Manusia Oportunis

Okey…manusia oportunis. Teman-teman pernah mengenal orang jenis ini? Oportunis adalah sikap yang hanya ingin mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari orang lain. Tapi seorang temanku manyebut istilah itu dengan memplesetkannya menjadi : manusia opor-tumis. Oportumis ayam, oportumis ikan hehehe…

Oya aku pernah berteman dengan jenis manusia oportumis ini. Dia cewek yang katanya selalu berpositif thinking. aku sebut saja namanya Juleha. Dan aku memanggilnya Mbak Juleha. Mbak Juleha ini ketika mulai akrab denganku karena niatnya sih mau belajar bahasa korea. Katanyaaa siiihhh gituu…hahaha.

Awal-awalnya belajar bahasa korea ke kos aku. Dia datang tiap minggu. Kadang pagi, kadang siang. Aku sih fine-fine aja karena emang ngga ada kegiatan. Tapi tetap saja aku ngga enak hati menerima bayaran dari dia. Gimanapun dia temen walaupun nggak (belum) akrab. Tapi katanya harus bayar biar ada tanggung jawabnya. Tanggung jawab dia belajar dan tanggung jawab aku mengajar. Okelah kalo begitu… 😛

Tapi kemudian aku menangkap sesuatu. Sesuatu yang pada ujungnya tidak ada makan siang yang gratis booo… No free lunch, kata orang bule sana. Pelan-pelan porsi belajar bahasa koreanya berkurang. Yang banyak adalah cerita-cerita aja. Kalaupun belajar dulu sejam, abis itu ceritaaaaaa sampai sore.

Lama-lama dia datang ke kos ku bukan lagi buat belajar. Tapi buat khusus cerita dan ngobrol. Bahkan sampai abis magrib. Jadi dia dateng buang-buang waktu gue doang ternyata yaaa. Daaan pada akhirnya yang menjadi topik pembicaraan mengerucut ke satu nama : Sebut saja Wawan.

Kesimpulannya ternyata oh ternyata Mbak Juleha ini mendekatiku mempunyai niat lain. Sebuah niat yang terselubung : mendekati sahabatku, Wawan.

Wawan ini seorang cowok yang populer di komunitas yang aku ikuti dan di berbagai komunitas yang dia ikuti, hehehe. Wawan seorang yang periang, ceria dan juga kocak. Kalau ada dia suasana pasti jadi rame karena secara karakter dia orang yang sangat sanguis. Di mana pun ia bergabung, ia pasti memjadi seseorang yang ditunggu kehadirannya oleh teman-temannya.

Salah satu kelebihan si Wawan adalah dia suka ingat tentang hal-hal kecil dari diri orang lain. Yang bagi orang lain malah ngga kepikiran atau keingat sama sekali, si Wawan ingat. Dan ini berlaku banyak ke semua orang yang ia kenal.

Si Mbak Juleha ini rupanya suka banget mengingat dan menceritakan kembali hal-hal kecil dan kocak yang diingat Wawan terhadap dirinya. Hal-hal kecil yang mungkin kemudian dianggap Mbakk Juleha sebagai bentuk perhatian Wawan padanya.

Daan aku udah ingetin Mbak Juleha bahwa salah satu karakternya Wawan memang seperti itu. Dan Wawan bersikap begitu pada setiap orang, ngga cuma Mbak Juleha doang. Dan kalau ngga kenal sifatnya bisa salah paham loh.

Mbak Juleha juga sangat suka ‘ngulik-ngulik’ info tentang sejauh mana hubunganku dengan Wawan. Ia mencoba memastikan bahwa aku dan Wawan hanyalah teman saja, tidak lebih dari itu. Ia bertanya dan ‘ngulik-ngulik’ dengan cara yang halus banget. Tapi walaupun caranya sangat halus aku bisa menangkap maksud dan tujuannya.

“We are just friend, Mbak. Ngga lebih. Jadi siapapun cewek yang mau ‘mendekati’ Wawan, bisa kok.” jawabku berusaha menuntaskan rasa ingin tahu-nya si Mbak Juleha.

Mbak Juleha mangut-mangut sambil tersenyum simpul. Tetapi sepertinya dia masih penasaran dan belum yakin dengan jawabanku.

“Kalau boleh tau, kenapa Mbak ikut-ikutan juga, beranggapan dan Wawan lebih dari sekedar sahabat?” tanyaku memancing jalan pikirannya.

“Mba Firsty, konon katanya yaa ngga ada yang namanya persahabatan antara satu pria dan satu wanita.” jawab Mpok Leha dengan nada yang sungguh bijaksana.

“Masa iya, Mba?” tanyaku dengan nada yang heran.

“Katanya begitu Mba Firsty.” jawab si Mbak Leha santai dan penuh smile (haaiiiiyaaah). Asli sikapnya penuh keanggunan booook. pengen dah gue bisa anggun kaya gitu… 😛

“Itu baru katanya kaann. Baru konon atau kabarnya. Belum pasti kaan… Atau ngga semuanya kaya gitu lah… Pasti ada pengecualian.” jawabku.

“Iya, katanya begitu. Persahabatan cewek dan cowok biasanya pasti berujung dengan perasaan saling menyukai. Atau paling nggak, salah satu menyukai yang lainnya.” ujar si Mbak Juleha dengan suara yang tenang dan ucapan yang sangat jelas dan teratur.

“Ooo… Gitu…” jawabku hanya ber ooo…

Aku tersenyum. Mencoba menjawab keresahan hati Mbak Juleha tentang aku dan Wawan.

“Mbak, Mbak adalah orang yang ke sekian yang mempertanyakan sejauh mana kedekatanku sama Wawan.” jawabku.

Aku mencoba bersikap anggun dan bertutur kata yang lembut seperti yang dilakukan Mbak Leha. Susyeee boookkk bersikap sok anggun gitu hahaha. Secara jiwa dan karakter kami kan bedaaa…

“Jadi, kalau Mbak ada perasaan khusus ke Wawan dan misalnya Wawan juga mempunyai persaan khusus sama Mbak, why not? He is available and I am not his girlfriend,” jawabku dengan sok berbahasa Inggris. Entah kenapa bahasanya Babang William the Duch of Cambridge  nyangkut di lidahku, padal biasanya tau-nya yes no doang, wkwkwkwkw.

“Apaan sih, Mba Firsty…” ujarnya langsung tersipu malu gitu.

Naaaah kaann… Ujung-ujungnya kaaaan, udah ketangkep, hahaha…

“Suer deh…!” balesku. Ia makin tertawa sumringah.

Tapi tetep aja dia masih memastikan lagi, biar lebih yakin. Ia mendata betapa si wawan sangat perhatian sama aku, sangat peduli sama aku dari beberapa kejadian yang dia liat. Looooh??? Jadi dia benar-benar memperhatikan si ‘Wawan’ sampe segitunya toh? Kalau ia mendata ‘perhatian’ ke aku, berarti selama ini ia bener memperhatikan si Wawan doong, hahaha…

“Pokoknya gini Mba, Mba ngga usah kuatir soal ‘perhatian’ Wawan ke aku. Itu hanya sikap biasa dari seorang teman ke temannya.”

Aih aiiihh… Kan aye udeh bilang Mpok, si Wawan orangnya emang baeek. Apalagi gue dan dia sahabatan bertahun-tahun, hehehe… Kalau ngga kenal sifat dia emang bisa bikin orang salah paham Ngakak guling-gulingan gue dengan analisa si Mpok Juleha hahaha…

Trus yaaa, si suatu hari si Mbak Leha bilang ke aku bahwa betapa perhatiannya si Wawan sama aku hanya karena status si Wawan. Wawan rupanya bikin status tentang Josh Groban, penyanyi favoritku. Aku lupa tepatnya status si Wawan apaan. Tapi komentar si Mbak Leha gini, “Betapa Mas Wawan pengen bisa nyanyi sebagus Josh Groban Groban biar bisa nyanyi buat Mba Firsty yang menyukai Josh Groban.” hahaha…

Aku ngakak dengan komentarnya. Pinter banget kan dia ngulik-nguliknyaa…

“Hayalan Mba ketinggian! Udah deh Mba… Kan aku udah bilang berkali-kali kalau aku sama si Wawan temenan aja. Jadi, kalau Mba emang pengen deketin Wawan, silahkan aja. Kalau perlu aku bantuin…” jawabku. Si Mbak Juleha lagi-lagi tertawa bahagia… Aiiihh hahaha.

Pas aku ceritain ini ke si Wawan, dan komen kemungkinan si Mba Juleha suka dia, so Wawan hanya komen gini : apaan sih loo… Iseng aja deh! Hahaha.

Dan akhirannya emang sih ya, si Mbak Juleha melakukan pendekatan yang masiv banget ke Wawan.

Sampai suatu si Mbak Juleha kemudian bilang bahwa, Wawan udah nembak dia secara halus. Menembak dia secara halu?? Maksud? Dia cerita lengkap. Oohh ternyata si Wawan ‘nembak’ dia pakai perumpamaan. Haaaa??? Gue kaget doong… Laah kemaren-kemaren aku ojok-ojokin banget si Wawan supaya jadian sama Mbakk Juleha, si Wawannya bilang bahwa dia hanya menganggap si Mpok Juleha sebagai teman doang. Ngga lebih.

Trus kenapa sekarang si Mbak Juleha cerita kalau si Wawan udah nembak dia? Tapi aku ngga mengkonfirmasi ke si Wawan sih. Tapi penasaran sih kenapa dia ngga cerita sedikitpun tentang dia yang nembak Mbak Juleha ya? Kan aku temannyaa… Aku tau cewek seperti apa yang ia suka dan ia mau.

Tapi yang anehnya adalah, aku hanya mendengar cerita dari Mba Mpok Juleha aja tentang ini dan itu mengenai ‘hubungan’ mereka berdua. Ngga pernah dengar sama sekali cerita dari Wawan.

Lama-lama aku penasaran juga. Masa iya si Wawan ga mau cerita sama sekali ke aku tentang hubungannya dengan Mbak Juleha? Harusnya sebagai ‘pacar’ dia ingin dong menceritakan ‘kisah indah cinta mereka‘ ke teman-temannya. Apalagi sama aku, temannya. Harusnya dia ada dong ya membangga-banggakan ‘pacarnya’ gitu, ini mah nggak sama sekali.

Aku sekarang yang penasaran. Dan mulai ngulik-ngulik si Wawan tentang ‘hubungan’ mereka. Cerita si Mbak Juleha tentang suatu hal mengenai ‘mereka’ aku coba ‘korek’ juga dari si Wawan. Dengan cara yang halus juga (belajar dari Mbak Juleha,hahaha). Hasilnya adalaaaah : Sebuah kisah yang sama tapi dengan rasa yang beda. Secara makna seringkali jauh panggang dari cerita versi Mbak Juleha dengan cerita versi Wawan.

Woowww…. Ini semakin menarik yaa… Ternyata si Mbak Juleha ‘menerjemahkannya’ beda dengan apa yang dimaknai Wawan… iixixixi…

Supaya lebih mengenal Wawan lebih dekat, Mbak Juleha juga ikut komunitas lain yang diikutin Wawan. Dia juga dekatin teman-teman dekat Wawan yang ada di komunitas itu, terutama yang cewek. Namanya Rita dan beberapa orang lainnya. Padahal awalnya dia memperlihatkan ketidaksukaanya Rita dan kawan-kawan. Tapi demi meraih apa yang ia inginkan ia melakukan apa aja. Salah satunya mendekati teman-teman geng Wawan.

Kalau ada yang nanya ke Mba Juleha tentang hubungannya dengan Wawan, dia bersikap seperti malu malu kucing gitu (belagak.gadis desa, si eneng yang senyum malu-malu kucing sambil milin-milin ujung rambut yang dikepang dua, hahaha). Dia ngga menjawab secara verbal ya atau tidak tentang hubungannya dengan Wawan, tetapi menjawab hanya dengan senyum-senyum yang mengarahkan pikiran orang ke jawaban : iya.

Dan itu berlangsung selama berbulan-bulan, hehehe. Sehingga dari sikap Mba Juleha sebagian orang beranggapan bahwa Mbak Juleha dan Wawan pacaran. Meskipun tidak ada pernyataan dari kedua belah pihak yang menyatakan bahwa mereka jadian. Fix, semua hanya berpikiran mereka jadian dari sikap Mba Juleha.

Tapi, orang-orang makin banyak yang penasaran. Kenapa Wawan sama sekali tidak pernah bercerita tetang hubungannya dengan Juleha? Kenapa Wawan seperti menutupi hubungan mereka? Kenapa Wawan sama sekali tidak pernah menyatakan atau memberi gambaran (melalui bahasa tubuh, misalnya) bahwa dia dan Mba Juleha pacaran?

Apa alasannya Wawan bersikap kaya gitu? Apa Wawan malu orang-orang mengetahui hubungan mereka? Kalau memang malu, apa yang membuat Wawan seperti malu Wawan pacaran dengan Mba Juleha? Itulah keheranan mereka yang mereka ungkapkan ke Wawan di grup aplikasi chat ke Wawan tentang sikap Wawan.

“Gue sama dia ngga pernah jadian, gimana dong… Ngapain gue harus bersikap kaya pacar ke dia. Udah berkali-kali gue bilang ke dia kalau aku dan dia hanyalah teman aja. Ngga lebih!” ujar Wawan ‘konpres’ di grup yang ia ikutin di komunitas tersebut.

Kejadian ini luar biasa bikin heboh. Melibatkan Wawan, Rita dan dua orang lagi teman mereka dengan Juleha. Juga beberapa orang lainnya. Sampai terjadi pertengkaran segala macam. Dan melibatkan pihak lain. Kebetulan Rita (katanya) menyukai seorang cowok yang cukup dekat dengan Juleha. Surya namanya.

Jadi kalau orang nanya ke Juleha alasan pertengkarannya dengan Wawan dan Rita, padahal mereka akrab, jawabannya adalah : Wawan cemburu pada Surya yang dekat dengannya dan Rita juga cemburu padanya karena Surya lebih dekat dengannya daripada Rita.

Rempong kan yaaa… padahal akar masalahnya jauuuh banget bedanya.

Tapi eh tapi, ke orang-orang lingkaran lain atau ring 2 yang ngga benar-benar tau penyebab pertengkaran mereka, Juleha ngomong pertengkaran mereka disebabkan Wawan sakit hati padanya karena ia mutusin Wawan… Hwahahahahahaha…. Asli kocak bikin ngakak…. Ring satu yang kemudian mendengar alasan ini pada ketawa ngakak. Merasa kasian banget ke Juleha dengan hayalan tingkat tingginya dan juga merasa kasian dengan orang-orang yang tercuci otaknya dengan omongan si Juleha.

Ngga sampai di situ, aku yang selama ini masih berusaha menjadi teman Juleha akhirnya pun putus pertemanan dengannya. Gegara dia yang menjadi orang yang sangat egois. Itu kejadian pada hari yang sangat istimewa untukku. Pada hari itu dua teman akrabku datang, salah satu membawa adik dan keponakannya yang berumur 4 tahun.

Si Mba Juleha juga datang pas pada saat acara selesai. Dia ingin mengajakku makan tanpa membawa temanku yang lain. Dia menyuruhku naik taksi dan taksi kemudian jalan. Tapi aku balik lagi dengan taksi lain ke tempat temanku yang berdua tadi yang sudah menungguku.

Saat di taksi aku kehilangan suatu benda yang sangat berharga bagiku. Aku sms dia pa dia melihat benda tersebut, dia bilang tidak. Dan dia kemudian bikin status tentang kehilangan barangku yang ia anggap itu sebagai hukuman tuhan terhadapku karena telah memilih pergi dengan teman lain daripada dia. Padahal dia juga mengenal jedua temanku ini dengan baik.. 😛

Pada hari itu juga dia mendelete pertemanan si FB dan Twitter. Ya sudah lah. Bagiku ini alhamdulillah bangeeeeet bisa menjauh dari manusia opotunis kaya dia.

Aku jadi terbebas dari menerima telpon malam-malam dari dia yamg kalau nelpon bisa 2 sampai 3 jam. Yang kalau aku tertidur saat dia nelpon, dia nelpon lagi tanpa peduli aku udah tertidur dan meneruskan ocehannya tentang pacarnya hayalannya : Wawan.

Aku juga terbebas dari miskali yang sampai 20 – 30 an kali dalam satu jam, hehehe… 😛

Kalau Salah Niat

Dari kejadian ini, pelajaran yang aku ambil adalah : kalau berteman disertai niat-niat tertentu, bukan karena ikhlas berteman, maka hasilnya juga ngga akan baik. Malah ngga akan baik. Kemana pun lo jalan dan berteman dengan orang pasti yang namanya teman akan datang dan pergi begitu saja dalam hidupmu.

Pertemanan tidak akan awet karena niat yang salah tersebut. Dan pantas saja dia dulu sering bilang dia sudah terbiasa dengan teman yang datang dan pergi dalam hidupnya… 🙂

24 thoughts on “Manusia Oportunis

  1. Kalo menurutku si Jule ini lebih tepat disebut manusia manipulatif, seseorang yg rela memutarbalikkan fakta demi tercapainya suatu tujuan, tak peduli jika hal itu pada akhirnya bikin dia tampak konyol di mata orang lain karena manipulasinya terungkap. Kalo oportunis itu lebih ke “ambil kesempatan dalam kesempitan”, misalnya lintah darat yg minjemin uang ke orang yg lagi kepepet karena rumahnya kebakaran abis misalnya.

    • dirimu bener banget… manipulatif… Dan dia bener2 terlihat konol banget di mata orang-orang.

      Tapi saking ‘pinter’nya dia dramatisasi, dia bisa nyuci otak orang lain supaya orang lain juga usuhin orang yang ia musuhin.kasian banget sebenarnya sama dia. Tapi mau gimana lagi, dia merasa dia yang teraniaya oleh orang lain…

      • Nyuci otak orang lain, dramatisir, selalu menempatkan diri sebagai korban, selalu merasa dirinyalah yg terdzalimi, gak mau introspeksi..; ciri-ciri khas orang manipulatif..

      • iyaa… yang ada dia ngerasa, apa sih yang ngga aku lakuin buat orang lain?

        Padahal akhirannya kita tau itu hanya modus dia.

        moga aja cukup dia aja deh yang manusia oportunis manipuatif yang berteman denganku, hehe

      • selain KASPO, arek Suroboyo juga memiliki istilah lain terkait cerita diatas. Semisal: mongseng, preketek dll 😆 Jadi ngebahas bahasa. Tapi aku punya sih bbrp teman model kayak gini, nggak persis. dia lebih kepada pembohong ya, nggak sampe manipulatif. saking keselnya, aku labrak aja deh. gelagepan orangnya…..

  2. Wow, pasif agresif juga sih (menambahkan komentar di atas saya). Seolah-olah dirinya yang jadi korban dan semua orang harus memerhatikan dirinya. Yah, tapi sekarang semua orang sudah tahu lah ya soal Mbak Juleha ini, yang ada sekarang pastinya orang-orang ya biasa saja biar dia cerita dirinya sudah pergi ke bulan juga.
    Duh, hidup di atas kebohongan itu tidak pernah membawa faedah. Percaya deh.

    • Bener banget Gara… dia yang merasa jadi orang yang teraniaya. padahal semua orang melihat dia sebagai sumber masalahnya.
      Yang yang kasian itu, temannya datang dan pergi dalam hidupnya… Trus yang lebih jeleknya lagi adalah dia ‘ngeracunin’ pikiran orang lain buat musuhan juga dengan orang yang ga suka…

  3. Weh gini ini yang nggak bisa jadi temen sejati, Maunya ambil untung aja sih. Dalam segala hal deh. Nggak cuma cerita kocak tentang persepsi mbak juleha terhadap wawan yang berkebalikan dengan persepsi wawan dan yg lain hahah 😀

  4. hahaha manusia opor ya,,, hmm jadi ngiler,, #eh out of topic. Kayaknya aku juga punya temen getih deh,,, semoga temen ku yang ku maksut itu juga nggak berpikiran bahwa akulah manusia opor itu 😆

  5. namanya jadi juleha whehehehe. Bro, ane ada di dalemnya, ikut2an jadi orang yang dicurhatin n dia juga pedekate ke gw sampe ngintilin gw ketemuan sama babang wookie segala. Emang siy, gw pernah dijajanin buka puasa di pasfest. tapi abis itu dengerin curhatan dia sampe tengah malem whehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s