Dare to Dream

westlife

Sejujurnya saya mulanya niat ngga niat bikin postingan buat ikut GA ini, karena ini rasanya terlalu pribadi buat dishare, tapi pengen banget juga ikutan. Ya udah bikin juga last minutes, hehehe.

Bicara soal mimpi atau keinginan terbesar yang pengeeeen banget saya wujudkan adalaaahh… Treeng…treeng…treeengg…

1. Bayarin atau Lunasin Hutang Orang Tua ke Bank.

Gini, saat ini orang tua saya terlilit hutang di bank, yang nominalnya besar. Utang itu adalah utang untuk dagang orang tua saya. Tetapi sudah 5 tahun ini utang tersebut diatasnamakan ke sodaraku yang cowok. Tapi tetap aja namanya utang orangrua karena agunannya adalah rumah dan tanah orangtuaku *udah pengen mewek ini…*

Yang nyakitin hati adalah setiap bulan setor sekitar 3,5 juta tapi jumlah atau nominal hutang ngga berkurang sama sekali. Itu hanyalah bayar bunga doang. Coba kaliin setahun, dan kaliin juga 5 tahun (misal) udah berapa banyak coba? Setiap bulan kami selalu dipusingkan dengan bayaran bunga bank ini.

Bener-bener melelahkan. Duit abis bayar bunga bank tapi utang ngga berkurang. Sedih kann? Ibarat pepatah padang, “minyak abih samba ndak lamak ~ minyak abis samba tidak enak” (samba dalam pengertian padang adalah lauk pauk atau makanan pendamping nasi seperti balado, gulai, rendang, dendeng dsb.)

Jadi sekarang kalau bisa mah, jangan coba-coba berutang sama bank deh. Itu sama aja kaya rentenir modern yang melilit badan, dan seperti parasit yang menghisap sari makanan tumbuhan inangnya.

Setiap tahun kami semua berharap bisa membayar utang-utang kami pada rentenir modern tersebut, tapi gitulah…sampai saat ini rentenir modern tersebut masih menjerat leher kami semua. Dan benar apa yang selalu diingatkan Ust. Yusuf Mansyur, jangan berhutang, apalagi ke bank!

Semoga saya dan saudara-saudara saya bisa segera melunasi hutang bank yang sangat menjerat leher ini… amiinn, amin ya rabbal alamin.

Oke, cukup sampai di sini aja tentang ini yaa… 🙂

2. Naik Haji-in Orang Tua.

Ini juga merupakan keinginan terbesar dalam hidupku dan saudara-saudaraku. Juga keinginan para anak lainnya di mana pun ya. Pengen naik hajiin orangtua. Saya tau banget ayah saya itu udah rinduuuu banget naik haji. Setiap tahun, setiap ada pelepasan jemaah haji yang berasal dari mesjid di dekat rumah, pulang-pulang ayah saya selalu ngomong gini ke ibu saya, “Kapan lagi giliran kita ke Mekah ya, Ma?” Sedih banget juga kan dengarnya?

Sebenarnya juga kami, para anak, sudah membuatkan ayah dan ibu tabungan haji. Tetapi sekarang jarang disetor karena harus mengutamakan bayar bunga bank yang mencekek leher itu. Coba kalau setoran bunga yang segitu dijadikan setoran haji, Insya Allah mungkin orangtuaku sudah menunaikan ibadah haji kali ya. Sediihh kann. Dan semoga Allah mempermudah kami melunasi hutang dan menaik-hajikan orang tua saya. Amiiin amin ya rabbal alamin.

Oya, bagaimana dengan saya? Apakah ngga ingin naik haji juga? Sebagai seorang muslim, pasti dong, menunaikan ibadah haji adalah kerinduan yang teramat dalam dari dasar lubuk hati. Itu adalah tempat impian terbesar yang ingin dikunjungi bukan? Tapi saat ini bagiku yang pertama dan utama adalah orangtuaku dulu.

Cukup segitu aja tentang ini ya… 🙂

3. Belajar Bahasa Korea di Korea.

Ini juga merupakan salah satu keinginan terbesarku. Belajar bahasa korea di negara asalnya. Bukan buat gaya-gayaan atau keren-kerena tapi karena keniscayaan (lebay deh bahasanya). Kenapa? Karena aku sudah terjun ke bidang ini sejak 1,5 tahun yang lalu. Tapi kemampuan bahasa koreaku sangaaaaaaat cetek. Ibarat kata seujung kuku kulit ari pun tak ada. Jadi, aku bener-bener serius ingin bekerja di bidang ini sekarang. Dengan kemampuanku yang sekulit-ari pun tak ada, aku sering nolak tawaran jadi interpreter, apalagi interpreter acara seminar, huhuhu. Ga pede boo.. Kalau nerjemahin naskah sih ngga papa. 🙂

Dengan kemampuan bahasa yang cetek, saya jadi ingin langsung nyebur belajar bahasa korea ke sana. Biar saya pede kerja sebagai apapun bersama orang korea karena hambatan bahasa teratasi.

Teman saya kemampuanya pun biasa aja, les bahasa korea di korea selama 6 bulan. Pulang-pulang dari sana ia lancaaaaarr jaya ngomong korea dan pede abis jadi interpreter korea.
Dulu sebelum ke korea aku ngga bisa ngomong sama sekali ka… Ngga ngerti ditanya apa apalagi jawabnya. Bisanya cuma, ne, aniyo, ang ung ang ung doang, Ka. (ga tau mo ngomong apa maksudnya, 🙂,” kata temanku yang 6 bulan di korea. Yang lainnya juga ngomong gitu.

Pokoknya Ka, jaauuuuuuh lebih lancar pas udah di korea dibanding sebelum ke korea , Ka…” kata yang lainya.

Jadi, saya pun sangat berhasrat besaaar mau ke sana belajar bahasa korea. Semoga terwujud deh dalam waktu dekat. Amiiinn.

4. Punya Buku Lagi Tahun Ini.

Keinginan ini harusnya sudah terrealisasi tahun kemarin kali yaa, biar si Cara Mudah Belajar Bahasa Korea punya adik… 🙂 Tapi karena saya kan orangnya mudi-an banget jadi ngga pernah tereliasasi apa yang saya inginkan tersebut. Sedih yaaa… Tapi itulah akibat terlalu menurutkan rasa malas di hati. Dan sekarang ini saya bener-benar berjuang melawan rasa malas tersebut… Hwaaiitingg… 🙂

Tapi Insya Allah tahun ini saya ingin mewujudkan impian ini… Amiiin amin ya rabbal alamin 🙂

Naaahh empat poin itu menjadi impian terbesarku saat ini… Aduuh… ada 4 booo… kebanyakan dong! Padahal masih ada ding yang sangat sangat ingin saya lakukan, yaitu ingin ikut belajar tahsin, benerin bacaan alqur’an, dan pake rok, hehehe..  Eh, ini serius loh… 🙂

Minpi apa yang paling ingin saya wujudkan?? Yaa… Impian pertama dan kedua. Semisal saya ngga bisa belajar bahasa korea di Korea, saya sudah ikhlas, lillahi ta’ala, semisal belum bisa lagi nerbitin buku lagi tahun ini, saya pun insya allah ikhlas, tapi kalau impian pertama dan kedua saya tidak saya wujudkan, rasanya saya menjadi anak yang tidak berguna bagi orangtua saya. Jadi setiap hari aya selalu berusaha dan berdoa supaya impian yang pertama dan kedua segera terwujud. Amin amin ya rabbal alamin.

I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS

Advertisements

32 comments

  1. Ikutan sama mba tintin, Semoga Allah Ijabah semua doa dan kenginan Fir yaa 🙂 Amien
    dan Semoga allah memberikan kemudahan dan kelancaran untuk segala sesuatunya 🙂
    Semangaaat Fir …..

  2. Kalau bisa sih bagusnya gak usah berhutang.. Tapi kalo bisa mengelola hutang bagus juga, setidaknya hutang tidak lebih dari 30% pendapatan dan kita juga mesti tau sistem kreditnya seperti apa, biar tahu berapa pokok dan bunga nya..

    • Iya, kalau bisa emang jangan berhutang… Nyesak banget bayarnya tapi hutang ngga berkurang… Padahal itu bank pat merah loohh… bukan swasta… apalagi swasta yaa

  3. semoga semua impiannya tercapai.

    soal hutang di bank emang ribet. di awal biasanya bunganya dulu yang diperhitungkan. jadi nominalnya nggak berkurang atau berkurang dengan jumlah yang sedikit. dan aturan baru, kalau mau ngelunasin sebelum waktunya…. pinaltinya besar banget. itu pengalaman temen di salah satu bank seh

    • iya bener…aku itung-itung untuk 4 atau 5 tahun ini, jumlah bunga yang sudah terbayarkan lebih dari setengah utang. Tapiii utang ngga berkuraang *nyeseeekk.

      Temanku ada beberapa orang yang jadi marketig KTA, aku itung2 juga sangaatt besar, tapi itu udah cicilan pengembalian. Dan pinaltinya gede….

  4. Amiinnn..aminn..ya robbal alaminnn…semangatttt kaaaa! 잘 할 수 있을거야!!!!!
    Satu yg aku tidak percaya,pengen blajar pake rok :O hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s