Cerita Beli Tiket di Salah Satu Kantor Travel Besar

Ini kejadian sebelum lebaran, saat aku beli tiket buat pulang. Susaaah banget dapet diket yang ramah di kantong, meskipun untuk 2 minggu – 10 hari sbelum lebaran. Semuanya rata-rata di kisaran harga 900 ribu sampai sejutaan. Dan untuk seminggu sebelum lebaran, jangan ditanya deh, minimal 1,2 juta. Kalau Garuda di atas 2 jutaan…😛

Bayangkan saja, penerbangan normal selain lebaran saja ada 20-an penerbangan setiap hari. Pas lebaran ada ekstra flight yang tentunya bikin harga makin melonjak karena mengadkomodasi biaya penerbangan yang balik ke Jakarta yang mungkin setengah kosong.

20150218_062148

Pas hari itu, minggu, aku ke Grand Indonesia. Eh, coba tanya tiket di sebuah kantor travel besar dan terkenal. Dapat harga katanya 860.000 pake Lion Air. Okelah, aku booking dulu, ntar setengah jam sebelum time limit, ntar aku datang lagi buat mastiin.

Dan ternyata si Mas yang tadi menerimaku ngga ada, yang ada hanya si Mba nya saja. Daan, di kertas bookinganku ternyata harga tiketnya ngga 860.000, tapi 665.000. Kok bisaa yaa? Dan merea ngga mau dengan harga 665 ribu tersebut, tetap 860. Okelah aku ngalah.

Cuman aku bener-bener langi ngga beruntung, itu tiket hangus, gegara mereka leleeet amat meladeni aku. Padahal aku udah bilang “oke in dulu” sembari kasih kartu kreditku. Mereka bilang iya. Tapi ternyataa, mereka ngga oke-in dulu dan tiketku hangus. Malah nyalahin aku yang datang teat. Helllowww, telat gimana, gue udah datang 25 menit sebelum jam time limit kok.

Akhirnya, berabe tuh aku sama mereka. Kesal dengan pelayanan yang jelek banget gitu, dan kesal juga tiket yang udah paling murah melayang dari tangan, aku kirim aja email ke pengaduan kantor utama mereka. Sekalian juga bukti slip booking dan pembayaranku, aku kasih aja via email…🙂

Ini emailku ke mereka :

Kepada YTH, Bapak Ibu….

Pada hari minggu sekitar jam 2 siang, saya melakukan booking tiket Lion Air jurusan Jakarta – Padang untuk tanggal 6 Juli 2015. Penerbangan jadwal 17.55. Pegawai yang menerima saya adalah karyawan pria yang namanya tidak saya ketahui. Saya anggap saja namanya Mas Boy. Dan satu karyawan wanita yang saya perkirakan namanya adalah Mba Renny Suryani. Karena di dekatnya ada kartu nama R.S. Dan saya minta maaf kalau saya salah orang.

Mas Boy menyatakan ongkos pesawat Jakarta Padang tersebut adalah IDR 860.000. Dengan batas waktu jam 15.20. Karena pertimbangan suatu hal saya tidak langsung cetak tiket dan saya bilang pada Mas Boy, saya akan kembali nanti jam 3. Saya akan ke Gramedia sebentar.

Jam 3 saya kembali ke X Tour tetapi Mas Boy tidak ada, yang ada hanyalah (yang saya perkirakan sebagai) Mba R. Mba R lah yang kemudian menyadarkan saya bahwa harga tiket saya yang tertera adalah IDR 665.000, bukan IDR 860.000. Saya tentu saja senang dengan harga tersebut meski saya heran dengan perbedaan harga tersebut.

Pada saat itu Mas Boy masuk ke dalam kantor, dia dari luar. Mba R memastikan ke Mas Boy berapa harga tiket sebenarnya. Saya tanya mereka apa harga bisa mereka ubah begitu saja sesuai kemauan atau kebijakan kantor (X Tur)? Jawaban mereka TIDAK. Kalau tidak kenapa harga yang tertera 665.000, tapi dibilang pada saya 860.000? Jawaban Mas Boy adalah BAHWA LION AIR EMANG SEDANG EROR. Loh kenapa harus menyalahkan Lion Air??

Mas Boy kemudian tanya saya apakah saya jadi mau beli atau tidak, saya bilang tetap jadi karena saya harus pulang besok. Saya kemudian minta mereka oke-in tiket saya, karena time limitnya sudah mau habis. Kata saya, “Oke in aja dulu deh,” sembari menyerahkan kartu kredit saya.

Jeda waktu antara saya memberikan kartu kredit saya dengan Mba R mengambil kartu saya cukup lama karena mereka berdua masih sibuk dengan komputer mereka karena sepertinya ada masalah dengan koneksi mereka. Bergantian memakai komputer di beberapa meja. Dan (kalau saya tidak salah ingat) juga menelpon seseorang. Saya kembali bilang ke mereka untuk oke-in tiket saya.

Tapi saya juga tetap tanya, apa ngga bisa harga tiketnya diturunkan karena perbedaannya 200.500. Saya naik 105.000 rupaiah, mereka turun 100.000 rupiah, mereka tetap bilang tidak bisa. Oke tidak masalah, saya tetap bersedia membayar seharga 860.000 rupiah. Hanya saja saya komen gini, “Ngga nyangka aja pelayanan kantor travel sebesar ini ternyata kaya gini!” mereka hanya balas minta maaf doang.

Saya kemudian balas lagi, “Ya udah mau gimana lagi. Paling nanti saya bikin di surat pembaca kompas aja!”

Si Mba kemudian mengambil kartu kredit saya dan membawa ke bagian pembayaran. Tetapi kemudian terlihat pembicaraan yang cukup lama dan sangat serius antara Mas Boy dengan Mba R di sana. Setelah itu, Mba R datang lagi dan bilang ke saya bahwa harga yang harus saya bayar adalah yang 665.000 aja. Karena ini adalah kesalahan si Mas Boy. Mba R bilang bahwa Mas Boy masih baru.

Saya yang merasa kasihan sama Mas Boy yang harus nombokin 200 ribu (entah dia karyawan lama atau baru) kembali menawarkan opsi yang tadi : saya bayar 770 ribu, naik 105 ribu dan Mas Boy yang nanggung 100 ribu. Si Mba R setuju.

Kemudian dia kembali ke meja kasir dan melakukan penarikan sebesar 770 ribu. Saya oke. Ngga masalah sama sekali.

Tetapi kemudian yang terjadi adalah, tiket saya sudah hangus. Katanya time limitnya sudah habis. Naaah kaaan…?? Saya tadi sudah bilang ke mereka supaya oke-in dulu tiket saya karena time limitnya sudah hampir habis. Hanya tersisa sekitar 10 an menit lagi saja. Tapi mereka masih sibuk dengan komputer mereka dan terjadi pembicaraan yang serius yang cukup antara mba R dengan mas boy, trus kembali ngomong lagi dengan saya, balik lagi ke meja kasir, melakukan penarikan untuk pembayaran saya.

Kemudian mereka kembali utak atik komputer dan menelpon, lantas bilang bahwa tiket saya sudah hangus dan harga yang tersedia adalah 963.000 rupiah tapi untuk penerbangan jam 20.20 (kalau ngga salah). Mereka tanya saya mau ambil apa ngga, tanpa rasa bersalah sama sekali. Saya pikir saya sudah cukup kooperatif dengan mereka, tetapi saya pikir sikap mereka sangat tidak simpatik, seakan-akan mau lepas tangan begitu saja.

Demikian email saya tentang pengalaman yang tidak menyenangkan ketika membeli tiket di X Tour.

Oya ngomong-ngomong soal kooperatif, tahun kemaren saya juga membeli tiket Jakarta – Padang. Kebetulan struk pembayaran untuk X travel hilang. Mereka meminta saya men-scan struk saya. Dan saya melakukannya dengan cara foto melalui whatsapp padahal saya sudah berada di Padang loh.

Aku akhirnya tidak menyebut nama travel tersebut karena mereka sudah menelpon dan minta maaf dan menyatakan sudah memberikan teguran pada karyawan mereka. Minta maaf doang sih, padahal gegara tiket yang salah tersebut, aku pulang ke Padang ngga langsung ke Padang, tetapi melewati Pekan Baru dulu, baru nyambung lagi naik travel 7 jam. sebeeel ngga sih…

Tapi ya sudahlah, paling ngga mereka nantinya jangan bersikap seenaknya sama langganan mereka, nantinya.

32 thoughts on “Cerita Beli Tiket di Salah Satu Kantor Travel Besar

    • keseeeel banget… tapi mau gmn lagi…

      Iya, permintaan maaf doang. Kalau itu ngga mereka lakuin. Atau ngga ada respon cepat dr mereka langsung tak posting di blog dan kemudian kirimin lagi email buat kasih tautan postingan, hehe…

  1. Gak bakalan diganti rugi sama travel yang notabene hanya mengandalkan persentase penjualan tiket. Solusinya pindah saja ke travel yang lain. Semoga komentar saya ini dibaca pihak travel.🙂

  2. Bisa ya Mbak pihak travel itu mainin harga sampai Rp200k… kalau saya mungkin sudah mencak-mencak di sana :hehe. Tapi buat antisipasi, saya biasanya pesan tiket jauh-jauh hari terus biasanya pesan sendiri, jarang ada yang lewat travel… tapi saya kurang tahu sih apa harga di travel jauh lebih murah atau bagaimana :hehe.

    • Sekarang udah coba beli langsung lewat situsnya. biasanya kan aku minta tolong teman yg kerja di travel… dia selalu mau bantu liat pergerakan harga tiket, hehehe…

      feb… ada lomba nulis traveling tuh di elex… ayao ikuuut…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s