BALIMAU ~ Mandi Sebelum Ramadhan di Sumatera Barat

Sungai yang jernih seperti ini sering dijadikan tempat untuk balimau.

Setiap daerah masing-masing mempunyai tradisi dalam menyambut bulan puasa, Bulan Ramadhan. Di daerah Sumatera Barat dan juga di daerah di sekitar Sumatera Barat, dalam menyambut bulan Ramadhan, ada tradisi yang dilakukan oleh (sebagian) masyarakat, yaitu balimau. Tradisi Balimau ini dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan ibadah puasa yang dilakukan di sungai atau sumber mata air yang bersih.

~ Arti Balimau

Sebenarnya apa sih Balimau tersebut? Balimau terdiri dari kata Ba dan Limau. Secara bahasa Limau berarti jeruk nipis. Dan Ba, dalam bahasa Minangkabau berarti ber, yang sama dengan imbuhan ber. Artinya adalah memakai atau menggunakan atau melakukan. Jadi arti balimau secara bahasa adalah mandi dengan menggunakan limau.

Dan arti Balimau secara definisi menurut hemat saya adalah mandi yang dilakukan sehari sebelum puasa Ramadhan yang bertujuan untuk membersihkan diri untuk menyambut bulan puasa atau ramadhan. Biasanya dalam proses mandi ini menggunakan limau (jeruk nipis) yang diiris tipis, bunga rampai, daun pandan yang diiris tipis-tipis dan akar akaran (akar wangi).

~ Sejarah Balimau

Kalau kita merunut ke masa lalu mungkin akan timbul pertanyaan, apa sih yang menyebabkan munculnya tradisi mandi balimau ini di kalangan masyarakat Sumatera Barat? Bukankah tradisi Balimau ini tidak ada di dalam syariat agama Islam?

Jadi begini, pada zaman dulu, masyarakat belum mengenal sabun seperti yang kita kenal kenal sekarang yang digunakan untuk mandi atau membersihkan diri. Masyarakat zaman dulu mungkin hanya menggunakan air saja untuk membersihkan diri mereka sehari-hari ketika mandi.

Dan untuk membersihkan badan dari daki yang melekat di badan, biasanya mereka menggunakan peralatan yang sangat sederhana yang terdapat di alam. Contohnya memakai batu untuk mengankat daki di badan. Dan juga menggunakan akar-akaran untuk membersihkan badan dari daki. Untuk membersihkan gigi masyrakat zaman dulu mengunakan rumput. Kalau tidak salah namanya rumput banto.

Dan kalau ingin keramas untuk membersihkan rambut, masyarakat zaman dulu menggunakan abu sabut kelapa yang dibakar. Sewaktu saya masih kecil, masih ada juga yang menggunakan sabut yang dibakar tersebut untuk kerama. karena konon katanya sangat bagus untuk rambut supaya rambut terlihat hitam mengkilap dan berkilau.

Ketika memasuki Bulan Ramadhan, masyarakat yang berbahagia dengan kedatangan Bulan Ramadhan, ingin menyambut bulan suci tersebut dengan membersihkan diri mereka lebih dari yang selama ini mereka lakukan. Tidak hanya dengan sekadar air dan alat penggosok sederhana saja, tetapi juga menggunakan bahan-bahan lainnya ketika mandi, yaitu limau atau jeruk nipis serta bunga-bungaan, daun pandan dan akar-akaran.

Jeruk nipis sangat bagus digunakan untuk mengangkat minyak-minyak yang melekat di badan. Jadi dengan mandi menggunakan jeruk nipis badan terasa lebih bersih dan segar untuk menghadapi bulan puasa. Akar-akar digunakan untuk mengangkat daki-daki yang melekat di badan serta membuat tubuh lebih wangi dan segar. Ditambah lagi dengan bunga-bungaan, makin membuat badan tubuh jadi segar dan harum.

Jadi pada dasarnya tujuan masyarakat zaman dulu di Sumatera Barat melakukan Balimau adalah kebahagian untuk menghormati bulan bulan Ramadhan itu sendiri. Masyarakat embersihkan diri sebersih-bersihnya untuk menyambut bulan Ramadhan supaya nyaman beribadah.

Zaman dulu, masyarakat mandi di tempat mandi umum biasa, tidak pergi ke tempat-tempat tertentu seperti sekarang. Zaman dulu kan belum ada kamar mandi pribadi di rumah, mandinya di pancuran di dekat surau atau kali dekat rumah.Atau juga di tempat pemandian umum milik kaum atau suku.

Anak-anak laki-laki diajak ayahnya mandi di pancuran surau atau mesjid. Begitu juga anak perempuan dibawa ibu atau neneknya. Semua orangtua atau keluarga membawa anak hampir bersamaan. Jadi suasananya lebih ramai darpada saat mandi hari biasa. Mungkin hanya anak remaja saja yang mandiri, pergi bersama teman-teman seusia membawa seperangkat ramuan limau ke pancuran atau sungai di dekat rumah.

Image

Sumber foto : Di sini

~ Balimau Zaman Sekarang

Nah, bagaimana dengan sekarang? Peralatan mandi dan kebersihan badan zaman sekarang sebenarnya tidak lagi memerlukan limau dan bunga-bungaan lagi untuk membersihkan diri. Tetapi hingga saat ini ritual masih ditemui di beberapa tempat di wilayah Sumatera Barat. Tidak banyak, hanya sebagian kecil masyarakat saja yang melakukannya.

Sekarang ini makna Balimau sudah jauh melenceng dari tujuan semula. Yang awalnya Balimau bermakna untuk membersihkan diri dalam arti yang sebenarnya dalam menyambut bulan Ramadhan (supaya badan segar ketika hendak tarweh nanti malam), sekarang Balimau hanya dimaknai sebagai mandi-mandi bersama di sungai atau sumber mata air sebagai sarana hura-hura.

Biasanya yang suka pergi balimau ini adalah orang-orang kampung yang ingin jalan-jalan saja dan anak-anak muda alay. Tapi meskipun diikuti oleh hanya sebagian kecil masayarakat, di beberapa tempat pemandangan ritual Balimau ini jadi tampak mencolok karena sungai tersebut jadi ramai oleh manusia.

Rombongan yang mau balimau ini pergi mandi rombongan ke kali atau sungai jauh dari tempat tinggal. Naik mobil pikap bak terbuka atau naik motor ramai-ramai. Tidak lebih dari itu. Dan sering kali kegiatan hura-hura ini harus dibayar sangat mahal. Melayangnya beberapa nyawa karena kecelakaan di jalan raya atau juga karena hanyut di sungai atau danau. Sungguh mengenaskan bukan?

Hal inilah yang kemudian membuat ritual balimau ini mulai ditentang oleh segenap lapisan masyarakat, terutama kaum ulama, karena sudah melenceng dari makna awalnya. Kegiatan ini bisa dibilang tidak ada manfaatnya sama sekali. Selain sudah jauh dari makna semula, acara ini seringkali merenggut nyawa-nyawa tak berdosa.

Hanya saja, saat postingan ini dibuat (tahun 2014) saya pernah membaca Balimau ini dijadikan ajang untuk kampanye alih-alih untuk untuk dihilangkan secara perlahan. kalau tidak salah yang menjadikan balimau sebagai ajang kampanye adalah salah satu calon walikota Padang… Cape deehhh…

Di kota Padang sendiri, tempat yang biasa dijadikan tempat acara balimau adalah, batang aia (sungai) Lubuk Minturun di Koto Tangah, Batang Kuranji di Kuranji, dan Lubuk Paraku di Indarung. Tapi sepengetahuan saya ketika pulang sehari sebelum puasa sewaktu kuliah dulu (kalau pulang lmelewati daerah ini), di Lubuk Paraku ini tidak terlalu ramai, mungkin hanya puluhan orang saja.

Kalu balimau dilakukan di rumah sendiri atau di pemandian umum yang biasa digunakan saya pikir ngga masalah. karena tujuannya untuk menyiapkan diri menyambut bulan Ramadhan. Supaya badan segar pada saat tarawehan pertama nantinya. Pokoknya jadi lebih fresh deh.

Bagi teman-teman saya yang berasal dari Jawa, mandi yang dilakukan sebelum puasa ini juga ada. Mereka menyebutnya mandi besar. Mandi besar ini sama seperti mandi membersihkan diri dengan berkeramas ketika selesai dapat haid. Mungkin hanya istilah di masing-masing daerah saja yang berbeda.

~ Balimau Dalam Canda

Seperti yang saya bilang diatas, meskipun Balimau ini hanya dilakukan oleh sebagian masyarakat saja, tapi semua elemen masyarakat sangat mengetahu dengan baik tradisi ni. Oiya, saya ingat, ada juga istilah mandi limau (bukan balimau ya). Mandi limau ini semacam diruwat dalam budaya Jawa. Semacam buang sial kali ya…*tolong koreksi kalau saya salah.

Pada saat bercanda, orang-orang juga menggunakan (mandi) limau atau ruwatan ini. Banyak elemen masyarakat menggunakan istilah balimau saat bercanda. Misalnya, ada seseorang yang mengalami kesialan terus, misal, berkali-kali jatuh dengan motornya, maka akan dicandai seperti ini, “Limau-anlah onda ang tu lai. Kalau paralu wa ang sakalian balimau!” (kamu limau-in tuh motormu. Kalau perlu sekalian kamu yang balimau!), hehehe.

Note :

Ang     : Wa ang          → Kamu (khusus untuk pria).
Onda   :  Honda          → Motor (Di daerah Padang, apapun merek motornya selalu disebut dengan Honda atau Onda, hehehe).

Firsty Chrysant

14 Juli 2013

Advertisements

12 thoughts on “BALIMAU ~ Mandi Sebelum Ramadhan di Sumatera Barat

  1. firstychrysant said:
    Selain sudah jauh dari makna semula, acara ini seringkali merenggut nyawa-nyawa tak berdosa.

    Kok bisa sih? gimana kejadiannya? tenggelam gitu ya?

    • Iya Mba… Sebenarnya di banyak daerah lain ada juga tradisi seperti ini…

      Tradisi ini diajdikan ajang kampanye.

      Kalau soal kecelakaan, itu karena sekarang, yang namanya balimau lebih ke hura-huranya aja. Anak2 muda biasaya suka pergi dengan mobil pikap atao naik motor rombongan tapi disiplin di jalan raya.

      Dulu ada aja berita kecelakaan yang dialami oleh orang-orang yang pergi balimau ini… Sekarang karena ngga tinggal di kampung jadi ngga tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s