Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Hatta? Ya, Bung Hatta adalah nama populer dari Muhammad Hatta. Saya rasa semua masyarakat Indonesia (kecuali bocah yang belum sekolah) kenal dengan Bung Hatta atau Muhammad Hatta. Bung Hatta, bersama Seokarno adalah salah proklamator kemerdekaan Indonesia setelah berjuang selama bertahun-tahun melawan penjajahan Belanda.

Dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia, Bung Hatta (dan juga Seokarno dan Sutan syahrir) sering dihukum penjara atau hukum dibuang oleh penjajah Belanda ke berbagai pulau di Indonesia. Bung Hatta pernah diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digul, papua. Juga ke Pulau Banda Neira, Maluku. Meskipun dihukum dan dibuang ke daerah-daerah yang jauh, semangat dan perjuangan Bung Hatta untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan tidak pernah padam.

Bung Hatta berasal dari Bukittinggi Sumatera Barat. Di kota ini Bung Hatta lahir dan besar sampai kemudian beliau masuk sekolah yamg setara SMP di Padang. Di kota Bukittinggi masih terdapat replika rumah kelahiran Bung Hatta dijadikan museum oleh Pemda Kota Bukittinggi. Tepatnya berada di jalan Seokarno Hatta, no. 37, Bukittinggi. Jadi dapat kita kunjungi dan lihat bagaimana rumah tinggal Bung Hatta semasa kecil beliau.

Saya mengunjungi Museum Rumah Buya Hamka pada liburan lebaran 2015. Saya sendirian saja ke sini setelah raun-raun (yang juga sendirian) dari Rumah Kelahiran Buya Hamka dan Rumah Sutan Nur Iskandar di Sungai Batang, Maninjau. Oiya, juga ke rumah HR. Ransuna Said yang sudah jadi mushala dan juga ke Mesjid Raya Bayur. Dari sana saya lanjut raun-raun Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.

Hari sudah sore kala itu, dan pengunjung yang ada pun hanya saya saja. Tapi pas saya tiba di sini ada pengunjung keluarga yang datang sih. Maka saya pun keliling rumah Bung Hatta sendirian. Rumah kelahiran Bung Hatta ini adalah rumah kayu bertingkat atau berlantai dua. Model rumahnya bukan model Rumah Gadang, sebagaimana halnya rumah tradisional Minangkabau.

Bentuk bangunan rumah Bung Hatta ini memperlihatkan status keluarga Bung Hatta sebagai salah satu keluarga yang terpandang di Bukittinggi. Model ini biasanya merupakan model rumah (yang bukan model bagonjoang) modern abad ke 20 yang dibangun keluarga saudagar atau keluarga kaya raya.

Halaman depan rumah ini tidak begitu besar. Bagian beranda rumah dijadikan sebagai tempat penerimaan pengunjung oleh pegawai pemda Bukittinggi. Bagian kanan beranda (menghadap ke jalan) terdapat kamar bujang dengan pintu kamar yang menghadap ke beranda.Kamar bujang maksudnya adalah kamar yang dioeruntukkan bagi anak laki-laki.

Bagian dalam rumah merupakan ruang keluarga sekaligus ruang tamu yang cukup luas. Di ruang ini terdapat perabotan-perabotan keluarga Bung Hatta. Di dinding ruang keluarga ini banyak terpajang foto Bung Hatta dan keluarga besar. Di bagian kiri dan kanan ruangan terdapat kamar keluarga Bung Hatta.

Bagian halaman belakang rumah terdapat lumbung dari bangunan kayu dan juga bangunan yang terbuat dari tembok. Lumbung ini merupakan tempat penyimpanan padi dan hasil panen lainnya. Sementara bangunan tembok yang berjarak sekitar 3 m dari bangunan utama rumah

Bangunan tembok ini terdiri dari kamar pribadi Bung Hatta dan juga dapur. Kamar pribadi Bung Hatta terdapat pada ruanng paling kiri bangunan tembok. Di dalam kamar pribadi Bung Hatta masih terdapat kasur dan dipan yang digunakan Bung Hatta. Berhadapan dengan ruang makan terdapat dapur yang juga terbuat dari tembok.

Ruang makan Rumah Kelahiran Bung Hatta ini masih menyatu dengan bangunan utama tetapi pintunya tidak berhadapan dengan pintu belakang bangunan utama. Pintu ruang makan menghadap ke dapur. Di ruang makan inilah terdapat tangga untuk mencapai lantai dua bangunan utama. Bentuk, model serta ukuran lantai dua rumah ini mengikuti model lantai bawah bangunan utama.

Rumah kelahiran Bung Hatta ini bukanlah bangunan asli. Bangunan ini hanyalah replika dari bangunan yang dibangun ulang, sesuai dengan aslinya. Pembangunan ini diprakarsai oleh Pemda Kota Bukittinggi dan Yayasan Proklamator, yayasan yang juga mendirikan dan menaungi Universitas Bung Hatta, Padang. Tetapi perabot rumah kelahiran Bung Hatta inu merupakan perabotan asli peninggalan keluarga Bung Hatta.

Tiket masuk Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta ini dinyatakan gratis. Ngga berbayar. Tapi itu yang resminya. Yang tidak resminya, pengunjung tetap diminta sumbangan sukarela untuk perawatan. Praktek ini yang seperti ini yang sangat tidak bagus menurut saya. Sama seperti Museum Buya Hamka, minta sumbangan tidak resmi. Memang Pemda Bukittinggi tidak memberikan biaya perawatan yah… 😛

Harusnya, kalau memang gratis ya gratis aja, jangan pakai minta sumbangan sukarela segala. Kalau masih mau minta uang sukarela buat perawatan mending sekalian aja pakai tiket masuk seperti halnya Museum Pusat Dokumentasi dan Informasi Budaya Minangkabau Padang Panjang (di sini juga). Di sana bayar 4000 buat pengunjung dewasa. dan ngga pakai minta-minta lagi kaya di sini. *semoga pemda Bukittinggi baca ini yahh. 😛

Selamat jalan-jalan objek wisata sejarah yaaa… 🙂

Advertisements

One thought on “Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat

  1. Pingback: Kota Bukit Tinggi ~ Dataran Tinggi Agam | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s