10 Tahun Tsunami Aceh

Gambar : Google

Gambar : Google

Hari ini, 26 Desember 2014. Tepat pada hari ini, 10 tahun yang lalu, Aceh, Bumi Rencong dilanda gelombang tsunami yang luaaar biasa hebat. Gelombang besar yang terjadi akibat gempa besar yang berkekuatan 9,2 SR yang berpusat di Laut Hindia.

Kawasan pantai Aceh yang diterjang tsunami rata dengan tanah. Ribuan rumah disapu air laut yang meluap ke daratan. Dan ngga cuma kawasan pantai yang diterjang tsunami, kawasan yang berjarak berkilo-kilo meter dari pantai juga disapu air air yang naik ke daratan.

Saking besarnya gelombang tersebut, tidak hanya menghantam pesisir barat pulau Sumatera, tetapi juga pesisir pantai barat negara Thailand dan Malaysia. Juga Srilangka, Maladewa, bahkan sampe afrika tak luput dari terjangan tsunami tersebut.

Dulu, pertama kali dengar berita tersebut, rasanya biasa aja karena belom ada gambar (video) akibat tsunami tersebut. Yang ada cuma gambar suasana pas lagi gempa aja. Di situ emang kenceng banget yang terlihat dari lampu gantung yang bergoyang kencang.

Eh begitu liat gambar tsunami dan akibatnya, luaaaaar biasa sedih. Ngga bisa ngga mengucurkan air mata melihat Bumi Rencong yang luluh lantak dihajar tsunami. Pilu luar biasa melihat mayat-mayat yang bergelimpangan di tivi. Dan jumlah korban jiwa lebih dari 220 ribu orang.

Dan saking sedihnya ya, aku jadi terbawa mimpi. Bermimpi tiba-tiba jadi kaya pahlawan dalam film-film hollywood yang tau bakal ada tsunami dan kemudian mengingatkan pemerintah bahwa tsunamai bakal menerjang Aceh… Parah yaaa…

Dan juga, pertanyaan yang muncul saat itu di kepala saya adalah : Kenapa harus Aceh? Apakah derita orang Aceh belum cukup didera perseteruan GAM, DOM?

Di setiap sudut yang dibicarakan orang-orang adalah tentang tsunami Aceh. Di mesjid dan mushala juga terdengar doa untuk masyrakat Aceh. Dan di banyak tempat di kampungku muncul berbagai dapur umum. Mereka bikin rendang serta berbagai macam makanan yang bisa tahan lama. Bantuan berupa pakaian, selimut, obat-obatan dan makan diantar pake truk.

Kini, tsunami dahsyat tersebut sudah berlalu 10 tahun. Aceh menggeliat lagi. Pembangunan sektor fisik di Aceh berkembang pesat. Bahkan konon hampir tidak keliatan sisa-sisa sebuah daerah yang pernah diterjang tsunami yang besar. Kecuali beberapa hal seperti museum tsunami dan kapal besar yang teronggok di tengah kota, dan lain sebagainya.

Dan semoga ke depannya kita bangsa indonesia lebih tanggap bencana untuk mengurangi jumlah korban jiwa. Karena negara kita adalah negara yang berada di jalur cincin api yang rawan bencana. Semoga ke depannya juga makin banyak ditanam pohon bakau yang berguna menahan gelombang air laut, sekaligus juga menjadi habitat ikan-ikan dan berkembang biak di sana.

5 thoughts on “10 Tahun Tsunami Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s