Prasasti Adityawarman Pagaruyuang Batusangka

Prasasti Adityawarman

Prasasti Adityawarman

Adityawarman adalah salah seorang raja Kerajaan Pagaruyuang. Wilayah Kerajaan Pagaruyuang ini meliputi daerah Sumatera Barat dan beberapa kawasan di sekitarnya.

Asal usul Adityawarman masih diperdebatkan. Menurut kitab Pararaton, Adityawarman adalah putra dari Dara Jingga, Putri Kerajaan Dharmasraya dengan Raden Adwayawarman, salah seorang bangsawan Majapahit. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ia adalah anak Dara Jingga dengan raja Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.

Tetapi Muhammad Yamin, salah seorang bapak bangsa, sejarawan, sastrawan Indonesia yang berasal dari Sawahlunto (berada dekat dengan Dharmasraya), menyakini bahwa Adityawarman lahir dan besar di Dharmasraya. Setelah dewasa baru berangkat ke Majapahit karena saudara perempuan ibunya yang bernama Dara Petak adalah isteri Raja Majapahit, Raden Wijaya.

DSC02380Kerajaan Dharmasraya ini adalah kerajaan yang berada di wilayah yang sekarang dikenal dengan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Kalau dari kota Padang ke ibukota Kabupaten Dharmasyaya kira-kira 3,5 – 4 jam-an perjalanan.

Ibukota Kerajaan Dharmasraya yang semula di Siguntur kemudian dipindahkan ke daerah pedalaman. Tepatnya di daerah Pagaruyuang, Batusangkar. Nama Pagaruyuang kemudian menjadi sebutan buat kerajaan Dharmasraya yang berpindah ibukota ini.

Di daerah Pagaruyuang ini banyak ditemukan situs-situs peninggalan bersejarah kerajaan Pagaruyuang. Salah satunya adalah situs prasasti Adityawarman. Situs prasasti Adityawarman ini oleh masyarakat Sumatera Barat disebut sebagai Batu Basurek. Salah satu lokasi batu basurek ini berada di daerah Pagaruyuang. Tepatnya di seberang Rumah Gadang Bundo Kanduang.

Situs prasasti Adityawarman di Gudam Pagaruyuang ini terdiri dari beberapa buah batu tulis. Tulisan di prasasti ini berbahasa Sansekerta dengan huruf pallawa. Hanya saja sayangnya banyak prasasti yang tidak bisa dibaca karena tulisannya sudah tidak jelas.

This slideshow requires JavaScript.

***

Pada awalnya aku ngga tau lokasi prasasti Adityawarman ini. Aku melihat prasasti ini secara ngga sengaja pas berhenti sebentar. Ketidaksengajaan yang menguntungkan bukan? Aku turun dari motor, dan masuk ke area prasasti.

Kompleks Batu Basurek ini berada di pinggir jalan raya Batusangkar Pagaruyuang. Dan kompleks situs Batu basurek ini tidak besar. Di dalamnya terdapat beberapa buah batu yang bertulis dengan ukuran yang berbeda-beda. Kesemua batu ini dilindungi oleh bangunan beratap gonjoang tanpa dinding, tapi berpagar rendah. Pagarnya tidak terkunci jadi aku bisa langsung masuk ke areal tersebut.

Batu Basurek ini menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Di atas masing-masing batu terdapat keterangan tentang batu atau arti dari tulisan tersebut. Aku mikirnya gini : orang dulu pake apa ya bisa nulis di atas batu kaya gini? Hehehe…

Nah pas udah mau selesai tuh baru ngeh dengan rumah gadang yang diseberang jalan rupanya Rumah Gadang Bundo Kanduang. Ya udah sekalian aja mampir ke sana. Buat foto-foto dan nanya-nanya. Dan juga buat bahan postingan, hehehe…

28 thoughts on “Prasasti Adityawarman Pagaruyuang Batusangka

  1. Setelah semua ini, saya cenderung kurang percaya Pararaton, soalnya itu dibuat beberapa abad setelah Majapahit runtuh dan isinya malah kebanyakan soal fantasi. Lagi pula, sesuai dengan kitab lainnya kan Raden Wijaya yang beristri Dara Petak dan Dara Jingga, bukan Anandyawarman (lain cerita kalau ini gelar lain RW ya :hihi).

    Keren euy… saya kayaknya mesti ke sana :hihi. Nanti saya tanya-tanya untuk akomodasi dan transportasi ke sana sekiranya sudah dekat rencana saya untuk ke sana :hehe. Prasasti yang banyak pasti didirikan untuk suatu tujuan tertentu, dan agaknya publikasi ke arah sana masih kurang, padahal itu kan buat jawab pertanyaan mendasar: sebenarnya untuk apa prasasti-prasasti ini didirikan?

    • Iya benar Mas Iwan, walau kadang-kadang iseng berpikir mereka menulis karena punya ilmu yang tinggi, pake tenaga dalam, hehehe *efek suka film silat ini.

      Sama seperti halnya gambar2 pada relief candi brobudur dan prambanan ya Mas Iwan…?

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Firsty…

    Ternyata Firsty ini minat menulis tentang Korea ya. Apa pernah tinggal di sana ?
    Sejarah di atas merupakan tinggalan masa lalu yang mana kita tidak pernah hidup di dalamnya Tetapi mengetahui tentangnya melalui apa yang masih disimpan buat kita masa kini.

    Salam manis dan salam kena dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. Saya kenal nama Dharmasraya malah dari sejarah Sriwijaya, yang mana disebutkan berakhirnya kerajaan Sriwijaya karena diambil alih oleh kerajaan Dharmasraya.

  4. Pingback: Ustano Pagaruyuang ~ Kompleks Makam Raja Alam Pagaruyuang | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s