Matematika Lagi

15 % x 25 % = 375 % ????

25 % x 15 % = 375 % ????

Kayanya aku selaluuu aja penasaran dengan matematika. Apalagi yang berhubungan dengan materi pelajaran sekolah murid lesku, hehehe.

Bahwa matematika itu sangat sulit dan susah bagi sebagian besar orang, benar. Bahwa matematika bikin otak keriting bagi sebagian besar orang, itu juga benar. Banyak yang anti dengan pelajaran matematika. Tapi tentu banyak juga yang suka dengan matematika.

Naah, ini ada kasus lagi. Satu buku pelajaran, buku paket yang dipake satu sekolah murid lesku. Di buku tersebut ada satu materi yang cara menghitung atau penyelesaiannya menurutku sangat nyata kesalahannya. Saaaangat salah.

Daan yang lebih parah lagi adalah gurunya muridku nyontek abis-abisan cara penyelesaian yang salah tersebut. Aku minta ke muridku supaya dia bilang ke gurunya bahwa cara yang ada di contoh di buku cetak mereka salah. Begitu juga yang diajarkan bu guru mereka.

Rupanya si muridku yang privat ini ngga berani mengkapkan pada gurunya tentang kesalahan tersebut. Naah satu orang (mantan) muridku yang lain berani menyampaikan hal yang sama pada gurunya. Anak ini juga muridku sampai akhir desember lalu selama hampir 3 tahun (sekarang aku keluar dari tempat aku ngajar les, hehe). Ia dibuatkan catatan oleh ayahnya cara penyelesaian yang benar.

Si guru, yang diprotes murid entah ngga mencoba bertanya pada guru lain, malah membuatkan catatan lagi ke ayah si murid gue ini. Dan lucunya, jawaban yang dia buat makin ngaco. Si (mantan) murid ini mengirimkan foto jawaban yang diberikan ayahnya dan juga jawaban gurunya padaku.

Seperti apa contoh soal tersebut? Yuuk mareee kita lihat yaa…. 🙂

Liat di contoh soal yang ada di foto. Di situ terlihat 25 % x 15 % = 375 %.

Di dalam jawaban yang ada di buku, jawabannya 375 %. Kenapa 375% dari mana datangnya angka tersebut? Kalau jawabannya 375 %, berarti si penulis buku menghilangkan salah satu persen yang ada di situ. Tapi apa dasarnya dia menghilangkan persen tersebut? Mbuhlah.

Yuuuuk kita hitung jawabanya yang benar.

 20160220_001547

Atau kita bisa juga mencari dengan cara yang ke 2 yaitu : dengan cara ubah dulu menjadi decimal.

20160220_001953

Trus ya, muridku ulangan di sekolahnya. Naah, pas pembagian kertas ulangan, si anak kan memperlihatkan pada orangtuanya dong. Ayah si anak liat coretan yang dibuat gurunya. Si ayah protes dan membuat jawaban yang benar, ini adalah foto jawaban bapaknya muridku yang protes sama gurunya, untuk ulangan soal no 19.

IMG-20160219-WA0005
Yang tinta hitam adalah hasil jawaban ayah muridku, sedangkan yang tinta merah adalah hasil jawaban guru yang bermaksud menjelaskan ke ayah si murid bahwa “Gini loh cara nyarinya, Pak!”

Eh, jawaban yang dikasih malah makin konyol. Entah dari mana datangnya jawaban seperti itu. Masa iya oleh gurunya muridku 0,5 % jadinya 50/100. Kalau 0,5 benar sama dengan 50/100. Tapi kalau 0,5 % kan harusnya 0,5/100 yang kalau dijadikan desimal sama dengan 0,005.

Pendapatku ya, begitu melihat kasus ini, harusnya gurunya murid les-ku bertanya pada guru yang lain tentang konsep ini. Ketika ada murid yang datang ‘protes’ ke dia tentang konsep yang diajarkannya salah, harusnya langsung koreksi diri. Tanya sama guru yang lain, khususnya guru yang memang spesialisasinya matematika.

Sebaiknya jangan merasa diremehkan karena diprotes murid. Jangan merasa harga diri terluka ketika murid datang memberikan cara yang benar. Dan juga jangan pula malu bertanya. Karena seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Dalam hal ini ‘sesat’ menjelaskan konsep matematika sama murid-murid sendiri… 🙂

Oya dulu juga ada kejadian lain yang dialami murid-murid lesku dengan guru yang sama juga. Tentang menentukan tanggal yang menggunakan KPK.

*Duuh, jadi bisa membayangkan, betapa seramnya kalau buku yang kita buat ternyata memberikan informasi yang salah atau salah konsep.

Advertisements

63 thoughts on “Matematika Lagi

  1. Wah Firsty, ini kesalahan parah banget. Kok bisa sih penulisnya ga cek ricek dulu. Background akademisnya gimana tuh, trus editornya juga gimana. Aku jadi emosi nih baca ginian, soalnya aku cinta banget sama matematika. Dan maaf kata, gurunya kenapa bisa seperti itu cara mengerjakannya. Itu kan dasaarr banget matematikanya. Seorang guru lho ini. Bahaya ih.

  2. Waduh itu gurunya salah berat. Paraaah kwa ha ha…… Eh sempet marah mungkin pas di protes sama murid. Mungkin harga dirinya terluka, jadi jawabannya semakin kacau.

  3. yaampun fisra sebenernya kuliahmu di mana siy, ya les korea, y ametematika, ya nulis. kereen bener. ahahha OOT.

    titin baca ini malah mikir, kalo bsk ngajarin anak jangan2 juga, salah 😀

  4. Kalau kesalahan yang ada di buku, saya kira mungkin ada kesalahan ketik sehingga yang mestinya 3,75 jadi 375 (kecuali kalau angkanya berubah jadi angka yang sama sekali berbeda baru memang bukunya yang keliru). Tapi kalau soal guru yang kekeuh… mohon maaf, gurunya seperti apa ya… kok agak ajaib kalau sampai menyalahkan seperti itu. Ya tapi guru juga manusia jadi anggaplah ketika memeriksa ujian itu beliau sedang ngantuk… :hehe.

    • Aku kemaren lupa memasukkan poto bukunya Gara… Sekarang sudah ada. Contoh dari buku tersebut yang diliat gurunya.

      Daaaan sayangnya lagi sepertinya gurunya ga ngantuk karena diprotes muridnya saat jam belajar…

      • Alamak itu contoh yang nomor 2 juga salah… masa 2% x 75% = 150%? Oke, pengetik bukunya agak ndableg.
        Setahu saya kalau guru matematika itu kuliahnya juga belajar matematika deh. Bolos kali beliau waktu mata kuliah itu.

      • wwkwkkw… bolosnya pas materi itu aja ya gara… 🙂
        Laah jaman sekarang kan banyak yang jadi guru ngga dari pendidikan… Jadi dia belajar semalam dulu sebelum kasih ke muridnya…

        Kalau guru PGSD kan ketauan emang belajar semua mata pelajaran SD kan yaa

      • Iya kali Mbak :hihi.
        Lah itu bahaya… kalau guru mengajarkan materi yang salah terus anak didiknya mengikuti (bahkan mengajarkan ke temannya), mau jadi apa? Ini memang satu materi kecil tapi kalau dibiarkan bisa jadi berabe lho. Mungkin orang tua harus bersurat ke kepala sekolah…

      • Orang tua sudah bersurat kepada guru, heheh melalui anak…

        Tapi ngga tau deh, itu sama gurunya mat bagi murid les ku jadi pelajaran yang menyeramkan…

      • Jadi gemes sama gurunya Mbak. Mengajarkan sesuatu yang salah terus nggak mau mengaku ketika diberitahu yang benar itu menurut saya dosa banget.

      • makanya itu Gara… Gurunya rempong banget. Makanya guru juga harus rajin baca dan belajar yaa biar ngga ngajarin yg salah… kasian muridnya kan yaa.

        kalau muridnya ngga suka mat dan ngga nyantol sih ngga masalah, ntar bakal lupa sendiri. kalau muridnya suka dan ingat cara gurunya ngajarin kan kasian…

  5. Aku suka berpikir matematis karena matematika (setauku) selalu memiliki satu pernyataan benar dan kalaupun dinyatakan dlm pernyataan lain haruslah setara. Seperti case diatas tentu aja 0.5 / 100 tidak sama dg 5 / 100 tidak sama dg 50 / 100. Hmm.. CMIIW..

  6. Haaaah??? Parah banget ini! Coba kalo orang tua-nya tipe yang cuek (atau ga tau, misal kurang pendidikan), atau anaknya ga ikut les lain, atau anaknya ga diskusi belajar sama orang tuanya. Kan jadi kaco banget dong pendidikan di negara kita ini. *hyah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s