Sisi Lain Wajah Wisata Sumatera Barat : Sampah-Sampah Yang Berserakan di Pusat Wisata

Judul postingan saya di atas mungkin ‘terdengar’ sangat hiperbolik, sangat berlebihan. Tapi setelah saya renungkan lagi, saya pikir itu bukan sesuatu yang hiperbola. Judul di atas adalah kenyataan yang terjadi si banyak daerah wisata di Sumatera Barat. Sangat miris memang. Dan sangat menyedihkan.

Akan banyak bukti-bukti nyata atas postingan ini. Paling tidak ini terjadi sampai lebaran tahun 2015 yang lalu, yang saya liat dan saksikan dengan mata kepala sendiri. Jadi kalau sekarang sudah ngga ada lagi, alhamdulillah. Bahwa pelaku wisata di sana sudah sadar wisata.

Tapi kalau masih ada berarti para pelaku wisata di daerah Sumatera Barat tidak peduli dengan kebersihan tempat wisata. Tidak hanya demi keindahan dan kenyamanan pariwisata dan pengunjung yang datang, tetapi juga demi kesehatan kita sendiri, ya kaan… 🙂

1. Pantai Carocok, Painan, Sumatera Barat.

Saya Pantai Carocok Painan ini sekitar seminggu setelah lebaran 2015 bersama keluarga saya. Yang saya ingat, hari saya jalan ke Pantai Carocok adalah hari terakhir libur nasional lebaran 2015. Setelah dapat parkir karena ‘dipaksa’ parkir dekat pasar, kami mutar-mutar nyari tempat duduk yang nyaman.

Ngga ada satupun tempat duduk yang nyaman karena pengunjung yang sangat ramai. Pengunjung sangat membludak. Bahkan untuk sekedar berjalan menuju gerbang tiket aja sulit saking ramainya.

Akhirnya kami dapat posisi yang adem, yang terlindung dari matahari. Lokasinya di bawah bukit di belakang warung penduduk. Tetapiii, sejauh mata memandang, yang tersaji hanyalah sampah yang berserakan. Sungguh pemandangan yang sangat tidak menyenangkan. Di bibir pantai pun banyak sampah berserakan, walaupun tidak sebanyak yang ada di bawah bukit.

2. Pulau Cingkuak.

Pulau Cingkuak ini adalah pulau yang berjarak sekitar 200 m dari Pantai Carocok. Di sini sampah juga berserakan. Di bagian pantai berpasir sih ngga banyak sampah berserakan. Karena area pulau Cingkuak ini lebih mengutamakan wisata permainan air. Tapi di belakang warung-warung penduduk sangat banyak sampah bekas makanan berserakan.

Rupanya pengunjung pantai dan juga pemilik warung di Pantai carocok dan Pulau Cingkuak ini benar-benar tidak menjaga prilaku mereka.Padahal saya ke sini setelah dua minggu lebih setelah lebaran. Sampah-sampah masih saja banyak, walaupun ada usaha sedikit untuk menguranginya dengan dengan cara membakar.

Mereka seperti tidak membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu juga, mungkin saja tempat sampah tidak cukup tersedia untuk menampung semua sampah yang ada. Penyebab lainnya adalah mungkin juga petugas di pantai tersebut kurang banyak untuk membersihkan sampah setiap harinya pada masa liburan lebaran. Sehingga tidak semua sampah bisa dibersihkan.

Tapi saya pikir pemilik warung juga juga ikut bertanggung jawab membersihkan sampah yang ada di depan dan belakang warung mereka. Mereka tidak boleh tidak serta merta hanya mengandalkan petugas kebersihan saja. Mereka harus ikut menjaga kebersihan supaya citra wisata Sumatera Barat menjadi jelek.

3. Bukik Langkisau.

Di Bukik Langkisau ini, sampah tidak terlalu banyak. Area wisatanya cukup bersih. Hanya saja sampah-sampah yang ada tersembunyi di bawah pohon atau dibuang ke tebing-tebing. Kalau sampah organik saya pikir ngga terlalu masalah. Tapi kalau sampah non organik seperti plastik bekas makanan kan seharusnya dikumpulkan, jangan dibuang ke alam. Tapi justru sampah plastik ini yang banyak terlihat.

Saya perkirakan pelaku yang membuang sampah di tebing, selain pengunjung mungkin juga pemilik warung. Mereka benar-benar tidak berusaha mengurangi polusi tanah di sana. Padahal kan ngga terlalu susah buang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan oleh petugas kebersihan.

4. Jembatan Akar Bayang.

Di Jembatan Akar Bayang ini, sampahnya tidak banyak sih. Tapi tetap saja mengganggu kenyamanan mata dan selera. Bayangkan saja, suanasa di sana sungguh sejuk karena terlindungi pepohonan. Air yang mengalir sangat bening dan segar ketika disentuh. Juga suara air yang mengalir sungguh membuat suasana jadi nyaman banget.

Tapiiii semua kenyaman yang memanjakann semua indra tersebut rusak oleh sampah yang berserakan di bawah pohon. Tidak separah di Pulau Cingkuak dan (apalagi) Pantai Carocok sih, tapi tetap aja bikin tidak nyaman. Pengunjung dan pemilik warung seperti tidak peduli dengan kebersihan area Jembatan Akar… Hufff..

Semoga ke depannya, semua unsur yang mendukung pariwisa Painan dan Pesisir selatan benar-benar serius memperhatikan masalah sampah ini.

Bersambung ya, bakal ada di daerah wisata lainnya di sumbar

14 comments

  1. PR besar emang buat dunia pariwisata,..disini juga nih, laut marmara mulai banyak sampahnya-.-‘

  2. Sedih banget lho aku liat sampah berserakan di tempat wisata. Padahal tempat-tempat di Indonesia bagus. Sayangnya masih banyak orang yang nggak bisa merawatnya. Padahal cukup dengan buang sampah di tempatnya saja sudah cukup membantu yahh.. kalo boleh kubandingkan dengan di tempat tinggalku sekarang mereka yg piknik di taman bawa plastik sampah sendiri dan buang di tempatnya. Semoga yahh masyarakat Indonesia makin sadar pentingnya buang sampah di tempatnya…

    • Iya… Sedih banget liatnya. Saya kalau jalan sama keluarga juga ingetin supaya bawa kantong buat tong sampah… Jangan buang sampah sembarangan.

      Terutama untuk mengajari ponakan..

  3. sebenarnya bukan hal baru sih kalau sampah ini,seharusnya kesadaran dari masing masing individu ditambah dari pihak pihak yang terkait harus turut mengingatkan dan menumbuhkan kesadaran dan peduli terhadap lingkungan kak hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s