Mesjis Raya Bayur Maninjau, Agam, Sumatera Barat

mesjid-raya-bayur-maninjau

Sewaktu saya jalan-jalan sendirian ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Maninjau saya sekalian mampir ke Masjid Raya Nagari Bayur. Bagi pembaca buku Negeri Lima Menara mungkin mengetahui bahwa Alif, si tokoh utama novel tersebut berasal dari Nagari Bayur, Maninjau Sumatera Barat.

Awalnya sih saya ngga tau, saya akan dibawa ke mesjid ini oleh abang ojek yang mengantarkan saya ke Meseum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Tapi karena melihat saya yang selalu antusias minta mampir di setiap mesjid-mesjid sepanjang jalan menuju Museum Rumah Buya Hamka dari Maninjau, abang ojeknya bilang akan membawa saya ke mesjid yang lebih bagus dan lebih besar, kira-kira 2-3 km dari pasar Maninjau.

Saya sih oke-oke saja dengan tawaran si abang ojek tersebut, hehehe. Karena saya merasa senang melihat mesjid mushala di sana, termasuk Rumah HR Rasuna said yang sekarang sudah jadi mushala. Dan begitu tiba di depan mesjid, dan liat plang namanya, saya baru ngeh nama tempat ini, Nagari Bayur, kampung halaman Alif Negeri Lima Negara. Atau juga kampung penulis buku tersebut, Ahmad Fuadi.

mesjid-raya-bayur-maninjau-1

Mesjid Raya Bayur ini bagus, besar dan megah. Halaman mesjid ini luas dengan undakan anak tangga di depannya. Dan juga ada kolam di depan mesjid, sebagai mana kebanyakan mesjid yang ada di Maninjau. Dari luar terlihat bahwa bangunan mesjid ini bergaya khas mesjid-mesjid tua di Sumatera Barat.

Saya masuk ke dalam mesjid dari pintu bagian utara mesjid. Bagian dalam mesjid sangat bersih dengan interior yang bagus. Sama seperti semua mushala dan mesjid di Sumatera Barat, pembatas antara jemaah pria dan jemaah wanita ada di tengah-tengah mesjid. Dan di samping pembatas ada meja untuk buya berceramah.

Karena saya tiba di sini sekitar jam 11.00, mesjidnya masih sepi. Tidak ada jemaah lain selain saya. Dan lagi-lagi saya didera rasa bersalah yang luar biasa karena tidak shalat sunah di sini, hanya datang untuk moto-moto doang. Tapi saya membayangkan betapa agungnya mesjid sebesar ini kalau mesjidnya penuh dengan jamaah, aamiin ya Allah… 🙂

mesjid-raya-bayur-maninjau-8

Advertisements

9 thoughts on “Mesjis Raya Bayur Maninjau, Agam, Sumatera Barat

  1. Aku juga bakal tidak tahan tak mampir kalau melihat mesjid mesjid tua asitektur Minangkabau atau yang menggambarkan adat Minangkabau, Firsty. Dan taman air di depannya itu sungguh cantik. Berarti Achmad Fuadi pernah juga sholat di sini ya…

    • Iyaa un… Sama… Aku juga kaya gitu. Makanya kalau jalan2 di kampung bareng temanku mereka jd sering kesal sama aku…hehehe…

      Kemungkinan Bang Ahmad Fuadi sering shalat di situ Un…

  2. Pingback: Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat | Firsty Chrysant

  3. Pingback: Keuntungan Tinggal di Dekat Mesjid | Firsty Chrysant

  4. Pingback: Catatan Kecil Libur Lebaran | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Catatan Kecil Mudik Lebaran | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s