Random : Bukit Bintang, Mesjid Jamek, Pasar Seni, Jalan Petaling, Kuala Lumpur

GO KL Purple, jurusan Pasar Seni Bukit Bintang.

Okey, saya lanjut lagi bikin catatan jalan ke Malaysia. Catatan sekadar buat pengingat aja. Terakhir saya buat rekam jejak di Menara Kembar Petronas Kuala Lumpur. Biarngga lupa dari ingatan. Maklum, otak dan pikiran kita ngga bisa menyimpan semuanya kan. Ada yang terlupa dan ada yang tetap ingat. Ada yang terlupa tapi kemudian diingatkan melalui sebuah catatan atau foto. Makanya saya buat aja rekam jejak di sini. 🙂

Setelah puas piknik dan foto-foto piknik di Menara Kembar Petronas, kami segera beranjak dari taman menara kembar. Kami naik bus Go KL yang merupakan bus gratis di KL. Kami liat bus dengan tujuan Bukit Bintang, kami naik saja. Bus Go KL tersebut padatnya luar biasa. Sama seperti naik busway sekitar jam 6 – 7, jam pulang kerja di Jakarta. Napas jadi ngap, jadi sesak.

Saya lupa kalau di Bukit Bintang ada pusat kuliner di jalan Alor. Coba kalau ingat, kan kami bisa nyicipi kuliner di sana. Jadi begitu turun di halte Bukit Bintang, yang tampak sama saya cuma mol. Kami masuk ke mol mewah tersebut, bukan buat cuci mata tapi cuma buat mau merenung bentar ke toilet. Karena perut saya tiba-tiba mules, jadi harus segara dilepaskan dulu, hehehe.

Tapi saya harus nahan diri dulu sesaat. saya cek toiletnya toilet kering, bukan toilet yang ada airnya huuuh… sebel. Mau ngga mau saya korbankan botol aqua saya untuk ambil air di wastafel, huhuhu…

Karena ngga ada yang diliat, kami berniat naik bus GO KL lagi. (Aduh, coba ingat jalan alor ya, hehehe). Akhirnya kami memutuskan naik bis Go KL tujuan entah ke aman. Tapi ketika bus tersebut berhenti di depan jalan Petaling, kami turun. Itu kan dekat penginapan kami, di Hotel City Inn. Lumayan bisa nyari-nyari baju kaos dulu buat orang rumah hehehe.

Di sebuah warteg warung makan yang agak besar kami berehat untuk minum teh hangat. Lagi capek euy ternyata. Saya tanya lokasi Mesjid Jamek ke mba Indonesia yang jaga warung. Katanya ngga begitu jauh, dari sana, bisa jalan saja karena kalau naik bus lebih ribet. Atau kalau naik kereta, pergi stasiun Pasar Seni dulu.Tapi jarak antara ke Mesjid Jamek dengan ke Pasar Seni tidak beda jauh, jadi mending jalan aja, katanya.

Ya sudahlah, kami jalan saja ke Mesjid Jamek. Liat baju kaos di jalan Petaling ntar saja pas pulang, karena dekat penginapan. Benar-benar perjalanan yang random ya. Untuk menuju Mesjid Jamek kami melewati ruko-ruko dan banyak penginapan-penginapan murah di sana. Kami juga melewati gedung Pasar Seni (yang belakangan baru saya ketahui setelah naik kereta dari Mesjid Jamek, hahaha..kocaak).

Di Mesjid Jamek kami mati gaya. Mau balik ke Pasar Seni atau ke jalan Petaling, udah tanggung karena waktu shalat magrib mau masuk, kira-kira hampir satu jam lagi sih. Ya sudahlah, kami menunggu shalat magrib di Mesjid Jamek. Area teras di mesjid ini luas banget. Enak selonjoran kaki sekadar buat rehat dan memulihkan tenaga yang udah terkuras abis.

Setelah selesai shalat, kami keliling-keliling sebentar di pasar malam yang ada di dekat stasiun Mesjid Jamek. Kalau ngga salah pasar malam mesjid Keling India. Berjarak sekitar 50 m dari pintu stasiun. Tapi karena ngga ada yang menarik hati, kami naik kereta lagi. Tujuannya sih ke Pasar Seni.

Begitu tiba di Pasar Seni saya baru menyadari bahwa kami ternyata sudah melewati gedung ini ketika kami tadi berjalan dari Petaling menuju mesjid Jamek, yaaah. Mending jalan aja kalau tau tadi mah, hehehe. Tapi untungnya kakak dan adik saya ngga menyadari bahwa tadi kami lewat bagian luar gedung, hahaha… Dasaaar.

Setelah nyari beberapa kaos dan gantungan kunci, kami jalan lagi ke jalan Petaling sekalian hendak pulang. E, pas nanya-nanya baju di Petaling, ternya baju-baju di sana jauh lebih murah daripada yang saya beli di Pasar Seni. Maklum, di pasar Seni penjual menjual barang dagangannya di toko. Sementara di Jalan Petaling saya belinya di lapak-lapak kali lima.

Jadi perbedaan harga kalau ngga salah, beli 4 baju kaos di Pasar Seni, dapat 5 baju kalau beli di jalan Petaling. Sedikit agak gedeug juga saya jadinya, hehehe. Dari jalan Petaling baru kami balik lagi ke hotel dengan kaki yang gempor, hahaha. Muter-muter mulu dari tadi pagi soalnya.. 😛

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s