Pasar Apung Lembang, Lembang Floating Market, Ikon Baru Wisata Lembang

Pasar Apung Lembang aka Lembang Floating Market 11

Oke, saya mau lanjutin lagi cerita jalan ke Bandung yang menggunakan taksi tua dengan sopirnya (yang juga tua) yang super sangat menyebalkan. Ketika perjalanan turun dari Gunung Tangkuban Parahu, pak sopir tua yang menyebalkan tersebut berharap kami segera balik ke Bandung. Iiiiih, mana bisa, Mang. Kan udah dicater seharian. Masih ada tujuan lain Mang : Pasar Apung Lembang.

Akhirnya dengan setengah hati si pak sopir masuk ke area Pasar Apung yang berada di pusat kawasan pasar Lembang. Dia pura-pura susah nyari parkir. Mungkin dalam pikirannya, kalau parkir ngga ada kami langsung balik aja ke Bandung kali ya. Oh no no no *jari telunjuk menari-nari di depan mata pak supur*

Mobil yang keluar dari parkiran banyak kok, otomatis pasti ada parkiran yang kosong. Masa iya udah nyampe di parkiran mau balik kanan lagi. Nooo. Dan alhamdulillahnya malah dapat di dekat pintu tiket masuk pasar apung, yeee…😛

Pasar apung Lembang Floating Market

di poto aja yang lagi potopiti

Tiket masuk Pasar Apung, 15.000 per orang. Dengan tiket masuk tersebut, pengunjung mendapat satu gelas minuman, hangat atau dingin. Saya sih memilih kalau ngga salah teh hijau. Pengunjung Pasar Apung benar-benar ramai. Banyak pengunjung yang datang datang berombongan ke sana.

Ide pembuatan pasar apung ini saya bilang sangat cerdas. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, pasar apung ini kan merupakan tempat makan dengan konsep taman dan di tengah-tengah taman ada telaga beaar. Di tengah-tengah telaga inilah yang kemudian dijadikan foodcourt yang menyediakan berbagai jenis makanan.

Makan di atas telaga dengan penjual yang menjajakan makanannya di atas perahu. Inilah nilai jual floating market alias pasar apung ini : foodcourt di tengah telaga yang dikelilingi taman. Soal makanannya sendiri sih, menurut saya biasa aja. Bisa dibilang ini makanan buat cemilan, saya pas ke sana ngga nemu nasi, padahal udah lewat jam makan siang. Ada juga yang berat kaya bakso, tapi bakso bagiku bukan makanan utama, hahaha.

Soal harga makanannya, menurutku agak mahal sih ya, untuk ukuran cemilan, hehehe. Tapi namanya juga tempat wisata. Pada mahal kan. Tapi paling ngga kita ‘bayar’ suasana tempatnya lah, hehehe.

Pasar Apung Lembang aka Lembang Floating Market 18

Sistem pembelian makanan di sini juga unik. Ngga bayar langsung pake duit kes ke penjualnya. Tetapi dengan cara pengunjung menukarkan dulu uangnya dengan uang ‘logam’ pasar apung ke kasir. Ada 3 jenis pecahan uang logam pasar apung ini, uang 5000, 10.000 dan 20.000.

Kalau pengunjung mau beli makanan, bayarnya pakai uang logam ini. Jadi tidak ada transaksi pakai uang ‘kes’ antara penjual dengan pembeli. Cara transaksi yang bagus juga. Mungkin nantinya penjual makanan tukar uangnya pada manajemen pasar apung sebanyak koin yang mereka miliki ya.

Untuk mencapai foodcourt ini dari pintu gerbang utama, ada 2 cara. Pertama jalan aja mengitari area taman atau pinggir telaga yang hijau dan adem. Nanti akan ketemu gerbang foodcourt. Atau juga bisa naik perahu kecil dari dermaga kecil yang terdapat sekitar 10 meter dari gerbang masuk. Bayar perahunya cuma 2000 perak aja, maka kita akan tiba di seberang, di samping gerbang foodcourt.

Uang Pasar Apung Lembang aka Lembang Floating Market

Selain makan di foodcourt yang di atas atas air, pengunjung juga bisa main berbagai macam wahana air. Jadi buat yang bawa anak-anak, pasti menyenangkan bagi anak-anak. Tenang, meskipun telaganya ngga dalam, hanya sekitar 1 meter dalamnya, pengunjung tetap diberikan pelampung. Supaya memberikan petualangan seru bagi pengunjung, terutama buat anak-anak, dan juga memberikan kesan aman.

Taman di floating market ini juga ngga sekadar taman biasa, tetapi dibuat tematik. Kontur atau lanskap taman juga lengkap dengan tanjung dan teluk di sisi telaga. Dan tak lupa dilengkapi dengan rumah joglo di pinggir keseluruhan area taman pasar apung. Ada juga taman kelinci bagi anak-anak yang pengen main sama kelinci. Untuk masuk ke taman kelinci ini bayar lagi. Saya lupa persisnya berapa, tapi kalau ngga salah 15.000 atau 25.000 gitu deh.

Satu hal yang patut diacungi jempol di taman pasar apung ini adalah, taman pasar apung ini sangat bersih. Tidak ada sampah yang berceceran di tanah. Petugas kebersihan Pasar Apung selalu siap sedia menyapu sampah yang ada.

Dari floating market ini kita bisa melihat dengan jelas bangunan putih Planetarium Boscha.  Selamat liburan di Pasar Apung Lembang aka Lembang Floating Market.

6 thoughts on “Pasar Apung Lembang, Lembang Floating Market, Ikon Baru Wisata Lembang

  1. Tulisan menarik yang membuat pembaca jadi penasaran dan ingin datang ke tempat itu. Bagaimana akhir ceritanya dengan Pak Supir tua itu? Apakah dia masih menunggu di tempat parkiran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s