Mengejar Pesawat ke Jakarta

DSC04334

Jam sudah menunjukkan menunjukkan pukul 4 waktu Singapura alias pukul 3 waktu Indonesia Barat. Tapi kami masih belum dapat tiket ferry yang akan membawa kami ke Batam. Untuk ferry yang akan menuju Batam Centre, tiket akan dijual jam 4.20 dan berangkat pukul 5. Solusinya adalah Indah antri di loket ferry yang akan berangkat ke Batam Centre, aku dan Yuni nyari loket ferry lain yang juga mau ke Batam.

Akhirannya ketemu masih di dekat situ juga, loket ferry Horizon yang akan berangkat jam setengah 5. Kami pastikan apakah kalau kami beli sekarang masih kebura ga naik.kapal? Si petugas loket yang rada-rada ngga ramah itu menjawab masih keburu. Akhirannya kami panggil Indah dan memutuskan ambil tiket yang ferry Horizon. Hanya sayangnya, pelabuhannya bukan Batam Centre tapi ke harbour bay kalau nga salah. Okelah ngga apa-apa yang penting nyampe Batam secepatnya berburu pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta lagi.

Begitu kami masuk ke bagian pemeriksaan imigrasi, ternyata oh ternyata antriannya panjang banget. Sementara jam sudah mendekati pukul setengah 5. Aku walaupun belum punya tiket balik ke.Jakarta dari Batam, ikut deg-degan dengan pemeriksaan yang terasa sangat lama ini.Yang membuat kami cukup tenang adalah, bebepa penumpang di depang kami juga mempunyai tiket ferry yang sama dengan kami. Setidaknya ketegangan berkurang melihat orang-orang tersebut yang sikap.sangat santai aja.

Di Jembatan Cavenagh

Indah dan Yuni di Jembatan Cavenagh

Akhirannya setelah kami bertiga lepas dari pemeriksaan imigrasi, kami segera ke ruang tunggu yang ada di lantai bawah. Daaan. Penumpang sudah menumpuk di sana. Ada yang sudah antri, ada pula yang masih duduk santai di bangku ruang tunggu. Begitu pintu palang dibuka semua orang langsung berdesak-desakan sehingga terjadi aksi dorong-dorongan. Akupun sama, masuk lewat sela pintu palang yang ada di sebelah. Untung Yuni dan Indah mengikuti langkahku, hahaha.

Okee… Kami sudah ada di kapal ferry horizon yang akan berangkat ke Batam. Ternyata naik kapal ke Batam tidak seketat yang aku bayangkan. Aku pikir cukup ketat juga taunya ngga. Langsung milih tempat duduk sesuka hati. Dan ferry pun berangkat telat 15 menit dari yang dijadwalkan.

Tiba di pelabuhan Batam pukul 5 kurang 10. Pas 1 jam waktu tempuh Singapura – Batam. Kembali berhadapan lagi dengan imigrasi. Antrian lagi. Tapi untungnya antriannya ngga terlalu panjang.

Di luar terminal kedatangan pelabuhan, para calo taksi berusaha mencari penumpang. Gilaa… Di sini taksinya ngga pake argo tapi ongkos sudah mereka tetapkan sendiri. Dan untuk tujuan bandara batam tarifnya adalah 120.000. Iiiiiih… Sebel aja melihat tingkah polah orang yang merajalela kaya gini. Ketika kami hendak nyari taksi ke luar ke arah jalan raya, eh mereka bilang jalan rayanya masih jauh.

Pantai palawan. Juga biasa. Tapi nyaman buat liburan keluarga. areal berpasirnya luas dan air lautnya tenang.

Pantai palawan. Juga biasa. Tapi nyaman buat liburan keluarga. areal berpasirnya luas dan air lautnya tenang.

Karena jadwal pesawat Yuni dan Indah sudah mepet, hari sudah menunjukan pukul 5 lewat mau ngga mau kami naiki juga taksi di dalam areal pelabuhan tersebut. Daaan ternyata jalan raya ngga jauh kok dari parkiran taksi di pelabuhan. Dekat amat malah. Tapi ya sudahlah, kami kan harus buru-buru. *tetep keseeeelll sama tu taksi.

Perjalanan ke bandara memakan waktu hampir setengah jam. Untungnya si sopir taksinya mau diminta ngebut. Dan ketika taksi tiba di lampu merah bandara, Indah ditelpon pihak maskapai untuk konfirmasi keberangkatan mereka. Kata spir taksinya 5 menit lagi nyampe karena udah di lampu merah bandara.

Untungnya pihak maskapai mau nunggu merekauntuk chek-in. Baik banget ya Sriwijaya Air. Begitu tiba di parkiran bandara Batam, Indah dan Yuni langsung berlarian ke dalam ruang check in. Mereka bilang “duluan ya Kak,” sambil teriak dan berlarian, hehehe… Alhamdulillah mereka bisa chek in last minutes…

Bagaimana dengan aku? Aku terdampar dong semalam di Batam, hehehe. Untung ada orang baik yang mau nampung dan terima aku nginap di rumahnya… bayangkan ditolong orang yang sama sekali ngga aku kenal dan dia ngga kenal aku, tapi mau ajak aku nginap di rumahnya…. huhuhu… terharuuuu…

Advertisements

10 thoughts on “Mengejar Pesawat ke Jakarta

  1. Kebayang itu deg degannya gimana kejar pesawat. Hebat bisa langsung akrab sama orang yang belum dikenal dan bisa ditawari menginap. 😀

    • iyaa… aku juga pernah ngerasainnya hampir ditingga pesawat, dag digd gder… Jadi aku ngerti banget perasaan kedua temanku yang lagi galau banget selama di taksi…

      Iya… aku juga ngga oercaya sama sekali Mas Dani… Yang hebat si ibu itu yang alhamdulillah percaya sama aku… Kalau aku belum tentu bisa seperti itu…

  2. Pingback: Menemukan Orang Baik di Perjalanan | Firsty Chrysant

  3. Treatment di negara sendiri beda dengan treatment di Singapura ya Firsty. Kayaknya di negara kita gampang banget kita jadi korban, korban supir taksi hehehe…

  4. Nah cerita pas ditumpangin mana mbak?
    Pengalamannya hampir sama kayak aku haha, buru2 mengejar pesawat di Batam. Ironisnya pas sampe delay 3 jam haha

  5. Pingback: Menemukan Orang Baik di Perjalanan : Ditumpangi Nginap Oleh Orang Yang Ngga Dikenal | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s