Stadthuys Red Square or Dutch Square, Malaka, Malaysia

Red Square Melaka

Stadthuys, Red Square Malaka

Stadthuys merupakan salah bangunan bangunan utama yang terdapat di kawasan Red Square atau Dutch Square, Malaka. Bisa juga disebut Alun-Alun Belanda 🙂 Kata Stadthuys ini merupakan ejaan lama bahasa Belanda, Stadhuis yang artinya adalah Balai Kota.

Jadi bangunan Stadthuys dulunya merupakan gedung balai kota pusat pemerintahan kolonial Belanda di Melaka. Tetapi selain sebagai tempat pusat pemerintahan Belanda, Stadthuys juga menjadi tempat tinggal Gubernur Jendral Belanda dan Wakil Gubernur Jenderal Belanda yang berkuasa di Malaka.

Waktu saya datang ke ke Red Square ini, yang terbersit di hati saya adalah kekaguman saya pada pemerintah Malaysia yang mengelola warisan sejarah masa lalu. Bagunan di sini masih sangat terawat dan bersih. Begitu juga lingkungan objek wisata sendiri, bersih dan bebas dari sampah. plus, banyak pohon rindang di kawasan tersebut.

Ah, kalau saja pengelolaaan wisata kota tua kita seperti yang ada di Malaka, pasti kita objek wisata yang mempunyai daya tarik yang kuat bagi wisatawan asing. *berandai-andai, hehehe… 😛

Oke, marikita kembali berbicara tentang Stadhuys… 🙂

Stadthuys Red square Melaka

Stadthuys yang berubah wujud menjadi Museum Etnografi dan Sastra Malaka

Sejarah Stadthuys sudah sangat panjang, sudah beratus tahun. Stadthuys dibangun tahun 1560, dan menjadi bangunan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda yang paling tua di Asia. Bangunan ini menjadi salah satu bangunan yang termasuk ke dalam situs bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh Unesco atau Unesco Heritage Site.

Pada masa pemerintahan kolonial Inggris di Malaysia, Stadthuys pernah berganti fungsi menjadi sekolah. Awalnya sekolah tersebut merupakan sekolah yang dikelola oleh gereja yang dibuka tahun 1826. Tetapi kemudian pada tahun 1878 pemerintah kolonial Inggris mengambil sekolah tersebut dan menggantinya dengan Malacca High School atau Sekolah Tinggi Melaka.

Setelah masa kemerdekaan Malaysia, sampai tahun 1979, Stadthuys kembali difungsikan sebagai kantor pemerintahan di Malaka. Sekarang Stadthuys menjadi Museum Sejarah dan Etnografi, Galeri Laksamana Cheng Ho, Museum Sastra. Di dalam museum ini terdapat berbagai macam koleksi benda bersejarah yang terbagi ke dalam beberapa galeri. Galeri-galeri ini dikelompokam berdasarkan tema dan periode sejarah.

Bangunan Stadthuys yang berada di kaki bukit Famosa ini, dibangun mengikuti kontur bukit tersebut. Jadi pintunya ada yang berada di dataran yang sejajar dengan jalan raya, ada pula yang berada di atas bukit. Kalau kalau kita naik tangga yang ada di dekat air mancur ‘Victorian Fontain’ sekitar 15-an anak tangga kita akan berada di pintu utama masuk Museum Sejarah Etnografi.

Stadhuys dari Melaka River

Red square or Dutch Square dari seberang Malaka river

Dan kalau kita terus jalan mendaki kita akan berada di depan Galeri Laksamana Cheng Ho. Tetapi pintu masuk semua museum dan galerinya satu pintu. Artinya, dengan membayar satu tiket di Museum Etnografi, maka pengunjung bisa menikmati semua area museum di Stadthuys.

Harga tiket masuk ke dalam Museum Etnografi dan ke semua museum yang ada di Stadthuys ini adalah MYR 10 untuk orang asing, atau yang bukan warga Malaysia. Bagi warga Malaysia, HTM-nya adalah MYR 5. Lumayan, tidak terlalu mencolok perbedaannya karena tarif masuknya cukup murah, padahal persentase perbedaannya 50% loh, 🙂

Sayangnya, saya tidak masuk ke dalam museum ini karena hanya saya saja yang tertarik untuk masuk museum ini. Kakak dan adik saya ngga tertarik. Dan lagipula karena seharian saja di Malaka, jadi sebaiknya memang saya tidak usah keliling ke dalam museum.

Saya kuatir nanti kehabisan waktu hanya di museum ini saja, ngga bisa putar-putar ke objek wisata lainnya. Tapi sekarang saya agak menyesal juga ngga masuk ke dalam museum tersebut, hehehe… 🙂

3 thoughts on “Stadthuys Red Square or Dutch Square, Malaka, Malaysia

  1. Pingback: Malaka, Museum Sejarah malaysia | Firsty Chrysant

  2. Pingback: Red Square or Dutch Square Malaka | Firsty Chrysant

  3. Pingback: One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s