Nyari Hotel dan Wifi

Begitu nyampe hotel, aku langsung bilang bookingan atas nama Yuni. Si mba resepsionisnya melihat faktur tamu. Ada, masih di atas meja resepsionis. Loooh?? Langsung aku tanya apakah kedua temanku udah datang atau belum. Dan jawabannya adalah belum. Whaaatt?? Ini udah hampir jam 11 malam loh. Mereka tersasar di mana? Apa mereka jalan-jalan dulu?

Karena khawatir aku minta pasword wifi ke mba resepsionisnya. Berjam-jam tanpa koneksi internet jadi kaya orang bego, haha. Aku berharap mereka berada di zona yang ada wifi-nya. Tapi ternyata nggak. Begitu WA aktif ngga ada wa dari mereka. Adanya cuna dari adikku dan Jeung Lala dan grup. Ada sms yang masuk dari Yuni uang nanyain aku ada di mana. Aku coba sms tapi pulsaku ngga cukup buat sms…hadeeuh…

Aku coba WA Jeung Lala, minta tolong dia sms Yuni. Aku kasih instruksi lewat Jeung Lala mereka harus di stasiun Kallang dan kemudian harus naik bus no 67 atau 7. Dan alhamdulillahnya adalah mereka berdua menerima instruksiku walaupun hanya komunikasi searah. Jam setengah 12, mereka tiba di hotel berdasarkan instruksi yang aku kasih, hehehe…

DSC04313Akhirannya kami bertiga naik ke lantai 5. Tadinya aku udah mencoba naik ke kamarku. Tapi begitu keluar dari lift di lantai 5, aku langsung mundur teratur, hahaha. Lorong lantai 5  tersebut bikin aku ngga nyaman. Baunya pengap dan berasa itu hotel udah tua banget. Aku ngga berani sendirian masuk kamar kosong nan gelap. Lantas aku turun lagi, hahaha.

Nah, pas kami ke atas bertiga, lumayanlah, perasaan ngga nyaman itu agak berkurang. Walaupun kamarnya sederhana lumayanlah untuk bertiga. Daripada di dorm yang rame-rame tapi total beda biaya penginapan ngga nyampe 100 ribu rupiah per orang. Lumayaaan laaaahh.. :p

Untung Indah bawa sari roti dan yuni bawa pop mie. Jadilah malam itu kami makan roti dan pop mi. Rupanya nasi yang aku makan dengan ukuran ‘super kecil’ kaya biasa udah menguap di udara malam singapura, hahaha…

Malam itu aku tidur dengan kondisi antara tidur dan ngga tidur. Seperti biasa, aku adalah orang yang susah tidur kalau bukan di kamarku sendiri… 😛 Jangankan kamar hotel bintang 1 atau bintang 2 yang modelnya tua kaya gini, diajakain nginap di Hotel Mulia yang bintang aja aku milih tidur di kos-ku. Hahaha… Dasar katro…  😛

Advertisements

11 thoughts on “Nyari Hotel dan Wifi

    • ya begitulah Tje… Aku paling susah tidur di tempat baru. Penderitaan banget sih sebenarnya tapi gimana lagi…

      Pengen juga kaya orang-arang yang langsung pelor. nemplok begitu nyium bantal, hehe

  1. Pingback: Hotel 101 Geylang, Lor 12, Singapura | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s