Saya Memilih…..

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini merupakan salah satu hari yang menentukan bagaimana kehidupan bangsa Indonesia lima tahun berikutnya. Hanya kira-kira 5 menit berada di bilik suara, kotak pencoblosan suara aka menentukan masa depan bangsa 5 tahun berikutnya.

Jadi, saya selalu heran dengan pendapat sebagian orang-orang yang bilang, “gua golput ah, satu suara ini, ngga apa-apalah!” dan pada akhirannya dia memilih golput. Tapi… bagaimana kalau ada sejuta orang yang berpikiran sama untuk golput, maka ada sejuta suara yang pastinya sia-sia dari orang-orang yang berpendapat demikian.

Belum lagi banyak pemilih yang tidak bisa memilih karena ktp-nya yang berbeda dengan tempat tinggalnya, jadi tidak bisa memilih. Conth terdekat adalah : dari sekitar 15 an orang penghuni kos hanya aku dan seorang temanku yang nyoblos. Aku memilih di dekat kos karena sudah berkatepe di sana, sementara satu temanku milih di tempat tinggal kakaknya, karena katepenya juga di Jakarta Timur. Yang lainn? Suaranya hanyut ke laut.

Begitu juga banyak teman lain yang kukenal yang nggak menggunakan hak pilihnya karena alasan domisili dan katepe yang berbeda.

Lantas, partai mana yang kupilih dalam pemilu kali ini? Hmmm… Jujur aja, aku juga sama seperti banyak orang lainnya yang bingung harus memilih partai apa dan caleg-nya siapa. Kalau aku milihnya di rumah (di kampung) udah ketauan mau milih siapa. Untuk DPRD TK II, DPRD TK I, DPR-RI serta DPD udah ketahuan mau milih siapa. Itu orang yang aku ketahui dengan baik. Mereka ini lintas partai jadi ngga milih berdasarkan partai tapi berdasarkan orangnya, hehehe.

Di Jakarta ini, aku harus cermat memilih, karena hanya satu dua nama aja yang dikenal (karena dia tokoh yang sudah dikenal sepak terjangnya) dari sekian nama yang beredar tersebut. Memilih berdasarkan partainya aja juga masih berpikir lama, karena buaanyaknya korupsi-korupsi yang dilakukan oleh anggota legislatif dari partai-partai papan atas.

Bahkan partai yang slogannya “katakan tidak pada korupsi“, sambil jari telunjuknya digoyang-goyangkan di depan muka sambil bilang, “tidak…tidak,” malah menjadi salah satu partai juara yang korupsi. Dan mereka yang berperan di iklan tersebut malah hanya satu orang aja yang masih bebas lepas di alam bebas, hehehe.. 🙂

Partai lain? Partai merah dan kuning misalnya? Hmmm partai merah dan kuning, jujur aja aku ngga pernah nyoblos partai partai nyoblos partai warna ini karena ngga tertarik sama flatformnya. Kalau partai berlambang matahari? Kalau partai ini yang aku tau cuma pak bos-nya aja yang si rambut putih. Jadi… yahh lewat daahhh..

Nah, yang lainnya gimana? Kalau untuk calon presiden, Prabowo dengan slogan ekonomi kerakyatan dan ngga mau investasi asing sih aku mau milih dia. Tapi karena ini untuk caleg kayanya ngga bakal milih partainya dia. Jasii… mikir lagi…

Bagaimana dengan Hanura? kayanya ngga juga deh, manuver yang dilakukan Harry Tanoe bikin aku ngga simpatik sama dia. Sebelumnya aku cukup menyukai dia, sebelum dia merapat ke politik. Tapi ketika dia merapat ke polotik dan tiba-tiba berbelok arah ke Hanura dan mengincar kursi RI, no way buat Hanura.

Jadi hanya tersisa PKS doang… Meskipun kemarin tersangkut kasus sapi import, toh dibandingin kasus-kasus yang melibat partai lain, partai ini paling minimal lah kasusnya. Lagian kan kasusnya rada-rada aneh bukan? Kasusnya dibuat semakin melebar dan membesar, mengalahkan kasus-kasus yang justru lebih besar. Kalau ada yang disebut dengan media darling, maka partai ini kebalikannya… 🙂

Dan selain itu aku tau banget bahwa, calegnya sama sekali ngga main duit atau melakukan politik uang. Seseorang yang aku kenal sangat dekaaattt banget jadi caleg PKS di kampungku. Dia tidak mencalonkan diri jadi caleg tapi diminta mengembankan amanah untuk jadi caleg perempuan. Dan biaya terbesar yang ia keluarkan untuk jadi caleg hanyalah biaya pemeriksaan kesehatan caleg yang sebesar 900.000 an ribu rupiah. Lainnya hanya biaya buat beberapa buah spanduk dan poster-poster.

Dan sahabat adikku juga diminta jadi caleg PKS di daerah yang sama tapi dapil yang beda, juga hanya mengeluarkan uang terbesar untuk tes kesehatan caleg aja. Ngga ada yang namanya politik uang. Jadi itulah akhirnya yang memutuskam aku memilih PKS. 🙂

Dan untuk DPD nama yang kukenal dan dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan hanyalah satu. Fahira Idris. Ia baru-baru ini aja kuketahui namanya berkat kegiatannya yang anti miras yang kalau ngga salah yang pernah dibahas Mas Iwan di blog-nya. Jadi aku memilih dia… 🙂 dan tentunya karena faktor daerah asl juga sihh.. 🙂

20140409_10142220140409_10153020140409_101635

8 thoughts on “Saya Memilih…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s