Nekat ke Pulau Bali Sendirian : Penginapan di Kuta

20130510_171130Saya kembali luntang lantung mencari hotel murah yang sesuai dengan kantong saya yang hanya tersisa 400 ribu di tabungan saya. Saya pergi ke daerah Kuta dan istirahat sebentar di warung muslim yang berada tidak jauh dari mesjid yang ada di Kuta. Atas kebaikan si mbak yang menjaga toko tersebut, ia meminta tolong adiknya untuk membantu saya mencari kos. Si mas tersebut menemani saya mencari hotel murah dengan menggunakan motor.

Daannn ternyata susah banget nyari hotel yang sesuai menurut kantong saya. Si mas yang berasal dari Lombok tersebut tetap dengan sabar mau menemani saya keliling masuk dan keluar gang Pompies dan gang-gang lainnya di sekitar Kuta untuk mencari penginapan. Kayanya ada deh saya mutar-mutar selama hampir dua jam, Kuta.

Dan akhirnya saya menemukan hotel atau losmen yang sesuai, sebuah losmen yang cukup bagus dengan kolam renang di depannya (padahal ini juga ngga ada manfaatnya buat saya, hehehe..:). Si ibu resepsionis penginapan mengatakan ada satu kamar kosong yang bisa 100 ribu permalam, tapi tidak ada tivi dan ac, dengan syarat harus menginap dua malam. Okey, I get it!

Sebagai rasa terima kasih saya menyelipkan sedikit uang lelah pada si mas tersebut, dan juga membelikannya minuman dua botol minuman segar. Makasih ya Mas, jasamu tak akan pernah aku lupakan… 🙂

Selesai menaruh tas di kamar, saya segera main ke Pantai Kuta, pengen merasakan senja di sana. Pantainya sangat ramai. Jadilah aku sendirian jalan-jalan di pantai tersebut diantara hiruk pikuk sore hinga senja, saat matahari tenggelam, tanda masuknya waktu maghrib.

Dan akupun kembali ke penginapan.

20130511_170701

Saat aku masuk ke kamar itu, saya baru merasakan sesuatu yang tadi tidak aku rasakan. Mungkin karena sudah mendapatkan kamar yang terjangkau kantongku. Ketika masuk kamar, aku merasa kamar ini sangat pengap dan lantainya tidak bersih. Dan saat duduk di atas kasur saya merasa spreinya juga tidak bersih, seperti sudah lama terpasang. Dan yang lebih membuat saya tidak nyaman adalah saat saya melihat lemari. Entah kenapa saya tidak sangat ingin membuka lemari tersebut.

Dan ketika saya menuju kamar mandi yang pintu persis berdampingan dengan pintu kamar mandi, saya merinding. Di kamar mandi pun sama, westafelnya sudah retak dan saluran airnya pun rusak. Air dari westafel langsung jatuh ke lantai kamar mandi.

Dan ketika shalat maghrib pun, entah karena sudah parno duluan, saya seperti mendengar suara sangat rebut di kamar mandi. Seperti angin kencang. Mata saya berkali-kali menangkap bayangan yang hadir di cermin (arah shalat menghadap ke cermin) yang datang dari arah pintu lemari dan pintu kamar mandi.

Saya tahu itu hanyalah godaan-godaan syaithan yang mengganggu shalat saya, tapi tak urung membuat saya berpikiran harus menemukan saudara saya dan mengajaknya tidur di kamar ini. Maka sayapun menelpon lagi Uni Z dan alhamdulillahnya diangkat setelah hapenya yang hidup mati sepanjang dari siang kemarin sampai tadi sore.

20130511_170527

Tanah Lot ~ Firstychrysant

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s