Kota Bukit Tinggi ~ Dataran Tinggi Agam

IMG_5365

Apa yang Anda ingat jika mendengar nama Kota Bukit Tinggi? Jam Gadang? Ngarai Sianok dan Lobang Jepang? Benar sekali. Jam Gadang, Ngarai Sianok dan Lobang Jepang adalah tempat pariwisata yang berada di kota Bukit Tinggi.

Bukit Tinggi merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Sumatera Barat. Kota ini mempunyai hawa yang sejuk karena berada di dataran tinggi Agam serta terletak di kaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Maka tidak heran kota ini dan daerah di sekitarnya mempunyai pemandangan alam yang sangat indah.

Sejarah Kota Bukit Tinggi

Dalam wilayah adat Minang Kabau, Bukit Tinggi merupakan daerah yang termasuk ke dalam Luhak Agam, makanya kota ini juga dikenal sebagai Koto Rang Agam. Dulu sebelum dikenal dengan nama Bukit Tinggi merupakan sebuah nagari yang bernama Nagari Kurai Lima Jorong. Penduduk Bukit Tinggi berasal dari Nagari Pariangan, Tanah Datar.

Saat ini secara administrasi negara, Bukit Tinggi merupakan sebuah kotamadya yang dipimpin oleh seorang walikota. Sebelum menjadi kotamadya Bukit Tinggi menjadi ibukota Kabupaten Agam. Pada tahun 1994 ibukota Kabupaten dipindahkan ke Lubuk Basung. Tetapi hari jadi kota Bukit Tinggi ditetapkan pada tangal 22 Desember 1874.

Sejak pemerintahan kolonial Belanda Bukit Tinggi menjadi salah satu kota pusat penerintahan kolonial Belanda dan Jepang. Belanda menjadikan Bukit Tinggi ibukota pemerintahan admiminisratif Residentie Van Padangsche Bovenlanden. Di sana, tepatnya di Bukit Limpapeh Belanda membangun Benteng Fort De Kock untuk menghadapi pejuang-pejuang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Sehingga kota Buki Tinggi disebut juga degan Kota Fort De Kock.

Pada tahun 1828 status kota Buki Tinggi menjadi Gementelijke Resort Fort De Kock. Kemudian pada tahun 1938, status kota Bukit Tinggi ditetapkan menjadi Staatsgemente Fort De Kock.

Ini gambar dipinjem dari punya teman Ayu riza.

Ini gambar dipinjem dari punya teman Ayu riza.

Sementara pada masa pendudukan Jepang, Bukit Tinggi menjadi pusat pusat perintahan meliter Jepang untuk kawasan Sumatera, Thailand dan Singapura di bawah pimpinan Jendral Yashimata. Bukit Tinggi berganti nama menjadi kota ini berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho. Luas kota Bukit Tinggi semakin besar dengan dimasukannya nagari Sianok Anam Suku, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah ke dalam kota Bukit tinggi.

Setelah kemerdekaan, ketika diberlakukannya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, Bukit Tinggi menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Wakil Presiden Bung Hatta pun pernah berkantor di sani sejak akhir tahun 1947 sampai Juni 1948. Bukit Tinggi menjadi ibukota Provinsi Sumatera Tengah, provinsi yang sekarang meliputi provinsi Sumatera Barat, Riau (termasuk Kepulauan Riau) dan Jambi. Setelah terbentuknya provinsi Sumatera Barat, Bukit Tinggi ditetapkan sebagai Ibukota Sumatera Barat. Baru kemudian pada tahun 1958 ibukota Provinsi Sumatera Barat dipindahkan ke Padang, akan tetapi pemidahan secara resmi baru dilakukan pada tahun 1979.

Bukit Tinggi Kota Pendidikan

Semenjak zaman penjajahan Belanda pada abad 19 Bukit Tinggi dan juga Padang Panjang sudah dikenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Selain sistem pendidikan agama oleh ulama yang dilakukan di surau, juga banyak sekolah umum yang dibangun dan didirikan di sana. Salah satunya adalah Sekolah Raja yang sudah berdiri pada tahun 1856. Selain itu juga ada sekolah anak anak Eropa (ELS), MULO, MOSVIA dan sekolah-sekolah swasta lainnya.

Di Sekolah Raja, sisiwa-siswa dididik untuk menjadi calon guru dan calon pegawai negeri di pemerintahan Hindia Belanda. Siswa-siswa yang bersekolah di sini adalah siswa-siswa pilihan yang berasal dari sekolah-sekolah unggulan lainnya. Jadi tidak heran orang-orang Bukit Tinggi dan sekitarnya dulu banyak yang menjadi pejabat Hindia Belanda di berbagai daerah di Indonesia.

IMG_5385

Tokoh – Tokoh Nasional Asal Bukit Tinggi

Selain banyak warga Bukit Tinggi diangkat menjadi guru dan pegawai pemerintah Hindia Belanda, Bukit Tinggi dan daerah sekitarnya banyak melahirkan tokoh nasional yang menjadi pejuang kemerdekaan Indonesia. Nama-nama yang terkenal dalam perjuangan kemerdekaan dan sastra Indonesia Indonesia yang berasal dari Bukit Tinggi dan sekitarnya adalah :
1. Muhammad Hatta atau Bung Hatta.
2. Sutan Syahrir, perdana menteri pertama Indonesia.
3. Haji Agus Salim, diplomat ulung dan juga wartawan .
4. Siti Rohana Kuddus, jurnalis wanita pertama Indonesia.
5. Abdul Muis.
6. Chairil Anwar, pujangga.
7. Dan lain-lain.

Di kota ini juga menjadi salah satu kota yang banyak melahirkan ulama dan surau yang sangat berpengaruh dalam pendidikan dan pengembangan Agama Islam di Sumatera Barat. Surau-surau dan mesjid lama tersebut berkembang menjadi sekolah-sekolah yang terkenal sejak awal abad 20 masih eksis sampai saat ini.

Ini dia surau tuo (atau mesjid) yang terkenal di Bukit Tinggi :
1. Surau Parabek (Mesjid Jamik Parabek) yang didirikan oleh Syekh Haji Ibrahim Musa Parabek di Parabek.
2. Surau Canduang, didirikan oleh Syekh Haji Soelaiman Ar-Rasuli di Canduang.
3. Surau Inyiek Djambek (Mesjid Jamil Djambek) didirikan oleh Syekh Muhammad Djamil Djambek.

Pariwisata Bukit Tinggi

Bukit Tinggi selain dikenal sebagai kota pendidikan yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional, juga dikenal sebagai kota wisata dan kota perdagangan. Bukit Tinggi menjadi ikon pariwisata di Sumatera Barat. Banyak objek-objek pariwisata berada di kota ini, seperti :
1. Jam Gadang.
2. Panorama Lobang Jepang.
3. Ngarai Sianok, Janjang Koto Gadang.
4. Janjang 1000.
5. Kebun Binatang Puti Bungsu.
6. Benteng Fort De Kock.
7. Rumah Bung Hatta.
8. Museum Perjuangan.
9. Puncak Lawang dan Ambun Pagi (view Danau Maninjau)

Meskipun secara administrasi ukuran kota Bukit Tinggi tidaklah besar, hanya 25,24 km2, Bukit Tinggi merupakan kota pusat perdagangan. Kota ini mempunyai pasar besar seperti Pasa Ateh, Pasa Bawah dan Pasa Aua Kuniang. Pasa Ateh adalah pasar pariwisata yang banyak menjual dijual pakaian siap untuk dijahit yang sudah disulam dan di bordir. Juga pusat penjualan songket, talakuang atau mukena minang yang ful bordir sulam, dan lain-lain

Pasa Bawah adalah pasar yang berada di bawah Pasa Ateh yang banyak menjual segala kebutuhan harian warga. Sementara Pasa Aua Kuniang adalah pusat pasar grosir untuk wilayah Sumatera Barat, Riau dan Jambi, serta Sumatera Utara bagian Selatan.

Firsty Chrysant

firsty.chrysant@gmail.com

22 thoughts on “Kota Bukit Tinggi ~ Dataran Tinggi Agam

    • Iya emang, harganya mencapai jutaan… Bisa 2 – 3 ato lebih. Apalagi kalo full bordir manual buatan tangan, sutra lagi.. katanya bisa 4 atao 5.

      Kalangan menengah ke atas, ato minimal PNS di Sumbar umumnya, kalo beli mukena buat mahar, pasti ke Bukit Tinggi…

  1. Pingback: Ngarai Sianok dan Janjang Koto Gadang ~ The Great Wall of Koto Gadang | Firsty Chrysant

  2. Pingback: Solok Singkarak Padang Panjang Lembah Anai Bukit Tinggi Solok : Gempor Daaah | Firsty Chrysant

  3. Pingback: Lembah Anai Padang Panjang | Firsty Chrysant

  4. Pingback: Jam Gadang Bukit Tinggi Sumatera Barat | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Bagaimana Cara ke Bukittinggi dari Kota Padang | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Tukang Palak di Objek Wisata Sumatera Barat itu Bernama Tukang parkir | Firsty Chrysant

  7. Pingback: Taman Panorama Bukittinggi | Firsty Chrysant

  8. Pingback: Lubang Japang ~ Lubang Jepang Taman Panorama Bukittinggi | Firsty Chrysant

  9. Pingback: Red Square or Dutch Square Malaka | Firsty Chrysant

  10. Pingback: Janjang Saribu (1000 ) Ngarai Sianok Bukittinggi Sumatera Barat | Firsty Chrysant

  11. Pingback: Taruko Cafe Resto, Ngarai Sianok, Bukittinggi | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s