Trip Singapura Malaysia : Ngirit Makan dan Minum di Singapura

Singapura

Niat buat sekadar mejeng doang di depan universal sudah terlaksana dengan sukses luar biasa (lebay dikit boleh lah). Juga foto-foto di depan arena lainnya seperti aquarium sentosa dan beberapa spot lainnya. Lumayaaanlah, daripada ngga ada sama sekali, hahaha *ketawa miris.

Setelah selesai shalat kami semua, saya, adik saya, kakak angkat dan anaknya minum di keran air minum gratis yang tersedia di jalan menuju pantai Siliso. Minumnya kudu dipuas-puasin dulu biar ngga lemes dihidrasi karena kekurangan cairan tubuh, eeaaaaa, gaya dah ngomongnye.

Ngga cuma minumnya aja yang dipuas-puasin minum, semua botol yang kosong juga dipenuhin, hehehe. Mengingat air mineral yang 600 ml rata-rata berharga 1,2 dolar di Vivo’s City. Rasanya sungguh menyakitkan liat harganya, hahahaha.

air di singapura maha, jadi ngandalin dispenser ini deh

air di singapura maha, jadi ngandalin dispenser ini deh

Udah puas minum dan ngisi botol di Pantai Siliso, Pulau Sentosa, tujuan kami berikutnya adalah ikon utama Singapura, siikan berkepala harimau : Merlion. Keponakan saya menyebutnya Singa Muntah, hehehe. Tentu saja karena si Merlionnya selalu ‘memuntahkan’ air mancur dari mulutnya😛

Tapi karena perut kami sudah sangat lapar, kami makan dulu di Vivo’s City Mall yang terhubung dengan Pulau Sentosa. Berhubung harga makanan di Vivo’s muahaaal, kami makan satu porsi berdua. Si uni makan sama anaknya, saya berdua dengan adik saya. Dan untungnya adalah, porsi nasi padang di sana besar. Saya berdua sama adik saya sangat kekenyangan. Sementara si uni tentu lebih mengutamakan Ridho, anaknya. Tapi untungnya Ridho siang itu ngga rewel makannya. Jadi porsi gede tersebut aman dimakan berdua sama mamanya.

Baru setelah makan kami melanjutkan ke Merlion menggunakan MRT. Kami keluar di stasiun Rafless di pintu yang ada di bawah gedung UOB (kalau ngga salah gedumg UOB ya). Kami ke Merlion melewati jalan di pinggir Sungai Singapura menuju jembata Cavenagh.

Jujur saja ya, saya selalu salut dengan tata kelola Negeri Singapura ini oleh pemerintahnya. Begitu keluar dari MRT sampai kemudian tiba Merlion, tidak ada satupun tempat yang tidak bagus untuk diabadikan kamera. Bangunan modern yang menjulang tinggi bersinergi dengan bangunan tua peninggalan Inggris di kawasan Rafles.

Ada jembatan tua Cavenagh yang berdampingan dengan hotel Fullerton. Di seberangnya ada gedung Victoria dengan halaman dan taman yang teduh dan hijau. Semuanya tertata rapi dan sangat bersih. Jadi wajar saja Singapura menjadi daerah tujuan wisata utama di Asia Tenggara.

Itu hotel kayanya keren banget. Ngayal nginep di situ, haha

Itu hotel kayanya keren banget. Ngayal nginep di situ, haha

Jadi kamipun tidak lupa membuat rekam jejak sepanjang jalan dari pintu keluar stasiun Rafles menuju Merlion. Gara-gara kebanyakan foto di setiap jengkal jalan yang menuju Patung Merlion, waktu tempuh yang seharusnya bisa 10 menit (jalan santai) jadi setengah jam lebih, hampir satu jam, hahaha. Lupa kalau kami belum tiba di tempat tujuan utama, hehehe.

Begitu tiba di patung Singa Muntah tersebut, langsung aksi buat poto-foto, buat rekam jejak ‘ini loh foto waktu saya ke Singapura’ hehehe. Merlion Park ini sangat ramai pengunjung. Dan semuanya pada rebutan cari posisi yang bagus supaya bisa foto dengan gaya ‘mangap’ minum muntahannya si singa muntah ini, hehehe.

Di sini kami ngga lama-lama karena hari sudah sore. Apalagi kami nginapnya di Johor Bahru. Ditambah lagi kami harus kembali ke Vivo’s City dulu untuk mengambil koper dan tas yang tadi kami titipkan. Baru setelah itu dari Vivo’s City, kami naik MRT yang tujuan stasiun MRT Kranji, dan dari Kranji kami menunggu bis SBS tujuan Johor Bahru Central di Johor.

IMG_0010a

Tapi ya, ada kejadian yang bikin sebel yang dilakukan Ridho. Ia pengen beli minuman yang di kulkas otomatis. Saya tau dia pasti pengen nyoba beli minuman itu bukan karena minumannya itu sendiri. Tapi karena pengen nyoba beli dengan cara otomatis itu. Tapi harganya kan jauh lebih mahal.

Saya minta pengertiannya untuk beli minumannya di toko yang ada di dalam stasiun. Dia ngga mau. Ngambek. Makin lama jalannya makin pelan. Tiap dipanggil pura-pura ngga dengar dan makin pelan. Udah mau nyeberang di lampu merah jalan depan hotel fullerton dia ngga peduli disuruh cepat-cepat. Makin ogah-ogahan jalannya. Kesel banget saya sama kelakuannya yang kolokan. Saya tau sebagai anak tunggal apa yang diinginkannya pasti selalu langsung dikabulkan mamanya. Tapi masalah yang pertama adalah yang pegang uang kan saya. Yang tau itung-itungannya juga saya.

Sampe udah di seberang ia lagi-lagi jalan kaya keong. Ngga peduli teriakan kita supaya ia bergegas. Kalau dia ponakan kandung saya udah pasti saya merepet mulu ocehin dia. Tapi dia bukan keponakan kandung saya, jadi ditelan aja keselnya saya. Eh tapi keponakan saya juga kayanya ngga ada kolokan kaya gitu sih…😛

Sebenarnya sih, Ridho anaknya asyik kalau dia kalau ngga lagi kolokan. Asyiiiik banget malah. Ngga kenal capek dan nyantai aja diajak jalan kere. Tapi kalau kolokannya udah kumat, atau pengen sesuatu (dan harus dipenuhi keinginannya) pengen tak gerus aja dia mah hehehe. *untung mak nya ga pernah baca blog gue, hehehe.

Okey…. Siap-siap naik MRT ke Vivos’s City…

Welcome to Johor Bahru.

One thought on “Trip Singapura Malaysia : Ngirit Makan dan Minum di Singapura

  1. Pingback: Trip Singapura Malaysia : Numpang Mejeng di Universal dan Merlion :) | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s