Gagal Paham : Bawa Bayi ke Pasar Tanah Abang

makan siang hari bulan puasa di tengah pasar tanah abang

makan siang hari bulan puasa di tengah pasar tanah abang

Hari minggu sebelum puasa, gue ke tanah abang. Biasanya sih gue kalau ada yang mau dibeli (setahun sekali heheheh) sukanya pergi pada hari selain minggu, senin dan kamis. Kenapa? Karena pada ketigaga hari itu biasanya puaadett bangett.

Senin sama kamis kan ada pasar tasik tuh. Jadi pedagang dan perajin dari Tasik turun gunung buat jajain barang dagangannya. Semuanya harga grosiran karena mereka jualan buat dijual lagi. Jadi pada kedua hari tersebut pasar tanah abang numplek plek plek. Pedagang tasik dan para langganan pedagang tasik yang juga penjual di pasar-pasar yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya, berkumpul pada hari pasar tersebut.

Kalau hari minggu biasanya tanah abang jauh lebih sesak dan lebih rame lagi karena para karyawan atau pns yang berasal dari luar Jakarta yang hanya bisa belanja belanji di tanah abang pada hari minggu dan hari libur. Belum lagi para wisatawan dari daerah yang berkunjung ke Jakarta berasa ngga apdol kalo ga mampir dan belanja ke tanah abang dan mangga dua.

Kemarin ntu, hari minggu, lagi musim liburan, jadi banyak pengunjung tanah abang makin numplak dongg… Apalagi pas udah mau puasa begini, banyak pedagang yang yang belanja blenji di tanah abang buat kebutuha lebaran. Jadiiiii, makim numplek doongg…beeuuhh kaki aja geraknya setapak demi setapak di sana.

Nah…udah begitu padat dan sumpeknya, gue liat banyaaaaakk banget ibu-ibu yang gendong bayinya di tanah abang. Aku yang jalan bawa badan aja udah sesak banget saking ramenya tanah abang. Tapi kok masih bisa ya ibu-ibu tersebut bawa anak-anaknya ke tanah abang?

Kadang-kadang yang dibawa ngga cuma anak-anak yang berumur 7-10 tahun. Seringkali anak-anak balita. Bahkan juga yang masih baru beberapa bulan. Bisa gitu ara ibu-ibu tersebut ke tanah abang yang rame dan sumpek tanpa memikirkan bayi-bayi mereka?

Memang sih belanja belanji di tanah abang itu lebih menguntungkan karena harga yang ditawarkan yaitu harga grosir. Tapi dengan syarat harus beli minimal 3 potong. Dan biasanya beda harga grosir dan harga eceran bisa mencapai 10 ribu – 25 ribu. Jadi kalau ibu-ibu tersebut harus untuk 3 sampai 6 orang dalam keluarganya (plus buat nenek, kakek, paman dan bibi) berapa banyak uang yang bisa dihemat.

Tapi bagi gue, ibu-ibu yang membawa anak-anaknya apalagi bayi adalah ibu-ibu yang kebangetan. Demi diskon harga mau menyiksa diri, menyiksa anak-anak dan bayi mereka. Dan jangan salahkan suasana pasar tanah abng yang rame jika sering terdengar ada anak yang hilang atau ibu-ibu yang kehilangan anaknya yang diteriakin call girls pasaya tanabang. Situ sendiri yang ga mikir bawa anak-anak ke pasar tanah abang yang super rame…

#gagal paham.

17 thoughts on “Gagal Paham : Bawa Bayi ke Pasar Tanah Abang

  1. anaknya mau dibeliin baju lebaran juga,
    saking seriusnya merhatiin baju, anaknya sampai lepas.
    *saya belum ke tanah abang tahun ini 😀

  2. kenapa nggak di rumah aja , bapaknya suruh jaga bayi… emaknya ke tanah abang naik angkot. kadang emak2 ini manja juga sih minta dianterin.. terus ke tanah abang kaya rombongan sirkus. emak asyik belanja, bapaknya mati gaya bosen, anaknya kehausan, kepanasan dan kelaperan…. <=== curhat pernah mati bosen di tanah abang

  3. Sinilah gw buka penitipan anak-anak buat para emak yang belanja di tanah abang hehe..
    Gw aja males ke pasar tanah abang kalo mo lebaran, takut batal puasanya, biasanya batal kalo udah ke tanah abang saking ga kuatnya bejubel sama pembeli laen dan kepanasan haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s