Senja di Tanjung Layar ~ Pantai Sawarna

Karang kembar Tanjung Layar Sawarna. Siang hari
Karang kembar Tanjung Layar Sawarna. Siang hari

Setelah kembali ke penginapan dari goa lalay kami menikmati makan siang di penginapan. Abis sebagian ada yang berberes seperti mandi dan istirahat. Seabis ashar baru kami jalan ke Tanjung Layar, ikon Pantai Sawarna.

Tanjung Layar ini merupakan tanjung yang bagian ujungnya berupa batu kembar yang menjulang yang berada agak menjorok ke laut. Kalau air laut sedang pasang naik, batu kembar ini ibarat pulau kembar yang hanya berjarak kira-kira 50 – 100 m dari darat. Tapi kalau air laut sedang surut, batu kembar ini seakan bagian dari daratan. Mirip tanah Lot gitu deh, tapi kan ini cuma batu karang aja. ^^

Kami menyusuri pantai pasir putih berjalan arah timur menuju Tanjung Layar. Banyak pengunjung lainnya yang sudah tiba di sana menikmati senja di Tanjung Layar. Rupanya pantai ini benar-benar sudah sangat terkenal yang ingin dikunjungi banyak orang.

Pas nyampe, air laut lagi pasang surut
Pas nyampe, air laut lagi pasang surut

Tanjung Layar merupakan sepasang batu karang kembar yang berdiri kokoh di pinggir pantai. Batu karang yang tinngi ini menghadang ombak laut selatan jawa. Deburan ombaknya memecah di ujung batu karang dan menderu indah bagaikan nyanyian suara alam.

Ratusan pengunjung tersebut menyeberang mendekat ke arah sepasang batu kembar untuk menikmati senja. Menikmati debur ombak yang memecah di ujung karang. Ujung bawah pakaian yang basahpun tak dihiraukan demi menikmati apa yang disebut orang dengan sunset.

Dan senja yang indah itu memang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Ratusan orang mengabadikan senja yang ditingkahi debur ombak pantai selatan tersebut. Gaya selfie, oke. Gaya alay hayuuk. Gaya lebay juga boleh. Atau juga gaya sarangheyo korea juga ga papa. Yang penting happy.

Cahaya senja pelan-pelan memudar di ujung cakrawala. Sang surya perlahan tenggelam menjemput sang malam. Pelan-pelan juga pengunjung bergerak ke tepi pantai karena air laut sudah makin meninggi. Pasang naik air laut. Jadi ketika tadi pengunjung berjalan menuju sepasang batu karang air laut masih semata kaki atau masih di bawah betis, ketika kembali sudah setinggi lutut bahkan sudah sepaha.

Matahari sudah tenggelam. Bermakna waktu shalat magrib sudah masuk. (Rombongan) kami pun pelan-pelan meninggalkan pantai Tanjung Layar kembali ke penginapan dan melaksanakan shalat maghrib.

Meskipun temanku bilang, ‘ini pantai lumayan bagus sih tapi se-wonderful yang diceritakan orang-orang, ga se-hidden paradise yang didengungkan’, pantai ini bisa dijadikan alternatif yang oke buat liburan singkat bersama keluarga, bersama sahabat dan teman-teman.

Dan yang pastinya adalah kalau nanti mereka trip bareng lagi saya berharap bisa join lagi dengan mereka, hehehe…

Foto-foto senja di Tanjung Layar, Sawarna

Advertisements

20 comments

  1. ada legenda nggak tentang karang kembar itu? kali aja seperti tangkuban perahu 😀

    nulisnya huruf korea yah? saya juga upload nulis di atas pasir kemaren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s