Kecopetan di Kereta Api Eksekutif Lodaya Malam Jogja Bandung

image

Malang sekejap mata. Itulah kata pepatah. Pepatah lainnya Malang Tak Dapat Ditolak Untung Tak Dapat Diraih. Begitulah penggambar kalau kita mendapat musibah. Apapun bentuknya.

Rabu malam, 25 Juni kemarin, jam 8 kurang seperempat, tadi malam, aku dan seseorang yang sudah kuanggap sebagai kakak beserta anaknya yang berumur 8 tahun bertolak dari Jogja menuju Jakarta. Berhubung kereta api yang menuju Jakarta semuanya full, kami memutuskan naik kereta api yang menuju Bandung dulu, kereta eksekutif Lodaya Malam jurusan Jogja – Bandung. Nomor kursi 3A, 3B, 3D. Dari Bandung, baru ntar nyambung lagi naik kereta api yang ke Jakarta.

Alasan naik kereta api adalah karena si uni pengen naik kereta api dan memberikan pengalaman baru bagi anaknya, kaya apa rasanya melakukan perjalanan naik kerata api. Kan di Padang kereta api sudah puluhan tahun ngga beroperasi sebagai angkutan penumpang. Makanya pengen nyoba juga naik kereta api.

Seperti kata pepatah di atas, si uni mengalami musibah. Ia KECOPETAN  saat tertidur di atas kereta eksekutif boo… Catet ya temans, di atas kereta eksekutif. Ngenes banget ngga tuuuhh… Kalau kejadiannya di kereta ekonomi rasanya masih bisa diterima nalar, tapi ini terjadi di kereta eksekutif. Yaaa emang sih, musibah terjadi di mana aja tapi itu copet kayanya niat banget nyari mangsa sampe harus naik kereta eksekutif dulu.

Jam satu lewat dan jam setengah 2 si uni membangunkan aku dan bilang tab-nya ga nemu di tas. Gue yang masih belum on, ngebleng beberapa saat. Pikiranku tab si uni jatuh menggelinding ke bawah pas lagi tidur. Abis itu berdiri ke bangku dia dan anaknya. Aku langsung nyari-nyari ke bawah kolong kursi kereta. Ga nemu. Selimut juga diangkat dan dikibasin. Hape tab Lenovo yang baru dibeli sebulanan yang seharga 3,5 juta masih ngga nemu.

Trus aku tanya lagi si uni apa hapenya ditarok di atas tas ato di dalam tas, eh dia jawab di dalam tas. Dan dia buka dompet, duit 50 an yang diambil di atm sore kemaren raib (duit doang yang diambil, dompet dan kartu kredit, atm, alhamdulillah selamat). Jumlahnya sekitar 1 juta 300 ribu. Astaghfirillah… Gue langsung kaget. Mata yang masih merem melek langsung melek 100%.

Deg! Otakku langsung mikir itu pencopetan. Aku menelpon petugas kerata api dan melaporkan kalau kakakku mengalami kecopetan di dalam kereta api. Petugas pun segera datang.

Tapi yaah… Petugas pun ngga bisa banyak membantu. Dia hanya menanyakan kronologis, dan mendata penumpang yang sudah turun pada saat perkiraan kejadian sampai jam saat itu. Kemudian bertanya pada penumpang yang duduk di dekat kami tentang apakah ada orang-orang yang mencurigakan.

Berdasarkan cerita penumpang yang ibunya duduk disebelahku, perkiraan pencopetan adalah sekitar jam 12 sampai jam 1, sebelum stasiun tasikmalaya. Si ibu tersebut duduk bangku belakang ibunya, sementara anaknya yang berumur sekitar 7-8 tahun duduk dibelakangku. Mereka masih bangun jam 12 malam.

Si Mba be itu terbangun lagi saat kereta berhenti di stasiun Tasikmalaya. Dan sebenarnya aku bisa dibilang ngga tidur juga karena emang susah tidur di dalam perjalanan, tapi aku menutupi wajahku dengan selimut mencoba untuk tidur.

Itu copet kayanya bener-bener udah ahli deh. Soalnya tas si uni ditarok di samping kaki dia di bawah jendela. Dia bisa ngambil duit dan hp d dalam tas hanya dalam waktu sesaat saja. Kemudian ia kembali meletakkan tas du bawah bangku yang diduduki anaknya si uni. Dan alhamdulillahnya segala macam jenis kartu selamat.

Kehilangan hape seharga tiga setengah juta plus uang sejuta tiga ratus bikin sedih banget. Tapi yang lebih menyakitkan adalah kehilangan momen-momen penting yang terekam melalui hape tersebut. Foto-foto yang diambil di Monas, Museum Fatahilah, Museum Wayang, Candi Borobudur, Prambanan, Malioboro dan Kraton Jogja selama seminggu ini. Belum lagi foto-foto perjalanannya sebulanan yang lalu ke Singapura dan Batam.

Yah, kejadian ini mungkin karena kesalahan kami juga yang tidak berhati-hati menjaga barang. Tapi rasanya terjadi kecopetan di kereta kelas eksekutif rasanya kebangetan juga kan ya… Coba kalau gerbong eksekutif tersebut ada CCTV-nya, setidak bikin pencopet mikir dulu kl mau nyopet di sana…

Jadi, saran saya buat PT. Kereta Api Indonesia, supaya di setiap gerbong dipasang CCTV supaya kalau ada pencurian bisa diselidiki dengan segera.

Adakah teman yang mengalami kejadian serupa?

20 thoughts on “Kecopetan di Kereta Api Eksekutif Lodaya Malam Jogja Bandung

    • Ya itu diaa.. sengaja bayar mahal buat nyari mangsa dan dapetin yang lebih besar…

      Kemungkinan copetnya udah turun di Tasikmalaya, karena sejak di Tasikmalaya, si Mba di bangku belakangku ngga tidur lago…

      Dan aku udah mencoba nanya ke petugasnya apakah mungkin dilakukan penggeledahan, tapi petugas bilang itu bukan wewenang mereka…

    • Iyaaa…. sering bnget yaa… Aku juga pernah liat copet di metromini. si copet merenggut kalung si korban, setelah sebelumnya ngancam dg cara nusukin sumpit ke pundaknya…

  1. Wah fristi sedih banget ya kok bisa ya, aku juga ngak habis pikir dan aku baru dengar kasus pencopetan di kereta eksekutif, lantas apa jawaban pihak KAI….?

  2. Gusti, banyak sekali barang berharga yang raip. belum lagi momen yang terabadikan di dalam Tabnya. aneh juga yah, mbak, di KA Eksekutif bisa kejadian seperti itu. apa mungking, mungkin kali yah, si pencopet sengaja ngincar KA Eks, karena sudah diperkirakan di dalamnya orang berada semua. tapi mudah-mudahan terlacat, semoga.

    • Kalau menurut saya, copetnya mikir bukan karena mikir di dalamnya orang berada, tapi mungkin karena di dalam kereta api eksekutif, para penumpang mengira akan aman, jadi penumpang teledor… Kesempatan ini yang yang diambil si pencopet…

  3. smg diberi ganti yg lebih baik ya mbak. sy klo naik kereta g pernah mikir bakal ada copet. soalnya ga begitu berdesakkan. seringnya naik kereta kaligung ke tegal atau eksekutiv. kalau yg krl blm pernah. skrg kudu tetep waspada juga stl baca blog mbak ini

    • Amiin, semoga diganti dengan yang lebih baik ya…🙂

      Iya Mba… Aku kemaren juga lengah, merasa di eksekutive bakal aman2 aja…🙂 Kalau krl emang kudu harus hati-hati karena penumpangnya yang sangat padat…

  4. Astaghfirullah….mba…..wah sy kmren naik KA eksekutif pdhl…dan sempet ngerasa agak was was klo brg hlng……karena kalo di KA eksekutif aku selalu langsung terlelap dan gak bs terjaga…..

  5. Pingback: Candi Prambanan ~ Jogja | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Copeeeeett Menyeramkan | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s