Hutan Alas Kedaton : Salah Satu Hutan Wisata Monyet di Bali

Masih cerita hari kedua tentang jalan-jalan ke Bali. Tadinya mau dibuat satu postingan per hari, eh ternyata kepanjangan. Makanya bikinnya terpisah aja, hehehe.

Kami segera balik dari Pura Ulun Danu Danau Bratan Bedugul. Tujuan berikutnya adalah ke Tanah Lot. Awalnya kami mau ke Jatiluwih dulu, sekadar mampir melihat persawahan yang berundak-undak di sana. Tapi karena hari hujan, deras pula, kami tidak jadi ke Jatiluwih, jadinya lamgsung saja meneruskan perjalanan ke Tanah Lot.

Kata Mas Afif yang jadi driver kami, ada pilihan lain sembari lewat ke Tanah Lot. Namanya ke Hutan Alas Kedaton. Di sana katanya tempat liat-liat monyet yang hidup bergerombolan. Saya sih tidak tertarik, karena menurut saya dimana saja monyet sama saja deh, hehehe.. Tapi karena kakak saya tertarik, maka kami pun akhirnya ke sana.

Begitu tiba di parkiran Hutan Alas Kedaton, parkirannya tampak sepi banget, hanya ada satu mobil pengunjung yang parkir. Kios-kios souvenir juga terlihat banyak yang tutup.Saya sebenarnya makin tidak semangat. tapi kakak saya sangat bersemangat.

Pas turun dari mobil, ada ibu-ibu petugas yang langsung nyamperin saya. Dia menanyakan berapa jumlah kami dan memberikan payung 4 buah, karena rombongan saya berempat. Saya langsung ngeh, ini pasti guide-nya. Dan kalau dipikir-pikir ngga mungkin juga kami jalan sendiri ke dalam sendirian tanpa ditemani guide-nya.

Saya menanyakan ke ibunya berapa harga tiketnya dan juga berapa biaya panduannya. Dia jawab, harga tiketnya 10 ribu dan dan biaya panduannya terserah mba-nya saja. Okelah sip. Guide dan payung, sepaket. Karena kami memang tidak membawa payung.

Sebenarnya bagi saya tidak ada apa-apa yang bisa dilihat selain melihat sekitar belasan ekor monyet yang bergerombol. Dan pengunjung yang ada selain kami ketika sudah masuk ‘hutan’ juga hanya ada dua orang. Mas-mas kemayu ganteng yang kayanya juga datang dari Jakarta. Mereka asyik berfoto dengan monyet-monyet tersebut. Pengen foto sama ‘saudara tua ya, Mas? hehehe.

Rute area yang dikelilingi alhamdulillahnya juga tidak panjang. Mungkin hanya sekitar 200 meter saja. Itu juga sudah maksimal dan dan dengan rute jalan yang melingkar. Tapi bagus juga sih rutenya tidak panjang, jadi ngga jauh-jauh juga kami berjalan, hehehe.

Tapi ya, walaupun saya tidak terlalu tertarik dengan tempat wisata ini, melihat monyet yang menggondong bayinya tampak lucu juga. Anak monyet yang sedang digendong induknya yang lucu maksudnya. Induknya tampak melindungi anaknya.

Saya jadi berpikir, meskipun itu hewan, yang namanya induk tetap induk ya, pasti sayang sama anaknya. Apalagi manusia, seorang ibu tetaplah ibu yang sangat menyayangi anaknya. Dan kalau ada ibu yang tega menyiksa bahkan sampai membunuh anaknya, rasanya prilakunya lebih rendah dari hewan. Uuupss.

Setelah kami berjalan sekitar 150 m, maka tour selesai, hehehe. Berapa lama tour keliling hutam melihat monyet-monyet tersebut? Tournya ngga lama kok. Ngga sampai setengah jam. Lama tournya mungkin maksimal hanya 14 – 20 menit saja, tour selesai.

Begitu tour selesai, kami dibawa ke kios souvenir yang iya jaga. Tapi sayang, harga baju-bajunya di sana sangat mahal bila dibandingkan dengan baju-baju yang tadi dibeli kakakku di Danau Bratan. Jadinya tidak ada satupun baju yang dibeli kakakku. Kasian juga sih. Tapi mau gimana lagi, karena harga yang sangat mahal untuk baju yang sejenis.

Ketika kami sudah pergi dari sana, Mas Afif bilang, tempat wisata hutan alas kedaton tersebut dikelola oleh masyarakat desa adat. Jadi semua kios-kios tersebut yang punya warga desa di sana, dan yang menjadi penjaga juga warga desa di sana. Salut dengan mbali yang sudah sangat sadar wisata. Pemandu tersebut juga memakai seragam jadi terkesan profesional.

Hujan masih cukup deras ketika kami meninggalkan Hutan Alas Kedaton. Kami berharap supaya setiba di Tanah Lot sudah tidak hujan lagi karena selain tidak membawa payung, kan sayang juga sudah tiba di pantai eh pemandangannya redup karena hujan, hehehe.

Advertisements

One comment

  1. […] ketika besoknya kami jalan ke Danau Bratan Bedugul, Hutan Alas Roban dan ke Pura Tanah Lot. Karena ngga jadi bawa mejik kom, kami makan di rumah makan untuk makan siang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s