Ditegor Pemilik Apartemen

Setiap Sabtu siang jam 2 jadwalku adalah mengajar matematika dan fisika buat anak korea yang masiglh duduk di smp kelas 3. Istilah sekarangnya adalah kelas 9 kan ya.

Gue ngajar anak tersebut di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Kayanya sih apartemen tersebut apartemen yang sudah berdiri puluhan tahun diliat dari karyawannya yang hampir semuanya bapak-bapak yang berumur diatas 40-an. Jadi pelayanannya bukan model apartemen yang belakangan banyak berdiri di Jakarta.

Di apartemen tersebut banyak bangat orang korea. Bisa diperkirakan wajah yang keliatan adalah wajah korea. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda anak muda cowok 18 – 20 tahun (lumayan kaaan liat-liat yang seger-seger, hehehe). Dan selain itu juga mak-mak yang sibuk ngurus anaknya, adalah mak-mak korea.

Dan suara-yang saling bersahutan juga suara berbahasa korea. Mungkin di atas 80 persen adalah korea. Termasuk suara-suara pembantu dan pengasuh (indonesia) yang juga suka berteriak sama anak asuhnya dalam bahasa korea. Jadi mikir juga, ini beneran di Jakarta ga sih? hahaha…

Nah murid gue ini sebenarnya ga tinggal di apartemen tersebut. Tapi mak-nya ngajar bahasa inggris buat anak-anak korea di sana, di rumah tempat adik maknya tinggal. Jadi karena ruang tamu dan kamar rumah tersebut juga dijadikan tempat belajar, jadilah mak-nya si murid nyuruh gue ngajar anaknya di lobi aja.

Tadi pas lagi ngajar ada bapak-bapak yang tiba-tiba nanya gue, “mbak, unit berapa?”. Dasar gue mikirnya bukunya unit berapa gue malah liat halaman depan buku yang pegang, hahaha. Si bapaknya nanyain lagi mastiin unit tempat tinggal si murid, bukan unit buku haha. (lagian ngerti banget bukan gue yang tinggal di sana, hihihi…)

“ohh 16, Pak!” sahut gue.
“Gini mba, ntar belajarnya di unitnya aja ya. Ketauan sama pemiliknya ngga boleh.” katanya ramah.
“Gitu ya Pak, tapi hari ini boleh dulu yah.” gue nawar. Dan si bapaknya ngijinin.

Eh abis itu tiba-tiba ada lagi satpam yqng ngampirin gue dan menyatakan hal yang sama. Aduuuhhh… Pas lagi diomongin si bapak satpam tiba- si ibu-ibu yang lagi berdiri di dekat meja resepsionis, ngomong (agak kencang).

“Mba… Nanti nggak boleh lagi belajar di lobi yaa. Hari ini masih boleh. Ke depannya ngga boleh!” kata si ibu tersebut.

“Iya Ibu…” jawab gue setengah kaget diteriakin.
“Di sini bukan untuk belajar. Mba sering banget saya liat belajar di situ!” sambung si ibu lagi, tegas.
“O iya ibu… Maaf ya Ibu!” jawab gue…

Hadeuuhhh ibuu… Tega amat ngusir gue belajar di lobi. Kan jadi ilang deh kesempatan gue ngajar sambil mata larik lirik yang seger-seger ibuuuu 🙂

11 thoughts on “Ditegor Pemilik Apartemen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s