Red Square or Dutch Square Malaka

Red Square

Red Square

Salah satu objek wisata utama Negeri Malaka yang terkenal adalah Dutch Square atau Red Square. Dutch Square atau Alun-Alun Belanda Red ini adalah kawasan kota tua bekas peninggalan penjajahan Belanda di Malaka. Kawasan ini disebut Red Square karena bangunan yang ada di sini bercat merah.

Red Square atau Dutch Square pada masa pemerintahan kolonial Belanda merupakan kawasan pusat kota pemerintahan kolonial. Orang Malaka menyebut Red Square ini dengan sebutan Rumah Merah. Saya tau-nya pas nanya ke seorang bapak-bapak lokasi Stadthuys, dia langsung bilang Rumah Merah. Dan kata si bapak tersebut mereka biasa menyebut Stadthuys dengan sebutan Rumah Merah.

Di kawasan Dutch Square sini saja terdapat objek wisata berikut :

1. Stadthuys
Stadhuys artinya adalah balaikota. Jadu Stadhuys adalah bangunan pusat pemerintah Hindia Belanda di Malaka sekaligus sebagai temoat tinggal gubernur jenderal dan wakil gubernur jenderal Kolonial Belanda di Melaka.

Sekarang bangunan belas balaikota Belanda di Malaka tersebut berubah fungsi menjadi museum. Yakni Museum Etnografi, Museum Sastra, Galeri Laksamana Cheng Ho dan juga Museum Pendidikan.

Stadthuys Red square Melaka

2. Gereja Kristen (Christ Church)
Gereja Kristen atau Christ Church adalah gereja bersejarah yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di Malaka. Lokasi gereja ini persis berada di samping Stadhuys dan menghadap ke arah barat.

Red Squae Melaka Church

3. Victorian Fontain
Victorian Fontain atau air mancur Victoria adalah air mancur yang dihadiahkan Ratu Inggris, Ratu Victoria kepada pemerintah kolonial Inggrie kepada Malaka. Victorian Fontain ini berada di tengah area alun-alun ini, berjarak sekitar 40 m di depan Geraja Christus. Dan berjarak sekitar 20 m dari samping Stadhuys.

Victoria Fontain Malaka

Victoria Fontain, Malaka

4. O’clock Tower
Menara jam ini letaknya berdekatan dengan air mancur Victoria. Mungkin dulunya ini jam merupakan jam utama bagi warga kota. Biasanya jam ini menara ini dibangun di pusat kota, seperti halnya Big Ben di Inggris dan Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera barat.

Stadthyus O'clock Malaka

Bagian utara Red Square ini mengalir Sungai Melaka atau Melaka River yang airnya bersih. Pengunjung kota Malaka bisa menyusuri sungai ini di pinggirnya dengan berjalan kaki atau naik kapal wisata yang disebut Malaka River Cruise. Di seberang Sungai Malaka terdapat jalan Jonker yang sangat terkenal sebagai pusat wisata kuliner, apalagi pada malam hari.

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Red Square dari seberang Sungai Malaka

Di bagian selatan Red Square terdapat beberapa objek wisata sejarah lainnya. Seperti Bukit Famosa yang terkenal dengan reruntuhan gereja St. Paul. Di bawah bukit berderet beberapa museum sampai benteng Famosa atau Forta de Santiago. Tidak jauh dari benteng ini terdapat replika Istana Malaka yang sekarang dijadikan museum oleh Pemerintah Malaysia.

Selamat datang di Malaka, kota Situs Bersejarah Unesco, Malaysia.

2 thoughts on “Red Square or Dutch Square Malaka

  1. Pingback: Penginapan di Malaka : Victor’s Guesthouse | Firsty Chrysant

  2. Pingback: One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s