Malaka, Museum Sejarah malaysia

Malaka, siapa sih yang kenal dengan nama daerah ini? Sejak zaman dahulu kala, Malaka merupakan daerah yang sangat terkenal dalam perdagangan internasional. Karena Malaka dulu merupakan kerajaan dengan bandar atau pelabuhan yang sangat ramai. Malaka menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang membuat bangsa-bangsa Eropa ingin menaklukan dan menguasainya.

Jejak jejak peninggalan negara-negara penjajahan Eropa masih membekas di Malaka. Sangat banyak malah. Dan berada di wilayah area yang dulunya pusat pelabuhan Malaka. Di sana kita bisa melihat peninggalan-peninggalan bangsa Portugis, Belanda dan juga Inggris yang pernah bergantian menguasai Malaka. Dan juga jejak  peninggalan-peninggalan bangsa Eropa tersebut berbaur dengan jejak bangsa Cina serta India yang datang ke Malaka.

Kesemua peninggalan kebudayaan yang masih terjaga dan terawat dengan baik. Sehingga membuat Malaka menjadi kota wisata yang dilindungi oleh Unesco, badan PBB bidang  Pendidikan dan Kebudayaan. Juga terdapat replika Istana Kesultanan Malaka yang sekarang dijadikan museum, dan tidak lagi menjadi tempat tinggal keturunan keluarga Kesultanan Malaka.

Museum Istana kesultanan Melaka

Museum Istana kesultanan Melaka.

Peninggalan-peninggalan bersejarah Kota Malaka tersebut menjadi daya tarik utama pengunjung. Ketika saya, adik dan kakak saya serta anaknya berencana melakukan perjalanan ke Malaysia, Malaka menjadi destinasi wajib yang masuk dalam daftar kota yang harus kami kunjungi. Khusunya oleh saya.

Di Malaka, banyak hal yang bisa kita lihat. Mulai dari replika Istana Kesultanan Malaka, Gedung Balai Kota Kolonial Belanda atau yang disebut Stadthuys. Juga ada gereja peninggalan Belanda, reruntuhan gereja Katholik St. Paul di bukit Famosa, gereja Katholik Francis Xaverius, jalan Jonker dengan pasar malamnya, makam Hang Jebat, museum Laksamana Cheng Ho, museum peranakan Cina Baba Nyonya yang berada dalam satu kawasan.

Malaka juga mempunyai wisata sungai. namanya Malaka river Cruise. Wisatawan naik kapal kecil dan menyusuri sunggai malaka sepanjang sekitar 9 km. Sungainya bersih dan dan airnya lumayan jernih. Di sepanjang sungai pengunjung bisa menyaksikan berbagai sudut kota tua Malaka.

Saya perkirakan kawasan wisata kota tua Malaka yang meliputi wilayah seputar Rumah Merah Malaka, replika Istana Malaka dan kawasan Jonker, berada dalam radius 1,5 km. Jadi pengunjung yang mepet waktu bisa mengunjungi kawasan wisata Malaka secara full dalam satu hari.

Hanya saja, kalau pengunjung ingin merasakan suasana malam di Malaka, maka cobalah nginap satu malam di Malaka. Dan nikmatilah keriuhan kota Malaka. Tapi sejujurnya sih saya juga belum pernah merasakan suasana malam di Malaka. Karena saya tiba di sana tengah malam dan besok sorenya berangkat ke Kuala Lumpur.

Jadi, buat kamu yang menyukai wisata sejarah, maka Malaka merupakan kota yang wajib masuk list kamu. Ini kota yang ramah turis banget dah. Penginapan di sini murah dan bersih. makanan juga murah. Meskipun nyari makanan yang halal agak lebih sulit dari makanan non halal.

Dalam pemerintahan, Malaka berbeda dengan 9 negara bagian.lainnya. 9 negara bagian bentuk pemerintahannya adalah Kesultanan. Seperti Kesultanan Johor, Selangor, Pahang, Negeri Sembilan dll. Malaka bersama Negara Bagian Penang, Serawak dan Sabah dipimpin oleh Gubernur. Jadi, kerajaan Malaka yang dulu sangat terkenal pada abad ke 16 sekarang telah’hilang’ tersapu oleh sejarah penjajahan di bumi Malaka.

Tapi meskipun demikian, Malaka merupakan salah satu daerah di Malaysia yang ramai dikunjungi oleh turia mancanegara. Malaka dan George Town menjadi dua kota di Malaysia yang masuk dalam Unesco World Heritage, kota yang dilindungi oleh Unesco.

Berikut adalah sedikit foto-foto kota Malaka yang saya aplod pada postingan ini.

Makam Hang Jebat, Sahabatnya Hang Tuah.

Stadthuys di Red Square Malaka

Museum di Malaka

Gereja Katholik dan Prasasti

Baba Nyonya dan Jonker Walk

Sudut Kota Malaka

 

8 thoughts on “Malaka, Museum Sejarah malaysia

    • Reruntuhan gereja katholik jaraknya paling 10 m dari stadhuys… Kalau gereja katholik yang ada itu di sebelum masuk area red square dr jalan laksamana kl ga salah.

      Kalau aku ngga sempat ke kampung portugis, chetty dan morten, hehehe..

      kemaren nginap di Victor. dirimu nginap di mana?

  1. Pingback: Red Square or Dutch Square Malaka | Firsty Chrysant

  2. Pingback: Penginapan di Malaka : Victor’s Guesthouse | Firsty Chrysant

  3. Pingback: Jual Cincin di Money Changer Malaka Malaysia | Firsty Chrysant

  4. Pingback: One Day Trip di Malaka : Jalan-Jalan Sehari Keliling Malaka | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s