FarmHouse Lembang, Bandung, Jawa Barat

farmhouse4

Farmhouse adalah objek wisata kuliner baru yang lagi in di Bandung. eh ngga baru-baru juga sih, udah satu setengah tahunan. Tempat ini baru dibuka kira-kira satu setengah tahun yang lalu. Waktu saya ke sana November 2015, yang aku trip sehari di Bandung, jalan ke Tangkuban Parahu dan sekitarnya di Lembang.

Waktu yang pernah aku ceritain sopir taksinya bapak tua yang ngga mandi sejak kemarennya, yang bahkan mulutnya aja bau jigong, hiii.  Saat itu Farmhouse baru soft launching kira-kira dua minggu sebelumnya. Jadi di sosmed pun, objek wisata ini belum muncul, apalagi terkenal. Udah setahun setengah baru deh diposting tulisannya, hahaha *dasar malas ngeblok nih sayaa… 😛

Jadi, sekembali dari Lembang Floating Market, kami mampir ke Planetarium Boscha. Begitu tiba si gerbang masuk Boscha, gerbangnya setengah tertutup. Langsung aja deh si pak sopirnya ‘nyanyi’ lagi, minta langsung balik aja karena gerbangnya udah tutup. Saya ngga mau dong (emosi banget nih saya sama sopirnya). Saya turun dari taksi dan membuka gerbang yang cuma terbuka sedikit itu.

farmhouse7

Gerimis yang sudah agak deras mulai turun. Pak sopirnya manyun. Mau ga mau dia jalan. Sayang sungguh sayang, jam kerja Boscha udah tutup, jadi kami ngga bisa masuk ke dalamnya. Yaaah…  hari Sabtu cuma sampai jam 1 aja kata petugasnya. Sementara kami tiba jam 4 an, hehehe. Salah siapa hayooo? 🙂

Kami turun lagi ke bawah menyusuri jalan Lembang ke arah Bandung. Nah, ketemulah di kiri jalan, Farm House. Saya kan belum tau sama sekali tentang Farmhouse tapi sepertinya asyuk juga dari jalan, hehehe. Kan saat itu emang tempatnya baru banget, jadi belum tau tentang FarnHouse.

Taksi usah melaju melewati Farmhouse beberapa puluh meter. Tapi saya minta sopir taksi yang nyebelin itu putar balik lagi ke Farmhouse. Dengan muka super manyun ia pun nurut, hahaha… 😛

farmhouse-lembang-1

Tiket masuknya 20.000 per orang. Tiket ini nantinya bisa ditukarkan untuk mendapatkan makanan sosis atau susu di dalam Farm House. Sama seperti Floating Market, tiket masuk Farmhouse ditukar dengan minuman susu atau sosis..

Parkiran Farmhouse ini cukup luas. Parkiran ini awalnya adalah lahan yang penuh dengan pohon besar. Halamannya besih banget. Tidak semua pohon yang ditebang sih. Masih ada sebagian pohon lagi yang tersisa. Tapi entah kenapa saya selalu sedih liat pohon-pohon yang ditebang, hiks…

Pohon-pohon yang sudah ditebang ini dimanfaatkan oleh pemilik Farmhouse sebagai souvenir yang dijual di sana. Souvenir-souvonir si Farmhouse ini berupa produk-produk rumah tangga seperti piring kayu, cobekan, sendok dan juga spatula, yang semuanya dari kayu. Ada juga kayu-kayu tersebut dijadikan bangku taman di sana

farmhouse-lembng-2

Sementara akar pohon-pohon besar tersebut dijadikan pagar pembatas antara parkiran dengan lorong atau jalan masuk ke pusat souvenir Farmhouse. Ah, sungguh ide yang sangat cemerlang. Kreatif banget dah pemiliknya supaya tidak membuang kayu-kayu tersebut menjadi sampah.

Ruang pajang souvenirnya bagus. selain tersedia prosuk-prodeuk dari kayu juga tersedia souvebir-souvenir yang temanya Kerajaan Inggris. Berbagai macam jenis barang tersedia di sama. Puas lihat-lihat pusat souvenirnya, saya kemudian pindah ke gedung sebelah.

Gedung di sebelah yang saya maksud ini adalah gedung yang bangunannya dibuat mirip dengan bangunan di eropa sana. Kaya bangunan tua Eropa yang usianya sudah ratusan tahun. Gedung eropa ini merupakan restoran di Farmhouse. Penampakan restoran ini keren lah, dengan gaya bangunan tua di Eropa.

img_0269

Waktu saya keluar dari ruang souvenir, hari kan hujan ya, eh si mbak sana menawari kami payung dan mengantar kami ke gedung sebelah yang bergaya Eropa tersebut. Sepertinya memang demikian pelayanan yang mereka berikan. Cap jempol buat pelayanan Farmhouse ini.

Tapi kami ngga makan di sana. Karena tadi kan juga baru selesai makan di Pasar Apung Lembang. Cuma kami potopiti aja di sini, hahaha.

Abis itu kami ke loket untuk menukarkan tiket dengan susu atau sosis. Kami bertiga pilih Sosis aja. Sosinya lumayan gede. Di dekat penukaran tiket ini juga terdapat taman yang sangat cocok buat keluarga. Sangat ‘ramah sosmed’ atau instagrameble deh tempatnya. Itu istilah yang disebutkan pemilik Farmhouse ini.

farmhouselembang-3

Oya sekadar tau aja ternyata Farmhouse ini adalah adiknya Lembang Floating Market loh. Maksudnya pemilik Pasar Apung Lembang dan Farmhouse ini orangnya sama. Bapak Perry, namanya. Ia juga pemilik tahu susu dan juga rumah sosis Bandung. Alhamdulillah tanpa sengaja kami bertemu beliau dan dengan senang hati berbagi cerita tentang wirausaha yang beliau jalani. Nanti saya bikin satu postingan tersendiri deh tentang Bapak Perry ini.

Okeey…. Yang mau main ke Bandung, seputaran Lembang, silahkan main ke sini. Tempat yang oke buat tongkrongan… 🙂

Sebenarnya kami di Farmhouse ini tidak lama. Yang agak lama justru cerita-cerita seru sama Bapak Willy ini. Pas udahan dari Farmhouse kami balik lagi ke hotel di Bandung. Tapi kan mampir dulu di Ciampelas ya, yang tentu aja bikin si Pak sopir makin manyun, hahaaha.

Advertisements

15 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s