Puncak Lawang ~ Matur (Matua) Sumatera Barat : Maninjau View

IMG_0136aBagi orang Sumatera Barat, Puncak Lawang adalah salah satu objek wisata yang populer. Bagaimana tidak, di sini, di Puncak Lawang kita bisa menyaksikan keindahan Danau Maninjau yang bak cermin raksasa. Dan sayangnya saya sama sekali belum pernah jalan-jalan ke Puncak Lawang ini, hehehe.

Disebut Puncak lawang karena puncak bukit tersebut berada di nagari Lawang, Matua atau Matur. Lawang ini berada 3 km dari Simpang Matua, yang berada di jalan raya Bukittinggi – Maninjau. Dan Puncak Lawang sendiri juga berada 4 km dari pusat kenagarian Lawang.

Puncak Lawang ini ditumbuhi pohon pinus dengan udara yang sangat segar. Dari Puncak Lawang pemandangan Danau Maninjau seperti kaca raksasa yang dikelilingi perbukitan yang hijau. Puncak Lawang menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Maninjau.

Saya baru main ke Puncak Lawang ini seminggu setelah lebaran 2015. Saya datang ke sini bersua sama sahabat saya pakai motor dari Solok. Saya yang bawa motor dan teman saya yang bonceng.

IMG_0100aYeaaay… Bagi saya ini sangat luar biasa sekali bagi saya karena saya ternyata bisa mengendarai motor sampai ke Puncak Lawang pergi pulang. Hanya saya yang sendiri mengendarai dari berangkat sampai kemudian tiba lagi di rumah. Jaraknya mungkin ada lebih dari 170 km pp. Makanya saya bilang itu sangat luar biasa bagi saya yang jarang make motor.

Capek? Jangan ditanya lagi capeknya. Cuaaaapekkk banget.

Kami tiba di Puncak Lawang udah agak sore. Jam 3 lewat. Tapi pengunjung masih sangat ramai. Di sini, teman saya duduk nyantai doang di bawah pohon pinus. Kalau saya, keliling-keliling area puncak untuk mencari objek yang bagus untuk difoto.Dan juga motoin orang-orang yang lagi selpi-selpian,

Tapi sayangnya cuma satu, keindahan Danau Maninjau sudah mulai terhalang kabut musim kemarau panjang yang sudah melanda daerah Sumatera Barat. Dan beberapa bulan berikutnya, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi diributkan dengan kabut asap karena terbakarnya hutan di daerah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

IMG_0074a

Masuk ke objek wisata ini pada hari biasa cuma 5000 rupiah per orang. Pas lebaran 2015 kemaren harga tiket masuknya 15.000 per orang. Tapi itu sudah termasuk parkiran kendaraan. Jadi, bisa dibilang tiket masuk pengunjung saja yang dihitung, parkiran kendaraan tidak. Jadi ketika mau jalan sudah tidak dipungut biaya parkiran lagi.

Tapi sebelnya adalah tiket yang dikasih adalah tiket fotokopian, bukan tiket asli. Saya ngotot minta tiket asli. Tapi karena ngga ada ya mau gimana lagi. Iiiih, lagaknya para petugas itu benar-benar sangat menyebalkan. Bagi petugas itu, kalau kami ngga suka dikasih tiket fotokopian, ya sudah, ngga usah ke sana! Songong bangat dah, mentang-mentang lagi lebaran, mentang lagi rame.

Dan bagi kamu yang datang bersama keluarga, tersedia beberapa macam permainan untuk anak-anak. Ada permainan flying fox buat dewasa dan remaja. Tarifnya Rp. 25.000. Bolak-balik Rp. 50.000. Buat kamu yang suka camping, kamu bisa camping di sini loh.

IMG_0102a

Begitu juga bagi kamu penyuka olahraga yang memacu adrenalin seperti paralayang, Puncak Lawang adalah salah satu tempatnya. Kamu bisa terbang dari ketinggian sekitar 900 m, di atas danau Maninjau.

Tidak lama sih saya dan teman saya di sana. Mungkin hanya satu jam paling lama. Setelah saya selesai keliling-keliling foto-foto di sana, saya ikutan duduk sebentar sama teman saya. Abis itu langsung pulang. Tapi pulangnya lewatin jalan yang memutar dulu. Tidak melewati pusat Nagari Lawang lagi tapi melewati jalan lingkar yang menuju Lawang Park (yang sayangnya kami tidak mampir ke sana) dan Ambun Tanai.

Karena hari sudah sore, kami langsung pulang, tidak melanjutkan perjalanan ke Danau Maninjau. Cukup hanya di taman-taman dengan pemandangan Danau Maninjau saja. Itu aja tiba di rumah sudah jam 10 malam, pegeeeeeeel luar biasa. Tapi walaupun pegel sangat menyenangkan sih…. 🙂

Capeknya ngebolang pake motor bikin jadi pengen ngebolang bawa mobil deh, hehehe. Amin-amin Ya Allah Ya Rabbal ‘alamin.

Menuju Puncak Lawang

31 thoughts on “Puncak Lawang ~ Matur (Matua) Sumatera Barat : Maninjau View

  1. Biasa tempat hiburan rakyat kalo lagi moment yang tepat kayak saat lebaran tiket membumbung tinggi dan gak ada tiket resmi, 🙂
    Firsty tangguh juga bersepeda motor sejauh itu.

  2. Pingback: Taman XIII Balai Basa Lawang Matur | Firsty Chrysant

  3. Pingback: Taman Ambun Tanai, Matur (Matua) Sumatera Barat | Firsty Chrysant

  4. Pingback: Ngebolang ke Maninjau Sendirian Naik Ojek | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Tukang Palak di Objek Wisata Sumatera Barat itu Bernama Tukang parkir | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Sungai Batang Maninjau. | Firsty Chrysant

  7. Pingback: Bukber Paling Berkesan Bagiku : Kabur Manjat Jendela Kelas Yang Tinggi | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s