik untuk orang berfoto dengan latar belakang Pura Tanah lot.

Dulu waktu saya pertama kali ke sini, area di belakang pura yang berada persis di ujung tanjung kecil, menjadi tempat terbaik untuk mengambil foto dengan latar belakang Pura Tanah Lot. Tapi sekarang area tersebut sudah ditutup. Mungkin karena area tersebut terlalu kecil dan langsung berbatasan dengan pinggir tebing karang sehingga menjadi sangat tidak aman kalau tidak hati-hati banget. Dan mungkin itu pula sebabnya tebing karang tersebut ditutup sewaktu kami datang.

Kami terus menyusuri jalan di pinggir tebing yang mulai menurun. Di bagian kiri ujung jalan tersebut merupakan tangga pintu masuk lain ke dalam area Tanah Lot. Sedangkan di ujung kanan jalan tersebut adalah tangga turun menuju pantai karang dan Pura Tanah Lot.

Saat itu, air laut sedang pasang surut. Pura  Tanah Lot dan tepi pantai menjadi satu daratan. Bagian dasar area yang saat itu tidak tertutupi air laut adalah karang-karang tajam. Selain berupa dasar berbentuk karang, permukaannya juga ber-relif seperti hal-nya bukit dan jurang, tapi dalam skala kecil. Jadi kita musti hati hati-hati sekali kita berjalan di sana.

Pengunjung Tanah Lot luar biasa ramai. Baik pengunjung domestik maupun pengunjung asing. Pengunjung banyak yang turun ke karang pura Tanah Lot. Tetapi pengunjung tidak boleh naik ke karang tempat pura tersebut berada. Pengunjung tampak asyik berfoto ria. Ada yang difotoin, ada juga berselfi ria. Ombak menghantam karang dan meninggalkan buih di pinggir karang.

Mendung masih menggantung di langit, sehingga tidak ada sedikitpun terlihat tanda-tanda bakal ada sunset yang menggantung di ufuk barat sana. Serius, dalam cuaca yang mendung seperti ini, dan air laut di Tanah Lot yang sedang pasang surut, membuat Tanah Lot terlihat biasa-biasa saja. Tidak seistimewa foto-foto atau gambar yang saya lihat sebelum-sebelumnya.

Di dalam foto yang saya lihat media manapun, Tanah Lot tampak eksotik. Foto perpaduan Pura Tanah Lot terpisah dari daratan karena air laut pasang naik, dengan matahari senja menyinari Tanah Lot membuat pemandangan Tanah Lot tampak luar biasa indah. Tapi pas saya datang ke sana kemarin, air laut pasang surut dan mendung yang membuat sang surya tidak berani menampakan wajahnya. Jadi, Anda belum beruntung ya Firsty, hehehe.

Kami keluar dari area taman Pura Tanah Lot. Yang namanya kakak saya, ngga afdhal kalau jalan-jalan nggak belanja blenji di kios-kios souvenir. Hampir tiap kios dimasuki kakak saya. Dan kalau dipikir-pikir, alokasi waktu di kios-kios wisata malah sama lamanya dengan di tempat wisata utamanya di Tanah Lot. Bahkan mungkin bisa lebih, hahaha.

Tapi yang pasti setelah menemani kakak saya belanja belenji dan membandingkan harga barang-barang sovenir di kios-kios di Tanah Lot dengan kios-kios di tempat lain, harga di sini lebih murah. Apalagi kalau dibandingkan dengan kios-kios di Kuta atau di toko souvenir besar seperti Krisna, lebih enakan belanja di sini hehehe.

Advertisements

2 comments

  1. […] ketika besoknya kami jalan ke Danau Bratan Bedugul, Hutan Alas Roban dan ke Pura Tanah Lot. Karena ngga jadi bawa mejik kom, kami makan di rumah makan untuk makan siang dan makan malam. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s