Pencopetan di Mushala Stasiun Tanah Abang

Ini bukan di mushala stasiun tapi mushala mall Citralen Grogol

Hari Jumat kemaren, saya shalat magrib di mushala Stasiun Tanah Abang. Pas saya masuk mushala, orang belum azan, tetapi jemaah udah penuh menunggu waktu azan yang mungkin hanya semenit dua menit lagi aja dikumandangkan. Alhamdulilah masih dapat satu mukena buat shalat. Ada satu yang tergeletak, jadi bisa ikutan shalat jemaah.

Sekeluar dari mushala seusai shala, saya liat mba-mba sekitar mahasiswa tingkat akhir, atau mungkin maksimal berumur 24 – 25, dengan muka yang sangat panik dan pucat. Dua atau tiga empat orang mengelilinginya. Saya kepo nanya ke orang, itu ada apa. Dijawab orang tersebut, kalau si mba itu kecopetan dompet dan hapenya.

Astaghfirullah. Saya sedih mendengarnya. Saya juga pernah kecopetan dan kehilangan hape juga soalnya. Jadi tau bagaimana rasanya kehilangan hape tersebut. Sakitnya tuh di sini! *nunjuk jantung. Kakak saya malah kecopetan di kereta eksekutif Lodaya malam Jogja Bandung.

Dari cerita si mba tersebut. Ia mengetahui kehilangan hape dan dompet pas baru keluar dari mushala. Kejadian pencopetan tersebut di dalam mushala pada saat ia sedang shalat magrib berjamaah. Karena ia shalat di shaf terakhir yang dibelakangnya dinding jadi dia merasa aman aja meletakan tasnya di belakang.

Si pencopet diperkirakan adalah seorang ibu yang buru-buru langsung keluar begitu imam dan jemaah selesai membaca salam. Si ibu tersebut, tidak ikut shalat jemaah karena dia langsung shalat sendirian begitu azan magrib selesai dikumandangkan. Dan ketika orang sudah shalat magrib berjamaah, dia baru selesai shalat tapi tidak bisa keluar karena ada orang shalat.

Si ibu yang diperkirakan pencopet ini berada di sebelah si mba yang kecopetan. Saya juga melihat ibu yang dimaksud karena hanya berjarak 1 m aja dari saya. Saya juga mikir, ini orang shalat sendirian pada saat semua orang mau jemaah, dan posisinya ada di tengah-tengah jemaah yang hendak shalat.

Orang-orang bersimpati pada si mba. Ada yang meminjamkan hape untuk menelpon no hapenya. Ada yang ngasih duit untuk beli kartu kereta. Ada juga yang mau nawarin pesanin ojek online. Ada yang kasih air minum juga.

Seorang petugas keamanan ketika mengetahui ada pencopetan ini, tampak slow respon. Tapi ketika ada petugas lain datang, petugas ini segera membawa si mba. Mungkin ke posko keamanan untuk membuat keterangan sekaligus memberikan kartu akses keluar.

Melihat kejadian ini, kejahatan pencopetan bisa terjadi dimana-mana. Di pasar, di jalan raya, dan bahkan di dalam mesjid mushala sekalipun. Bahkan saya dulu juga kehilangan dompet juga di mesjid juga, mesjid Amir Hamzah, Taman Ismail Marzuki.

Miris memang. Para penjahat tersebut memanfaatkan kelalaian orang yang hendak shalat dan berpikiran bahwa mesjid mushala adalah tempat yang aman dari pencurian atau pencopet. Maka dari itu, setiap dari kita hendaknya lebih berhati-hati meletakkan tas dan barang-barang berharga di tempat yang aman saat hendak shalat.

Oya, saya tidak tau apakah mushala ini dilengkapi kamera pengawas atau tidak. Seandainya tidak ada, hendaknya mushala Stasiun Tanah Abang dilengkapi kamera pengawas. Sehingga kejadian seperti bisa dihindari. Dan, kalaupun masih ada kejadian seperti ini, bisa diliat kejadiannya di kamera pengawas.

Advertisements

11 comments

  1. Aku meskipun sedang wudhu, tas tetep aku bawa. Ntah dlm kondisi aku pakai atau kugantungkan di keran sebelah (klo memang di tpt wudhu sedang sepi). Yg berani aku tinggal sebentar di musholla atau masjid, cuma mukena & kaos kaki aja.

  2. Kok bisa segitu Teganya ya berbuat kejahatan di tempat ibadah. Kalau melihat tindak-tanduknya niat mencopet itu sepertinya sudah pasti, ia menunggu orang lengah dan kemudian beraksi. Pasti sudah sering berhasil makanya tahu persis sasaran yang akan ia tuju.
    Kasihan banget sih Mbaknya. Semoga ia dapat ganti yang lebih baik. Pelajaran juga untuk kita agar selalu berhati-hati di tempat umum sekalipun itu di rumah ibadah.

    • Aamin, semoga reski mbanya diganti yang lebih baik ya Un…

      dan mushala stasiun tanah abang juga diberi CCTV.

      Aku juga pernah kehilangan dompet di mesjid Mimazah TIM, hehehe *ketawa meringis

  3. emang bahaya kalo sholat tasnya taroh belakang, apalagi di musholla umum…..mudah2an kita selalu waspada dan dilindungi Allah ya

  4. Buset ya mbak ._. pencopet sekarang bener-bener ada dimana-mana. Nggak tanggung-tanggung tempatnya :’

    Aku kalau shalat mesti tas atau barang-barangku aku taruh di depanku kok biar masih sedikit keliatan :’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s