Hotel City Inn, Jalan Sultan, China Town, Kuala Lumpur.

Hotel City Inn ini adalah hotel tempat saya menginap sewaktu kami jalan ke Kuala Lumpur. Lokasi hotel ini berada di China Town, pusat kota Kuala Lumpur. Hotel ini dekat dengan Central Market dan stasiun Pasar Seni Kuala Lumpur. Dan bahkan hanya berjarak kurang dari 100 m dari jalan Petaling yang kesohor itu

Kami menemukan penginapan ini setelah kami melewati malam yang melelahkan (bahkan sangat melelahkan) setelah seharian jalan muter-muter kelilingi pusat wisata Malaka. Tau sendiri wisata Malaka bisa dibilang full jalan kaki. Dan juga setelah buru-buru geret-geret koper menghindari soper taksi odong-odong yang hendak scam kami saat hendak ke terminal Malaka, hehehe.

Kami juga harus geret-geret koper di terminal Bandar Tasik Selatan. Juga di stasiun Mesjid Jamek KL yang antar jalurnya jauuh banget yang musti turun tangga dengan anak yang banyak. Habis itu nantinya turun lagi di stasiun Pasar Seni dan geret-geret badan lagi sampai ke jalan Sultan, trus ke jalan Panggong yang ujungnya adalah penginapan tempat awal rencana kami nginap.

Dan, ketika tiba di penginapan ternyata ada kesalahan reservasi, dan lagi-lagi geret koper sampai akhirnya menemukan hotel ini.

Jadi, awalnya saya sudah mendapatkan kamar di guesthouse terkenal yang banyak direkomendasikan oleh traveler di situs traveling terkenal. Ada logo-nya, hehhe. Kami memesan empat tempat tidur di dorm yang berisi 4 orang. Pas dengan jumlah kami yang berempat : saya, adik saya, kakak saya dengan anak laki-lakinya yang berumur 10 tahun. Tetapi sesampainya kami di sana, pesanan saya yang diterima mereka hanya satu tempat tidur saja. Bukan 4 tempat tidur seperti yang saya pesan awal.

Entah di mana kesalahannya ‘nyangkut’, saya juga tidak tau. Tapi yang pasti, selain satu tempat tidur yang tadi sudah terpesan, tidak ada lagi kasur yang tersedia untuk malam itu. Semua kamar dorm penuh. Dan memang di ruang tamu guesthouse tersebut banyak bule yang sedang nyantai dan ngobrol sesame mereka.

Kami harus mencari penginapan lain, begitu kata abang Acong, resepsionisnya. Saya sudah mencoba meminta kesediaan abang Acong yang jaga untuk menerima kami meski kami tidur di sofa atau dimanalah tempat yang bisa dijadikan tempat tidur. Tapi tidak bisa, katanya. Hiksss, nangis darah.

Bayangkan, kami sudah geret-geret koper dan ransel ke penginapan tersebut dengan langkah gontai karena kecapek-an, ternyata kamarnya full. Atas bantuan abang Acong, dia menawarkan kamar dengan harga yang sangat tinggi, 90 ringgit per kamar. Dan kami harus ambil 2 kamar karena ada 3 dewasa dan 1 anak. 2 malam berarti kami harus menyedian 360 ringgit. Haaaa??? Tidaaak

Kami keluar dari gueshouse tersebut dan kembali melewati deretan ruko-ruko yang suasananya seperti di Glodok, Jakarta, pada malam hari. Jalanannya sepi dan cahayanya yang lebih gelap dari temaran. Suasana jalanan yang terkesan kusam, ‘buram’ dan tampak menakutkan suasananya.

Kami bukan takut dengan hal-hal yang klenik ya. Tapi takut berasa tiba-tiba diserang orang jahat dari gang gelap yang kami lewati. Entah kenapa mereka begitu pelit ngasih lampu buat jalanan yang gelap ini. Kami berjalan makin ngesooot aja karena kaki kami terasa sudah sangat capek. Kami menderita 7 L : letih, lelah, lemah, lesu, loyo, lunglai dan lapar.

Hotel City Inn Jalan Sultan, China Town,Kuala Lumpur

Dan, ketika melewati jalan Sultan yang yang cukup ramai dan terang, kami melihat hotel di pojok jalan. Jalan yang tadi kami masuki sebelum ke guesthause. Kami naik setelah bertanya sama mba-mba yang kebetulan hendak mau masuk juga. Kami kira ini hotelnya. Tapi kenapa nama hotelnya agak beda ya? Ngga aapa-apalah.

Dan ketika saya bertanya pada ongkong-engkong yang jaga di resepsionis, dia bilang kamarnya per malam 70 ringgit untuk kami berempat satu malam. Whaaaaatttt??? Benarkaaaah?? Ngga salahkaaaah? Saya takjub, pengen sujud syukur aja rasanya saya. Bner, ngga lebay saya. 70 ringgit coooyy, tadi di hotel yang dikasih sama si abang Acong semalamnya 180 untuk 2 kamar.

Akhirnya kami mendapatkan kamar 70 ringgit semalam buat kami berempat. Kamar dengan kasur : satu ukuran sedang, sedangkan satunya lagi ukuran single. Alhamdulillah ya Allah. Nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan, Firsty? Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadziban? *tolong jangan anggap saya sok alim. Karena sedemikianlah rasa syukur yang saya rasakan saat itu.

Kamarnya lumayan baguslah untuk harga segitu. Sekamar dengan 4 orang pula. Dikasih handuk juga dua lembar. Ada sabun juga dan shampoo juga. Dan tak ketinggalan juga ada wife-nya. Itu yang penting. Dan yang lebih penting lagi adalah, sangat dekat dengan jalan Petaling, tempat belanja-belanja yang super mumer walaupun kami hanya membeli kaos aja beberapa potong, hehehe.

Lokasi Hotel City Inn ini sangat mudah ditemukan. Dari Stasiun Pasar Seni, tinggal jalan ke Jalan Sultan, arah ke jalan Petaling. Hotel ini sekitar 150 m – 200 m dari stasiun dan berada di sisi kanan jalan, di persimpangan kedua. Hotel City Inn berada di pojok jalan Sultan dan jalan Panggong. Gampang banget nyarinya.

Alamat :
Jalan Sultan, No. 11, China Town, Kuala Lumpur, Malaysia 50000
Telepon : +60 3-2022 0559

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s