Mesjid Ramlie Musofa Danau Sunter Raya Selatan, Sunter, Jakarta Utara

‘Pemandangan’ kabelnya sungguh amat sangat mengganggu pemandangan ya, hehehe

Selamat hari Jumat teman-teman ——> Ini postingan dibuat jadi kemarin tetapi ngga kelar, hehehe. .

Kalau sudah bicara hari Jumat, saya sungguh senang. Karena membayangkan besok adalah hari Sabtu yang merupakan hari santai, hehe. Walaupun sebenarnya pada hari lainpun saya juga sering santai, tapi suasananya beda aja pada hari Sabtu dan Minggu. Lebih maknyus gitu ya hari Sabtu dan minggu buat santai-santai.

Oya, saya kangen bikin postingan tentang mesjid dan mushala. Sepertinya sudah lama banget kan ya saya tidak posting tentang mesjid dan mushala? Oke, baiklah, kebetulan hari ini adalah hari Jumat, maka saya pikir cocok juga saya buat postingan tentang mesjid mushala, hehehe.

Jadi suatu hari, kalau ngga salah bulan Januari yang lalu saya dan Muthia, salah seorang teman baik saya (dia seorang teman yang sangat baik) secara tidak sengaja menemukan mesjid yang baru dan unik di Sunter. Waktu kami mau balik pulang dari arah Kelapa Gading setelah seharian melewatkan hari yang sungguh melelahkan, hehehe.

Kami pulang lewat Sunter. Begitu tiba di Danau Sunter, saya melihat di sebelah kanan di seberang jalan bangunan baru yang berkubah berwarna putih. Mirip mesjid kata saya. Karena setau saya sebelumnya di sana tidak ada mesjid, jadi saya pikir itu rumah umat beragama Sikh.

Dan mata saya meliat papan nama yang ada di dinding pagar. Di situ tertulis : Mesjid Ramlie Musofa. Saya langsung minta Muthia yang mengendarai motor supaya kami shalat ashar di sana. Karena dari tadi kami memang berniat mencari mesjid buat shalat ashar. Muthia pun memutar motornya di putaran depan dan balik lagi ke arah mesjid.

Kami semula dengan pedenya mau bawa motor masuk ke halaman dalam gerbang mesjid. Hanya saja, petugas keamanan mesjid meminta kami memarkirkan motor di luar, tidak boleh di bawa masuk. Saya mikir, kalau pengunjung banyak yang bawa kendaraan, gimana kabar ya, hehehe.

Mesjidnya berwarna putih yang memberikan kesan yang sangat mewah dan keren. Saya sangat suka. Dan begitu kami masuk ke dalam gerbang, saya takjub langsung takjub. Lantas aya bukannya langsung ke tempat berwudhuk, tapi malah langsung mengeluarkan hape buat moto-moto, hahaha. Habisnya, ini mesjid sayang banget kalau ngga difoto-foto.

Di dinding bagian dalam pagar mesjid terdapat ayat pendek surat Alqariah, surah ayat pendek yang artinya Hari Kiamat. Surat tersebut diartikan ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Cina. Ada kanji-kanji Cina-nya juga. Begitu juga dinding di tangga, berisi surat Al-fatihah, lengkap dengan arti bahasa Indonesia dan bahasa Cina.

Begitu saya masuk ke dalam tempat wudhu, saya juga takjub melihat lantai tempat wudhunya bukan keramik biasa, tapi keramik atau marmer berkualitas tinggi. Lantai tempat wudhu berwarna hijau. Di tempat wudhu juga tersedia tempat duduk bagi jamaah yang yang tidak bisa berwudhu dalam keadaan berdiri, harus duduk.

Hanya saja, saat saya naik ke lantai atas dari bagian dalam (tidak masuk mesjid lewat tangga utama di depan mesjid), ternyata tangganya tiba di bagia shaf jemaah laki-laki. Dan jemaah pria yang naik ke lantai ruang shalat, tiba di bagian shaf wanita. Berarti, harusnya, tempat wudhu wanita di timur tangga, dan tempat wudhu pria di sisi barat tangga.

Ruang dalam mesjid ini juga sangat bagus. Lantainya juga keramik yang kualitas tinggi. Ruang utamanya berlantai dua dengan pilar-pilar yang besar untuk menyangga langait-langit mesjid. Kubahnya tidak terlalu besar tetapi terdapat kaca untuk menambah terang bagian dalam mesjid.

Di teras atas bagian depan, di sisi kanan mesjid terdapat beduq besar yang berada di bawah kubah kecil. Sementara pada bagian kiri mesjid terdapat prasasti peresmian mesjid Ramlie Musafa. Di prasasti tersebut terdapat tanggal peresmian mesjid tersebut : 15 Mei 2016 atau 7 Sya’ban 1437 H.

Pada prassati tersebut dijelaskan kalau mesjid ini diresmikan oleh pemiliknya Bapak H. Ramlie Rasidin dan Imam Besar Mesjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasarudin Umar. Berarti mesjid ini belum setahun resmi didirikan (pada saat saya datang ke sana.

Mata saya kemudian memperhatikan petugas kebersihan mesjid tampak dengan tekun membersihkan lantai teras mesjid. Lantai teras mesjid tersebut basah karena sisa-sisa air hujan yang tadi mengguyur Jakarta (Utara, ngga tau wilayah lain) dengan derasnya. Dan di depan mesjid di seberang jalan, terdapat danau Sunter yang airnya berwarna hijau.

Toilet mesjid untuk jemaah wanita, ada di sisi barat halaman mesjid. Sementara toilet jemaah pria berada di sisi timur halama atau sisi yang berseberangan dengan toilet wanita. Toilet mesjid juga sangat bersih. Pokoknya, jemaah yang mau shalat di sini bakal nyaman banget dah, hehehe. Lantainya juga terbuat dari mamaer kualitas bagus. TOP banget dah ini mesjid.

Beduk di bawah kubah kecil

Malamnya saya mencoba searching tentang mesjid ini. Ternyata pemilik mesjid ini adalah keluarga Tionghoa muslim yang bernama H. Ramlie. Sedangkan Musofanya adalah nama ketiga anak laki-laki Bapak H. Ramlie, yakni Muhammad, Sopian dan Fabian. Jadi H. Ramlie Musofa gabungan dari nama H, Ramlie dan singkatan nama ketiga anak-anaknya.

Dan kalau diliat sekilas ya, ini mesjid mirip dengan gambar atau foto Taj mahal ya. Itu pendapat saya aja loh ya, hehehe.

Nah, jadi buat teman-teman yang kebetulan berada di daerah ini atau sedang ada kegiatan di sini, silahkan shalat ke sini ya. Atau kalau mau nanya-nanya tentang kegiatan pengajian di sini silahkan ke sana saja dan tanya sama pengurus atau petuga keamanan mesjid yang selalu ada di gardu samping gerbang mesjid.

******

NB : Hari itu adalah hari yang luar biasa sangat melelahkan bagi saya dan muthia, khususnya bagi Muthia yang mengendarai motor. Bahkan salah satu hari yang membuat saya sedih sebenarnya. Tapi setidak bagi saya bertemu mesjid sore itu menjadi oase bagi kelelahan saya. Dan saya berharap bagi Muthia juga.

Prsasti di teras atas depan mesjid.

Bacaan doa setelah wudhu

 

 

Advertisements

7 comments

  1. Cie, mbak fristy, lagi jalan-jalan lagi nih. Kabar baik kan? Ide yang bagus untuk mengulas tentang masjid dan mushola, sekalian ngadem dari penat masalah kantor dan hidup sehari-hari. Yakan>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s