Gara-Gara tahu Pedas

Gambar dari google image yaa

Gambar dari google image yaa

Aku bukanlah orang yang suka makan makanan yang pedas. Soalnya lidah dan perutku ngga mempunyai tolerannsi yang tinggi terhadap rasa pedas. Kalaupun kadang-kadang berani agak pedas dari biasanya, di lidah dan mulut sih masih bisa nahan, tapi di perut, addduuuhhh, bakal bergejolak.

Jadi  kalau makan makanan pedas, maka tunggu saja akibat : bolak-balik ke toilet deh, hehehe. Makanya aku kalau makan ketoprak atau gado-gado beraninya cuma kasih satu cabe rawit. Karena kalau lebih dari sebiji, bakal langganan toilet deh. ^__^

Selain itu, kalau makan yang pedes-pedes, kepalaku tiba-tiba jadi keliyengan, pusing menadak hehehe. Tapi masalahnya aku nggak bisa juga bilang kalau aku nggak bisa makan makanan pedes. Soalnya kalau bilang kurang suka makanan pedes kok dianggap belagu gitu ya. Apalagi didukung tampang yang tidak meyakinkan kalau nggak bisa makan makanan yang pedes. (emang ada hubungan ya antara tampang dengan rasa pedaaaaasss???) Lah, kalau nggak bisa mau gimana lagi coba?

Tapi, aku kan suka tahu. Dari kecil, salah satu makanan favorit aku ya tahu. Apalagi tahu isi. Dan sekarang salah satu jajanan yang enak itu adalah tahu pedas. Tahu isi yang dikasih sambel yang banyak jadinya pedes gitu deh. Dan aku sering banget makan tahu pedes ini bukan karena suka pedesnya tapi karena ngga nahan kalau udah ngeliat tahu isi.

Kemarin malam, aku makan tahu pedas ini. Cukup dua aja sih seperti biasa, karena kalau lebih dari dua bakal beser dah. Rupanya ini tahu lebih pedes dari biasanya. Bikin mulut ber’hu-ha-hua’ karena kepedasan. Tapi ngga ap-apalah, yang penting tahunya enak. Pedesya mah bisa ditahan dikit.

Dan seperti biasa, perutku ngga kuat boo… Pedes di hulu alias di mulut diikuti pedes dan panas di perut, dan pedes juga di hilir, hehehe (ini ngga usah dijelasan yaaa ^__^ Makan tahu jam 9, sampai jam sebelas udah 4 kali ke toilet. Plus tengah malam jam setengah dua terbangun karena perut yang bergolak ini. Asliii lemes.

Dan yang bikin aku bingung, semua temanku pada bilang, tahu pedes itu ngga ada pedes-pedesnya sama sekali, booo. Satupun ngga ada yang bilang pedes. Kata mereka malah anyep pedesnya. Yaelah, jadilah gue cengok sendirian boo… hehehe.

Kuat amat ya lidah dan perut mereka???

Perutku udah berasa kebakar kaya gini, bagian hulu pun juga udah berasa kebakar juga, tapi kok mereka, semua temanku, temanku yang Jawa (Timur), yang Sunda, apalagi Batak sama Menado) kompakan pada bilangtahu pedas itu ngga pedas yaaaa???? *tanda-tanya gede.

“Kalo lo bilang lo makan tahu pake cabe rawit 10 biji ngaku pedes, baru gue percaya…” kata salah seorang temanku.

Naahh looo…? Aku doang yang bilang pedes *tertunduk malu :)*

Bagi teman-teman ini pada bilang, ngga nonjok kalau makan makanan ngga pedas. Jadi, teman-teman,  pada suka makan makanan pedes-kah?

Advertisements

4 thoughts on “Gara-Gara tahu Pedas

    • Iya Pia, tapi masakan padang warnanya doang yang ngejreng… merahnya kayanya pedeeess banget. tapi kalak telak dibanding sambel yang ada di warteg2 apalagi sambel dabu2 menado, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s