Berjuang Menjaga Semangat Ngeblog

Peternakan Padang Mangateh Payokumbuah

Okey, saya kan lagi ikutan ODOP atau One Day One Post di komunitas blogger muslimah kan ya. Tapi saya hanya ikutnya dari luar arena aja. Ngga mau ikutan daftar secara resmi di grup FB Blogger Musliamah. Karena saya ngga mau nantinya berasa diuber-uber buat postingan setiap hari, hehehe.

Tapi walaupun saya ikutnya secara nggak resmi di luar ring, sekarang saya sudah menyerah, hehehe. Saya udah merasa capek di hari yang ke 5 ini, hahaha. Udah mau berhenti saja rasanya. Karena saya bingung mau maksain nulis apa gitu.  Udah buntu otak saya, ngga tau lagi harus menulis apa, hehehe.

Mungkin ini efek dari ketidaksiapan saya ikut even ODOP’ One day One Post ini. Otak saya mandeg dan sudah merasa buntu sekarang. Saya bingung tidak tau lagi hendak menulis apa. Meskipun saya tetap mencoba menuliskannya, semuanya mandek, ngga mengalir, hahaha.

Jadi apa yang harus saya lakukan ya? Apa yang harus saya tulis. Menyatakan bahwa saya udah mandek aja juga sudah susah sampe di sini. Saya benar-benar berjuang keras berpikir hendak menulis apa. Tapi tetap saja tidak bisa. Tidak ada lagi ide yang mengalir ke luar dari kepala saya. Semua sudah beku laksana air yang berada di dalam lemari freezer yang suhunya di bwah nol derajat.

Tapi satu hal adalah, saya sangat salut dengan teman-teman BM, kependekan dari Blogger Muslimah, mereka masih mempunyai semangat yang menyala buat menulis. Mereka sangat produktif menulis. Ada saja ide mereka untuk dituangkan ke dalam ketikan di hape atau laptop mereka. Kenapa saya tidak bisa seperti mereka ya? Harusnya, kalau mereka bisa, saya juga bisa kan? *bingung kwudrat.

Tapi begitulah, tiap-tiap orang mempunyai kemampuan kecepatan menulis yang berbeda. Begitu juga kemampuan orang yang bisa menulis dibawah tekanan, juga berbeda. Ada yang kalau menulis berada di bawah tekanan, ide-idenya mengalir dengan liar. Kemampuan menulisnya makin cepat. Dan kecepatan menulisnya pun juga makin meningkat. Dia makin bisa lebih produktif dibanding menulis dalam keadaan santai, tanpa tekanan.

Hebat kan ya, bisa seperti itu?

Kalau saya mah, nulis emang tergantung mood saya. Kalau saya mood saya bisa nulis ceoat. Kalau ngga mood menulis,boro-boro bisa nmenulis. Dipaksa kaya apapun juga tetap ngga bisa. Yang ada akhirannya stuck, jalan di tempat tanpa ada yang bisa ditulis. Bahkan bisa-bisa mental, hehehe.

Tapi ya sudahlah, saya terima kekurangan saya ini dengan lapang dada dan ikhlas. tapi juga saya harus belajar mengatur moood menulis saya, agar saya tidak diatur seenaknya saja oleh mood saya. Segarusnya, sayalah yang mengatur mood saya dalam menulis, sehingga saya bisa menulis dengan baik di saat saya sebenarnya tidak ada mood. Atau juga saya bisa berhenti menulis dulu sesaat ketika ada mood menulis.

Oke, karena tidak ada lagi yang bisa saya ketik di sini, maka saya hentikan saja postingan hari ini sampai di sini. Ngga usah dipaksa-paksa lagi yang namanya mood. Biarin aja. Tapi meskipun begitu, saya tetap harus berusaha dan menjaga semangat saya supaya ngga mau diatur oleh mood saya.

Jadi teman-teman, gimana caranya teman menjaga mood menulis teman-teman?

NB : Judulnya semangat ngeblog, tapi saya nulisnya malah menulis mulu, hehehe. Ini mah typonya parah ya. Ngga cuma huruf tapi juga kosat katanya, hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s