Istana Pagaruyuang Batusangka, Sumatera Barat

DSC02545

Istana Pagaruyuang atau Istano Pagaruyuang adalah istana peninggalan Kerajaan Pagaruyuang. Kerajaan ini berada di daerah yang dikenal dengan sebutan Minangkabau. Luas daerah Minangkabau lebih luas dari Sumatera Barat sekarang. Sebutan lain istana ini adalah Istana Basa atau Istano Basa.

Istana Basa Pagaruyuang merupakan istana tempat kedudukan Raja Alam Minang Kabau (Kerajaan Pagaruyuang Minang Kabau mempunyai tiga jenis raja : Raja Alam, Raja Adat, dan Raja Ibadat). Raja Alam Minangkabau merupakan raja yang menjadi lambang atau simbol pemersatu seluruh wilayah kenagarian yang ada di Minang Kabau.

Istana Basa inilah yang menjadi tempat tinggal raja sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Pagaruyung. Lokasi Istana Pagaruyuang berada di Nagari Pagaruyuang, sekitar 5 km dari pusat kota Batu Sangka, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Istana Kerajaan Pagaruyuang yang sekarang merupakan tiruan dari bentuk istana asli yang beberapa kali mengalami musibah kebakaran. Ukuran Istana Pagaruyuang ini menurut perkiraan saya adalah 30 m x 10 m.

Dulu istana asli Kerjaaan Pagaruyuang berada di atas puncak Bukit Patah dan terbakar pada tahun 1804. Lalu istana tersebut dibangun lagi, dan terbakar lagi pada tanggal 3 Agustus 1961. Dan tahun 1975, Istana Basa kembali dibangun di lahan yang sekarang. Lahan yang menjadi tempat Istana Basa sekarang merupakan tanah ulayat keturunan raja Kerajaan Pagaruyuang.

Dan terakhir, pada tanggal 27 Februari 2007, lagi-lagi istana ini terbakar setelah tersambar petir. Struktur bangunan yang semuanya terbuat dari kayu sangat rentan dengan risiko kebakaran. Pada saat kebakaran tahun 2007 hampir semua benda-benda peninggalan Istana Pagaruyuang habis terbakar.

Istana Basa menghadap ke arah selatan dan memanjang dari arah timur ke barat. Di belakang istana yang berada di bagian selatan, berdiri kokoh bukit yang merupakan benteng alam yang melindungi Istana Basa. Posisi Istana Basa yang sekarang dibuat agak lebih mundur ke belakang sejauh 20 m dari posisi semula sebelum istana ini terbakar pada tahun 2007.

This slideshow requires JavaScript.

Bangunan Utama Istana Basa.

Bangunan utama Istana Basa terdiri dari 3 lantai atau 3 tingkat. Lantai pertama atau lantai dasar terdiri dari ruangan utama yang luas dan bilik atau kamar tidur. Ruangan yang luas ini memanjang dari kiri ke kanan atau dari timur ke barat.

Di dalam ruangan yang luas membentang ini digunakan untuk bekerja, menerima tamu kerajaan, bermusyawah dan sebagainya. Tidak ada kursi atau meja di ruangan ini, hanya peralatan yang digunakan dalam adat, dan ada replika benda bersejarah yang disimpan di dalam lemari kaca.

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, musyawarah dilaksanakan dengan cara duduk bersama di lantai.

Di bagian kedua ujung istana, ujung barat dan ujung timur, terdapat anjungan, bagian paling ujung istana yang lantainya lebih tinggi dari lantai utama istana. Anjungan ini disebut dengan Anjungan Rajo Babandiang dan Anjuangan Perak.

Anjungan Rajo Babandiang merupakan anjungan yang terdapat di bagian kanan (jika kita sedang naik istana) berfungsi sebagai ruang tempat raja beristirahat dan tidur. Sementara Anjungan Perak merupakan anjungan yang berada di ujung kiri. Anjungan ini digunakan sebagai tempat Bundo Kanduang beristirahat dan tidur.

Pada bagian deretan seberang pintu terdapat deretan kamar tidur 4 kamar di bagian kiri dan 4 kamar di bagian kanan. Kamar-kamar ini digunakan oleh putri-putri raja yang sudah menikah. Kamar yang paling ujung ditempati oleh putri yang menikah paling akhir.

Lantai dua istana ini berupa ruangan yang luasnya kira-kira 10 m x 15 m. Ruangan di lantai ini berfungsi sebagai kamar dan tempat beristirahat putri-putri yang belum menikah. Ruangan lantai 2 ini disebut juga dengan Anjungan Peranginan. Maksudnya mungkin anjungan untuk berangin-angin atau bersantai. Dari sini kita bisa menikmati pemandangan alam di sekitar Istana Pagaruyuang.

Sementara lantai 3 adalah ruangan yang lebih kecil. Ukurannya mungkin 4 m x 10 m. Gunanya adalah untuk bersantai bagi raja dan keluarganya. Juga sebagai tempat raja menyimpan benda-benda pusaka.

Ukiran Istana Pagaruyuang.

Seperti halnya Rumah Gadang Minangkabau yang penuh ukiran, Istana Pagaruyuang juga demikian. Seluruh dinding luar dan dinding dalam Istana Basa dihiasi oleh berbagai motif ukiran minang yang penuh warna. Tidak hanya dinding, langit-langit istana juga dihiasi oleh berbagai macam motif ukiran.

Ukiran-ukiran ini mengandung falsafah dan nilai-nilai luhur masyarakat Minangkabau. Ukiran-ukiran warna warni yang menghiasi dinding dalam dan luar serta langit-langit istana ini samakin memancarkan kemewahan Istana Basa. Ada ratusan jenis ukiran yang digunakan di istana ini. Contoh ukiran tersebut adalah Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang.

Langit-langit lantai pertama Istana Basa sebagian ditutupi oleh tirai atau tabir kebesaran adat Minangkabau. Tirai-tirai atau tabir tersebut berwarna kuning yang bersulam benang emas dan berbagai ornamen lainnya. Bagian pinggir tirai ini biasanya ada lidah-lidah tirai yang bentuknya gabungan persegi panjang dan segi tiga. Lidah-lidah tirai ini menggantung di pinggir tirai. Di lidah tirai ini juga disulam benang emas.

Bangunan Dapur

Dapur adalah salah satu bagian utama dari sebuah rumah. Dapur Istana Basa Pagaruyuang terdiri dari satu bangunan yang berjarak 10 m di belakang bangunan Istana. Antara bangunan utama istana dihubungkan dengan selasar.  Bagian ujung selasar, di bagian kiri dan kanan yang berada di sisi dapur terdapat dua tangga menuju halaman belakang, surau dan pemandian istana.

Dapur istana ini terdiri dari dua ruangan. Ruangan sebelah kanan (dari arah bangunan) bangunan merupakan ruangan dapur untuk memasak. Di dalam ruangan ini terdapat meja tungku dan tiruan berbagai peralatan dapur untuk memasak dan peralatan pendukung lainnya.seperti alat untuk menumbuk atau alat untuk menangkap ikan.

Bagian kiri, terdapat ruangan yang berisi berbagai peralatan yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat minang kabau. Contohnya, carano, dulang, tuduang dalamak dll. Juga ada carano pembuangan sirih.

Surau.

Salah satu bangunan yang terdapat di dalam kompleks Istana Basa adalah surau. Surau istana ini berada kira-kira 10 m – 15 m di bagian pojok belakang anjuang barat istana. Surau ini juga mempunyai atap dari ijuk dan mempunyai gonjoang bertingkat. Ukuran suraunya tidak terlalu besar, kira-kira seluas 9 m x 6 m.

Seperti halnya fungsi surau bagi masyarakat minangkabau, surau di lingkungannya Istana Basa ini mempungai peranan yang sama. Di surau ini para pangeran belajar mengaji dan belajar beribadah. Dan juga di surau ini mereka belajar ilmu pemerintahan dan ketatanegaraan.

Rangkiang

Rangkiang adalah salah satu unsur yang ada di bangunan Rumah Gadang. Bangunan rangkiang berdiri terpisah dari dari bangunan utama Rumah Gadang. Rangkian ini mempunyai fungsi sebagai lumbung pada atau penyimpanan cadangan makanan untyk menghadapi musim paceklik.

Di depan Istana Pagaruyuang terdapat satu buah rangkiang yang berukuran besar. Rangkian ini mempunyai 6 gonjoang. Terletak di sisi tenggara Istana pagaruyuang.

Halaman Belakang dan Samping.

Di halaman belakang atau tepatnya pojokan samping belakang terdapat penyewaan kuda. Pengunjung bisa mencoba menikmati atau merasakan sensasi naik kuda di sini. Sekitar 500 m atau lebih di belakang istana, terdapat Bukit Bungsu, yang dibawahnya juga bakal dijadikan tempat wisata, bagian dari Istana Pagaruyuang.

Penyewaan Pakaian Pengantin Minang.

Sering liat pakaian pengantin padang bukan? Itu lohh, yang pakai suntiang besar di kepala nak daro/anak daro atau pengantin wanitanya? Naah, bagi pengunjung yang yang pengen mencoba memakai pakaian pengantin tersebut, bisa dicoba di Istana Pagaruyuang ini.

Tapi jangan khawatir, suntiang yang ada di sini katanya jauh lebih ringan daripada suntiang asli yang dikenakan anak daro minang. Begitu juga pakaiannya, ngga seberat yang digunakan anak daro. Tapi setidaknya penunjung bisa berfoto menggunakan pakaian anak daro dan marapulai (pengantin pria).

Jenis warna yang tersedia juga beragam. Tapi pada dasarnya warna yang sangat umum dan sangat sering digunakan pengantin padang adalah warna merah dan warna kuning emas. Jadi keliatan banget mewahnya kan yaaaa… 🙂

Daaaann…. selamat menikmati libur anda di istano pagaruyuang yaaa… 🙂

ada yang lagi begaya penganten padang
Motoin pengunjung yang lagi begaya dan sedang berfoto dengan pakaian penganten padang


Advertisements

22 comments

  1. Rata-rata bangunannya memang tinggi. Dan sayang sekali ya sampai bisa tersambar petir. Semoga bangunan2 bersejarah dan rumah adat di sana dilengkapi dengan penangkal petir.

    Liputannya komplit nih 🙂

  2. terakhir kesana tahun 2007. pengen kesana lagi, pengen liat setelah direnovasi jadi kayak apa. semoga dalam waktu dekat ada kesempatan untuk berkunjung kembali kesana 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s