Sahabat dan Persahabatan Semasa SMP

Sewaktu aku kelas 1 SMP, bisa dibilang aku ngga punya sahabat dekat. Aku jadi sangat berbeda dengan di SD yang mempunyai banyak kenangan masa kecil. Di SMP kelas satu aku cendrung menyepi dari pergaulan. Aku hanya menjadi pemerhati yang berada di luar garis, hehehe.

Aku pendiam jadi tidak ada yang benar-benar akrab. Semuanya sama saja bagiku. Sama Efira yang paling pintar aku cukup dekat karena banyak teman yang kurang suka dengan idealismenya : ngga boleh dicontek pr-nya, apalagi pas ujian, makin ngga boleh. Kalau aku tipenya longgar, aku ngga masalah kasih aja pr-ku sama teman-teman. Atau kalau aku lagi malas bikin PR, nyontek juga.

Eh tapi, kalau dibilang menarik diri dari pergaulan juga ngga sih. karena teman-teman yang ngga suka sama Efira sering kali ngocehnya ke aku. Mereka suka curhat tentang betapa menyebalkannya Efira sebagai anak yang paling pintar di kelas. Dan Efira juga sering curcol juga tentang teman-teman yang bagi Efira sangat ‘malas’. dan ngga mau belajar.

Sementara saya yang dijadilan tempat curcol hanya bisa nyengir, menerima curcol orang kiri dan kanan.Saya harus bisa bersikap netral diantar kedua kubu ini. Saya ngga mau jadin orang yang bermuka dua diantara keduanya. Ketika di depan teman-teman yang sebel sama Efira, saya ngga mau bersikap ‘menusuk’ efira dari belakang. Begitu juga sebaliknya. Makanya saya selalu menerima curcol-an kedua pihak selama kelas satu.

Kemampuan saya secara umum sebanding dengan Efira. Mungkin dia di atas saya sedikiiit banget. Beda yang se4dikit banget itu karena Efira memang anaknya sungguh rajin dan tekun belajar. beda dengan saya yang urakan dalam belajar, hehehe. Secara rangking pun, saya juara dua, sementara Efira juara satu… 😛

Ketika aku kelas 2 SMP, aku punya sahabat baru 3 orang. Mereka ini sudah akrab sejak kelas 1 karena mereka satu kelas. Mereka adalah Linduik, Desni dan Nuri. Di kelas 2 ini aku juga sekelas lagi dengan Efira. Efira ini tetap menjadi murid yang paling idealis di sekolah. Sewaktu ujian, Efira juara 1, Linduik juara 2, saya juara 3. Dan Desni rangking 4. Nuri entah rangking 5 atau rangking 6.

Kami berempat akrab dari awal kelas 2 sampai tamat sekolah hingga sekarang. Meskipun kelas 3 kami berpencar, kami tetap akrab. Saat jam istirahat dan pulang sekolah adalah saat kami berkumpul. Bahkan sepulang sekolah kami hobi jalan bareng ke pasar Solok. Bahkan juga tak jarang kami jelajag pasar mingguan yang ada di nagari-nagari seputar sekolah, hahaha.

Kami juga pernah jalan ke kampungnya si Linduik di Alahan Panjang, masih beberapa kilo lagi ke dalamnya. Kami nginap dua malam di sana. Untuk bisa mainndan nginap di kampung Linduik, teman-teman saya ikut datang ke rumah untuk minta ijin ke ibuku. Susaaaah banget dapat ijin dari ibuku. Sampe-sampe janji cuma semalam aja (tapi akhirnya 2 malam, hehehe).

Entah kenapa sebenarnya ibuku kurang suka sama teman-teman akrabku ini. Bagi ibuku, mereka terlihat ‘liar’ hahaha. Mereka terlihat tidak ada sopan santun, kata ibuku. Tapi kalau dibandingkan teman-teman SD-ku di kampung yang penuh tatakrama tentu saja beda. Apalagi kalau dibandingkan teman-teman di lingkungan rumah, hahaha.

Tapi seiring waktu, sekarang teman-temanku ini sudah akrab sama ibuku. Mungkin sejak tamat kuliah, ketika kami kembali akrab. Mereka kan sudah sudah semakin dewasa dan sudah pandai bersikap baik kali yaa. Apalagi sekarang mereka sudah pada sukses, 2 orang udah jadi PNS, satu lagi swasta tapi suami pns, hehehe.

Sewaktu SMA, kami berpencar. Kuliah juga berpencar. Kami sempat hilang kontak beberapa tahun. Hanya saya dan Desni yang selalu kontak dan saling mengunjungi walaupun intensitasnya berkuraaang banget. Tetapi kemudian kami berempat kembali akrab setamat kuliah hingga sekarang.

Dalam perjalanan berteman, kami ada dan hadir di saat teman-teman meghadapi berbagai masalah. Dalam hal ini hanya Nuri yang terlihat tidak ada masalah. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi teman itulah yang menjadi perekat kami dalam berteman. Sehingga persahabatan yang lalui adalah persahabatan yang saaaaangat indah karena kami melewati berbagai pahit dan manis bersama, dan air mata dan tertawa bersama..,  🙂

Karena aku seorang introvert, maka bisa dibilang aku ngga mempunyai banyak teman, hehehe… Sedih deh… Tapi mau gimana lagi yaa, udah karakter kan. Tapi meskipun begitu alhamdulillah persahabatan saya masih terjalin sampai sekarang… 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s