One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Wisata kota Malaka (foto-foto di link tersebut lengkap) memiliki situs-situs bersejarah yang membuat kota tersebut mendapat predikat sebagai kota Cagar Budaya Unesco. tapi meskipun begitu, wilayah wisatanya sendiri tidaklah terlalu luas. Kita bisa melakukan one day trip ke sana. Kecuali kalau bener-bener mau masuk ke semua museum yang ada, sehari pasti ngga cukup.

Pagi itu, setelah kami menjual cincin adikku di money changer, baru kami jalan-jalan ke kawasan kota tua Melaka. Dari jalan Munshi Abdullah kami terus aja jalan sampai menemukan perapatan Munshi Abdillah dengan Little India. Kami belok ke arah jalan Little India yang merupakan jalan utama menuju Red House atau Dutch Square.

Little India adalah kawasan di jalan yang menuju Red Square yang dipenuhi oleh toko-toko orang India. Yang dijualpun (sepertinya) merupakan produk-produk yang biasa digunakan oleh masyarakat India. Dan sepanjang jalan di Little India tersebut aroma dupa ‘mewarnai’ udara di sana. Tidak ada yang bisa kami liat di sepanjang jalan tersebut. Kami hanya melewatinya saja.

Red Square

Red Square

Di ujung jalan Little India tersebut, terdapa prapatan lampu merah yang salah satu pojoknya terdapat taman yang dipenuhi oleh burung merpati. Di sisi kiri jalan arah Red square terdapat gereja Katholik Francis Xaver (mudah-mudahan ga salah). yang berdiri megah di pinggir jalan. Jaraknya kira-kira 30 dari lampu merah.

Di seberang gereja inilah terdapat dinding ucapan selamat datang di Malaka. Dan persis di sebelah dinding ucapan selamat datang di Malaka terdapat jalan kecil menuju Red square di pinggir sungai Malaka. Kami menyusuri jalan kecil tersebut sambil menikmati suasana kota Malaka di pinggir sungai Malaka yang airnya bersih tersebut.

Airnya sungainya bersih. Tidak hanay itu, lingkungan sepanjang jalan pinggir sungai juga sangat bersih. Dan suasananya juga asyik. Banyak rumah-rumah tua di sepanjang pinggir sungai yang dijadikan penginapan murah meriah.

Malaka River Cruise

Tidak terlalu jauh jarak menuju Dutch Square sih. Pengunjung Red Square sangat ramai. Maklum, tanggal merah, libur Natal. Saking ramainya pengunjung berasa jadi kurang seru juga, hehehe. Abisnya ngga ada ruang kosong saking ramenya orang. Mereka semua beraksi di depan kamera, foto bareng atau selfa-selfian.

Oya, yang menarik di sini adalah becak-becaknya dihias sedemikian rupa. Dan full musik. Tapi lagu-lagu yang terdengar rata-rata adalah lagu dangdut indonesia, hahaha.

Puas poto-piti di Red Square, kami naik ke Stadhyus, yang sekarang sudah menjadi museum. Tapi kami ngga masuk ke dalamnya. Bukan apa-apa, selain saya ngga ada yang berminat masuk museum. Ngga masalah sih saya masuk sendirian tapi kan ngga seru kakak dan adik saya bengong aja di luar. Ya udah, masuk museumnya skip aja deh. Lanjut ke bukit Famosa, melihat reruntuhan bekas gereja Katolik, St. Paul.

Bukit St. Paul Melaka View

Gereja Katolik ini berada di atas puncak bukit yang tidak terlalu tinggi. Paling mungkin tinggi puncak bukitnya sekitar 50 meter. Gereja ini dulunya mungkin cukup besar di masanya. Pemandangan di depan gereja cukup indah karena merupakan titik tertinggi dibandingkan di daerah sekitarnya.

Di depan gereja Katolik ini, terdapat patung Francis Xaver yang menghadap ke arah pantai. Di dalam bekas gereja ini juga terdapat beberapa prasasti nisan yang terbuat dari baja. Nisan-nisan ini merupakan nisan tentara atau pejabat Belanda yang meninggal semasa penjajahan Belanda di Malaka.

Kami ngga lama di sini. Abis itu turun lagi menyusuri jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan tua. Bangunan-bangunan ini dijadikan museum oleh pemerintah Malaka. Di bagian ujung jalan, terdapat secuil bekas benteng famosa yang disebut dengan Forta de Santiago yang berada tidak jauh dari replika Istana Kesultanan Malaka. Istana tersebut sekarang hanya menjadi museum Kesultanan Malaka.

Baba Nyonya Haritage

Museum Baba Nyonya

Dari sana, kami balik arah lagi ke Red Square. Di seberang Red Suare, di dekat jembatan, ada gedung dua lantai yang bagian atasnya dijadikan surau atau mushala, dan di bagian bawahnya dijadikan pusat informasi wisata Malaka. Karena udah capek mutar-mutar, kami istirahat aja di di pinggir kali yang ada di samping mushala sambil menunggu waktu zhuhur masuk, hehehe.

Udah selesai shalat zhuhur, baru kami muter-muter ke arah Jalan Jonker. Muter-muter doang, liat-liat aja. Ngga beli apa-apa juga selain air minum mineral, hahaha. Dan terus lanjut ke arah museum Baba Nyonya, museum peranakan keturunan Cina di Malaka. Saya juga ngga masuk ke dalannya. Tiket masuknya MYR 16. Mengingat duit yang kudu dihemat, hanya fotoin aja bagian luarnya, hehehe. *nasiiiib dah… :p

Abis itu balik lagi ke penginapan. Awalnya kami mau menyusuri pinggir sungai lagi, tapi ngga jadi. Kami ambil jalan kecil aja yang berjarak 10 – 15 m dari sungai. Sepanjang jalan balik ke penginapan, saya mampir di Museum Laksamana Cheng Ho di jalan Hang Jebat. Dan juga mampir ke makam Hang Jebat. Trus, lanjut nyari restoran buat makan siang di restoran Seri Sahabat, tempat tadi pagi saya juga beli sarapan.

Little India Melaka

Perut udah lapeeeer banget. Dan kaki juga udah pegeeeel banget. Lumayan dah bisa istirahat sebentar di rumah makan sebelum balik lagi ke penginapan buat ambil barang. Sekalian juga beli makanan di bungkus buat makan malam pas ntar nyampe di Kuala Lumpur nanti malam.

Pas kami ke terminal Malaka Central, kami naik taksi yang ongkosnya 15 ringgit (jadi sebel ingat semalam yang bayar 30 ringgit). Tapi ya sudah sih, anggap saja sedekah, hehehe, maksa amat ya sayaah… 🙂

Welcome to Kuala Lumpur, dengan pengalaman yang juga seruu.. 🙂

becak hias yang umumnya memutar lagu dangdut Indonesia

becak hias yang umumnya memutar lagu dangdut Indonesia

foto-foto yang  lengkap ada di postingan yang ini ya… 🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka

  1. Pingback: Hotel City Inn, Jalan Sultan, China Town, Kuala Lumpur. | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s