411 : Unjuk Rasa 4 November 2016 Ikut?

Teman-teman, apa kabar semuanya? Dua bulan-an nih saya ngga ngeblog. Ngga liat Taman Biru saya. Si Taman Biru jadi jadi ngambek. Rerumputan liar mulai tumbuh di sela-sela bunga. Perdu-perdu mulai meninggi melebihi bunga-bunga itu sendiri. Pokoknya ngga keurus.

Jadi sekarabg mah ceritanya saya kangam taman biru saya. Mau bersih-bersih lagi. Mau beberes lagi biar taman ini jadi rapi lagi, hehehe.

Tapi setelah sekian lama ga ngeblog kok teman yang diangkat adalah tentang demo besok ya? Hehehe. Embeer…. Temanya emang tentang unjuk rasa yang akan dilaukan oleh umat islam besok.

Jujur, saya pengen banget ikut unjuk rasa besok. Tapi masalahnya saya bingung ikut unjuk rasanya melalui apa dan siapa? Saya ngga pernah ikut pengajian manapun. Ngga pula pernah ikut teman buat pengajian yang sering diadakan ustadz-ustadz di berbagai tempat.

Teman-teman di komunitas menulis saya sepertinya banyak yang ikut tapi bukan melalui komunitas menulis. Mereka ikut pengajian-pengajian yang mereka ikuti masing-masing. Mau ikut ke salah satu mereka kok jadi segan ya. Karena ngga pernah ikut pengajian di sana. Emang sih, ngga akan masalah kalau ikut walau ngga pernah ikut pengajian. Tapi kok ya merasa malu aja, hehehe… *banyak alasan amat lu Firsty…

Saya juga aktif ‘mengikuti’ WA Group Media Umat DKI Jakarta. Itu grup asli seru banget. Tapi saya mah ngga pernah sekalipun ikut ngobrol di sana. Jadi ngga ada yang dikenal sama teman-teman di sana. Jadi untuk ikut bergabung bersama mereka saya tentunya sungkan bangat ya. Secara ngga pernah juga ikut kopdaran bersama mereka sebelumnya….*alasan banyak amaaat dah Firsty.

Tapi saya sangat mendukung banget unjuk rasa ini. Serius, ini bukan unjuk rasa rasis Cina (saya punya sahabat Cina dan murid yang banyak Cina). Ngga! Ini adalah unjuk rasa karena ketidakpuasan umat Islam atas apa yang dilakukan Ahok dengan stetmen-nya yang asal njeplak, yang ASBUN. Kalau di Padang itu istilahnya “Bibia asa ka malambai” artinya, bibir asal melambai, alias asal cuap-cuap aja.

Okelah dia akhirnya minta maaf setelah awalnya bersikeras tidak mau minta maaf. Tapi permintaan maafnya pun (terlihat) tidak tulus. Apalagi kalau melihat Ahok yang terkenal dengan ucapan kotornya. Yaaah, istilah orang-orang, mulut jamban.

Sebetulnya, unjuk rasa besar kali ini tentunya tidak akan terjadi seandainya Polri (dalam ini Polda) tidak lelet menanggapi dan memroses keinginan umat Islam yamg berunjuk rasa Jumat 2 minggu lalu. Polri seperti tidak serius menanggapi puluhan ribu umat islam yang turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Akibatnya umat islam pun kembali melakukan unjuk rasa yamg lebih besar.

Tidak hanya umat islam di Jakarta dan sekitarnya yang ikut unjuk rasa. Bahkan ribuan umat islam dari berbagai daerah datang ke Jakarta dan akan ikut berunjuk rasa. Dan pemerintah pun menyiapkan pertahanan yang luar biasa. Brimob dari berbagai daerah didatangkan pemerintah ke Jakarta untuk pengamanan unjuk rasa.

Yang menjadi pertanyaan saya dan jutaan umat islam lainnya adalah, kenapa Presiden Jokowi terlihat seperti melindungi seorang Ahok ya. Presiden Jokowi yang malah melakukan libi-lobi politik buat meredam niat umat Islam berunjuk rasa. Sementara yang mau didemo mah kayanya anteng-anteng aja tuh.

Kenapa? Dan ada apa? Pertanyaan itu menjadi pembicaraan di masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa mereka sama-sama saling pegang kartu as. Mereka saling sandera. Apalagi sempat beredar bahwa Ahok menbuat pernyataan di twitter bahwa, kalau dia diperiksa bareskrim, maka Jokowipun akan terseret. So, ada rahasia apa ya di antara mereka.

Tapi yang pasti, saya sangat berkeyakinan~sama seperti-kebanyakan umat lainnya, bahwa unjuk rasa ini adalah unjuk rasa yang damai yamg dilakukan oleh umat Islam bersama ormas-ormasnya. Insya Allah ini unjuk rasa damai.

Akan tetapi jika terjadi chao, atau rusuh, saya juga percaya bahwa unjuk rasa ini telah disusupi dan ditunggangi oleh kelompok-kelompok lainnya yang menginginkan unjuk rasa ini menjadi rusuh dan chaos. Tetapi saya dan juga umat Islam lainnya berdoa dan berharap unjuk rasa ini berjalan damai dan tertib. Amin amin ya rabbal ‘alamin.

Jadi teman, ada yang mau ikut unjuk rasa besok?

13 thoughts on “411 : Unjuk Rasa 4 November 2016 Ikut?

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Firsty….

    Senang membaca kembali tulisan Firsty. Memang sudah menjadi berita di negara ASEAN tentang unjuk rasa (demontrasi) hari ini. Saya mendengarnya melalui Radio Televisyen Malaysia (RTM) semalam. Mudahan semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang cuba mengambil kesempatan sehingga menjadi kecoh. Ya pastinya, jika menghina Islam, orang itu harus menerima akibatnya. Mana-mana agama tidak pernah mengajar umatnya menghina agama lain apa tah lagi kitab sucinya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  2. Sejauh ini yang saya lihat di TV, unjuk rasa berjalan damai, syukurlah banget ya. Mudah-mudahan dengan demo ini apa yang ingin disampaikan bisa didengar dengan baik.

  3. Sayang ada provokator, kata temen yang di jakarta yang kantornya daerah sana emg ada yang lempar2 tapi sama pengunjuk rasa yang lain udah dicegah, jadi kayak ada adu argumen sesama demonstran…

  4. pemerintah kurang tegas kalo urusan yg nyangkut mayoritas. dan media jg jd alat pemecah belah luar biasa, ga tahu deh..ttg kutipan yg katanya sepotong2 si ahok ,ni org yg ngutipnya jg kudunya di proses.

  5. Pingback: Cerita Pilkada Jakarta di Atas Ojek Grabbike | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s