Pantai Tanjung Aan, Kuta, Lombok ~ Lombok Trip

Pantai Tanjung An, Kuta, Lombok

Pantai Tanjung Aan, Kuta, Lombok

Hwaaaa…. Lagi kendor semangat ngeblog aku belakangan iniiii… Ngga tau mau nulis apa sekarang. Tapi ya udah, digeber aja semangatnya aku buat nulis, meski yang ditulis masih aja tentang jalan-jalan kemaren… 😛

Okeeee, jika Bali mempunyai Pantai Kuta yang terkenal bagi waisatawan domestik dan mancanegara, maka Lombok, tepatnya Lombok Tengah juga mempunyai pantai yang namanya sama : Pantai Kuta…. 🙂

Pantai Kuta ini berada kira-kira setengah jam dari Bandara Internasional Lombok. Sebenarnya kami tidak mampir ke pantai yang disebut dengan pantai Kuta ini. Kami hanya mampir di dua pantai lain yang masih berada di kawasan Kuta ini. Namanya Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger.

Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger, sama seperti Pantai Selong Belanak yang berpasir putih dan bersih. Uniknya butir-butiran pasir pantai di kawasan ini agak besar seperti buji merica. Sehingga pantai ini disebut juga dengan pantai pasir merica. Pas aku jalan ke pinggir pantai, kaki jadi terbenam karena pasirnya yang berbutiran kasar ini… 🙂

20150219_145720

Pantai Tanjung Aan berbentuk teluk yang panjang dan melengkung. Bentuknya hampir satu lingkaran yang kedua ujungnya tidak bertemu. Sehingga air laut di pantai ini saaangat tenang, dan pengunjung bisa bermain agak ke tengah teluk. Paling ngga ketika aku datang ke sana terlihat seperti itu… 🙂

Di tengah-tengah lengkungan teluk (ngga terlalu di tengah juga sih, agak ke kiri sedikit jika memandang ke arah laut) terdapat bukit kecil berupa tanjung yang tingginya kira-kira 2 – 4  meter. Dari atas bukit  tanjung kecil ini kita bisa memandang Pantai Tanjung Aan secara ke seluruhan.

Di bagian bawah bukit kecil ini pantainya berupa karang. Sehingga, pantai Tanjung Aan tidak hanya pantai berpasir putih tetapi juga ada karangnya. Jadi ketika kita berada di pinggir atas bukit kecil tetep kudu hati-hati karena, walaupun tidak terlalu tinggi, di bawah tetaplah batu karang yang keras dan tajam boo… 🙂

Kedua ujung teluk hampir bertemu

Kedua ujung teluk hampir bertemu

Dari bukit kecil kita bisa menikmati gradasi warna Pantai Tanjung Aan. Mulai dari warna pasir yang berwarna putih, air laut yang hijau muda dan hujau tua serta warna biru yang menghiasi laut Pantai Tanjung An.

Pantai ini tidak terlalu ramai. Mungkin karena tidak terlalu terkenal seperti pantai Senggigi kali ya. Jadi cukup tenang berada di sini. Hanya saja pantai ini terasa jauuuh lebih panas dari pada pantai Selong Belanak… Berbie pusyiiiing euyy… 🙂

Gilaa bookk. Jalan sebentar doang ke bukit kecil rasanya tenaga sudah terisap oleh sengatan matahari. Apalagi pondok-pondok pantai di sini tidak senyaman pondok Pantai Selong Belanak. Atau mungkin juga karena kami tiba di sini seabis zhuhur, jadi lagi panas-panasnya.

jadi kalau ke sini jangan lupa buanyak minum dan bawa payung atau tupi ya, jangan kaya aku yang ngga ada persiapan payung, topi dan kacamata hitam…:P

DSC03845Ketika kita berjalan mendekat ke air sensasinya beda dibanding jika kita menginjak pasir biasa. Semakin mendekat kaki kita semakin terbenam ke dalam pasir. Ini mungkin dipengaruhi oleh bentuk pasirnya yang seperti merica jadi kerapatan pasir tersebut kecil, sehingga kaki kita jadi terbenam ketika menginjak pasir pantai ini.

Rute atau jalan menuju ke pantai  Tanjung Aan ini gampang kok, ngga susah. Dari arah kota Mataram, kita ambil jalan yang menuju Bandara Internasional Lombok. Begitu tiba di gerbang bandara, tetap aja jalan lurus. Kalau dari dalam bandara atau dri gerbang bandara kita belok ke kiri.

Kira-kira 20 menit dari arah bandara kita akan segera menemukan Desa Sade, perkampungan tradisional Suku Sasak. Masih lurus aja, kira 10 menit, kita akan menemukan kawasan Pantai Kuta Lombok. Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger termasuk salah satu pantai yang berada dalam deretan pantai yang berada di kawasan Kuta Lombok.

Pasir merica Tanjung An Kuta Lombok

Pasir merica Tanjung Aan Kuta Lombok

Papan plang penunjuk jalan di sini dan Pulau Lombok pada umumnya sangat sangat jelas. Jadi ikuti aja penunjuk jalan maka kita akan tiba di sana tanpa perlu kuatir tersasar atau salah jalan. Begitu juga jalanannya, bagus dan lebar. Hanya ketika sudah mendekat ke pantai Tanjung Aan ini ada jalan yang sedikit rusak sepanjang kira-kira 100 m.

Jalan yang menuju Pantai Tanjung Aan lokasinya agak lebih jauh sekitar 3 km dari persimpangan Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger. Jalan yang ke kanan merupakan jalan yang menuju ke Pantai Seger, sementara jalan yang lurus adalah jalan yang mengarah ke Pantai Tanjung Aan.

Hanya saja yang paling menyebalkan ketika berada di pantai ini adalah, ibu-ibu penjual souvenir. Mereka ngotoooooootttt banget menawarkan barang dagangannya yang umumnya berupa kain tenun Suku Sasak. Bukan cuma ngotoooot, tapi malah setengah memaksa tapi dengan wajah yang (pura-pura?) memelas.

DSC03872

Tanpa peduli kita udah bilang “maaf ibu, saya ngga beli,” dia tetaaaaap aja buka kain tenunnya di kakiku yang lagi berselonjor. Udah dibilang baik-baik ngga mau beli, tetap aja makssaa biar dibeli barang dagangannya. ada kali 10 menit lebih dia berusaha menjual dagangannya ke aku.

Dia sampe bilang kainnya bisa buat jilbab. Laaah masa iya dijadiin jilbab, ngga nyaman banget doonng… Dia juga bilang bisa juga buat taplak meja. Laaaah di kamar kos gue cuma ada meja belajar jadi ga perlu taplak meja dong. Dia juga bisa bilang bisa buat hiasan dinding lah… Hadeeeuuhhh….

Sampe dia bilang kasianlah sama dia yang belum ada penjualan. Kasian sama dia yang udah jualan jauh dari kampung sasak, yang ongkosnya 20 ribu (mahal amaaaat, ngga yakin deh segitu… Kan gue barusan dari sana…).

Ya udah karena itu ngotot bangeeeeettttt,  aku kasih aja dia duit 10 rebu. Eeeeh, baru deh si ibu diem, lamgsung jalan pas udah terima 10 rebu. Ya udah deh gapapa, daripada ribuuuuttttt terus dengan wajah (yang mungkin pura-pura) memelas. Baru deh menemukan kedamaian. lepas dari ‘rengekan’ ibu penjual sovenir kain tenun tersebut.

32 thoughts on “Pantai Tanjung Aan, Kuta, Lombok ~ Lombok Trip

    • Waahhh MbA Fe…. Padahal udah ke mana2 di berbagai benua yaaaa, hehe…

      belum nonton lagi… kemaren udah nonton pinokio… baguuusss banget.

      Yang bagus dan terkenal di korea sekarang katanya kill me heal me… ttg orang yang berkepribadian ganda. banyak banget dirinya… dia cowok, bahkan ada elter egonya yang cewek tp aku blm nontonn… 😛

  1. Wah, di Kuta anak-anak penjaja gelangnya lebih ganas Mbak :hehe.
    Soal pasir merica, di pantai Kuta juga ada pasir merica :hehe. Dan saya malah pas ke Tanjung Aan kemarin malah tidak ketemu pasir merica ini, ketemunya dengan pasir halus :hihi. Mungkin pasir di satu pantai itu ada macam-macam :hehe.
    Keren-keren euy fotonya :)). Sayang waktu saya ke sana saya belum sempat naik ke bukitnya, jadi belum sempat melihat sendiri panorama indahnya :huhu.
    Mesti pulkam lagi!

  2. Pantainya cakep. Tapi yang jualan maksa jadi gak sip deh.
    Saya kalo maksa dibeli malah gak jadi beli. Jual beli itukan terjadi kalo ada kesepakatan.

  3. Pingback: Antara Menggenggam Pasir dan Hukum Newton III : Aku Bukan Siti Nurbaya, Mama (Part 6) | Firsty Chrysant

  4. Pingback: Pantai Seger, Kuta ~ Lombok | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Bukit malimbu ~ Lombok | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Objek Wisata di Lombok : Kemana Saja Kamu jalan-Jalan di Lombok? | Firsty Chrysant

  7. Pingback: Foto Jalan-Jalan ke Lombok | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s