Halan Halan ke Kebun Raya Cibodas Puncak

Hari Minggu kemarin tanggal 10 Maret, aku dan teman kosku Lala, dadakan jalan-jalan ke Puncak. Namanya juga dadakan, kami pergi tanpa perencanaan sama sekali. Sebenarnya aku dan Lala rencananya mau pergi ke Bandung bertiga dengan Umi. Tapi karena Sabtu sorenya Umi tiba-tiba diajak teman-teman kantornya pergi ke Garut, mau ggak mau aku dan Lala membatalkan pergi ke Bandung. Sebagai gantinya malamnya kami sepakat pergi ke Puncak.

Oke, kami berangkat dari kos jam setengah delapan ke Bogor dengan kereta api. Dari stasiun Bogor kami naik angkot ke terminal Baranangsiang dan kemudian ganti kendaraan naik minibus (ngga tau sebutannya apa) yang ke Cianjur. Sebenarnya, tujuan ke mana di Puncak juga belum jelas, dan kami memutuskan ke Kebun Raya Cibodas setelah naik minibus.

Photo-0876Photo-0867Kebun Raya Cibodas (Cibodas Botanical Garden) ini oleh Johannes Elias Teijsmann pada tahun 1852 di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman Nasional yang berada di tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni kabupaten Bogor, kabupaten Cianjur dan kabupaten Sukabumi ini berada pada ketinggian 1.275 mdpl, dan bersuhu udara 17 – 27 derajat Celcius.

Beberapa saat sebelum turun dari minibus di prapatan yang ke arah Cibodas di Cimacan, tiba-tiba hujan mengguyur bumi dengan deras. Yaaahh… sedih deh, jauh-jauh datang dari Jakarta disambut hujan dreas. Tapi, layar sudah dikembangkan, pantang surut kembali. Dengan tekad bulat kami berdua meneruskan perjalan ke Cibodas. Tanggung kan? Udah dekat ini.

Photo-0879Photo-0877

Kami kemudian naik angkot yang menuju Kebun Raya Cibodas. Kira-kira 10 menit kemudian tiba di gerbang dua. Di sisi sepanjang jalan dari Cimacan ke Cibodas, di kiri kanan jalan dipenuhi oleh taman-taman bunga hias untuk di jual.

Ongkos dari Cimacan ke kebun raya cuma 2000 perak. Setelah membeli dua lembar tiket seharga Rp 9.500 masing-masingnya, kami memutuskan shalat zhuhur dulu di mushala yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari gerbang.

Kebun Raya Cibodas sepintas mirip dengan Kebun Raya Bogor tapi Kebun Raya Cibodas lebih luas. Jadi kalau ke sini bersama keluarga dan anak-anak sebaiknya menggunakan mobil pribadi karena akan melelahkan bagi anak-anak untuk berkeliling hanya dengan berjalan kaki. Tapi untungnya angkot bisa masuk ke dalam kawasan kebun raya.

Yang bisa dilihat di area Kebun Raya Cibodas selain pemandangan hutan adalah taman lumut, bunga bangkai, bunga sakura, air terjun ciismun, dan lain-lain. Kebun raya ini juga merupakan Balai konservasi tumbuhan lembaga penelitian LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Setiap persimpangan jalan diberi papan penunjuk arah dan lokasi yang jelas, kecil kemungkinan kesasar di sini.

Photo-0909Photo-0900

Hujan masih turun ketika kami keliling kebun raya.Untunglah aku selalu membawa payung ke manapun aku pergi. Jadi kami tetap bisa menikmati Kebun Raya yang dibangun oleh Johannes Elias Teijsmann ini di bawah rintik hujan. Bahkan ketika hendak pulang hujan malah turun dengan sangat deras, membuat jalan setapak berbatu yang terdapat di kebun raya menjadi aliran sungai kecil. Sungai kecil yang deras.

Oya pas di padang rumput di kebun raya dekat villa, aku memuaskan hasrat untuk berteriak bebas. Aku bilang sama Jeung Lala kalau aku teriak, caranya aku jalan duluan ke bagian yang lebih tinggi dan ntar aku pura-pura panggil dia. Begitu udah lumayan jauh aku teriakin Jeung Lala sekeras yang aku bisa.

“Jeung Lalaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

Daaaaaannn hasilnya adalah  aku diteriakin orang-orang, terutama rombongan anak SMA atau anak kuliahan tahun-tahun awal yang berada di bagian bawah sana. Aku menutup wajah dengan payung yang terkembang… Wkkkkkk….

Photo-0898Photo-0910

Kebun Raya Cibodas merupakan salah satu tempat wisata alternatif bersama keluarga atau teman-teman. Selain lumayan bersih dan rapi, asisilitas umum di dalamnya cukup lengkap. Ada mesjid dan mushala, toilet dan kantin.

Puas berkeliling di Kebun Raya, kami segera memutuskan balik. Karena disamping hujan turun dengan sangat lebatnya, perut juga sudah keroncongan minta diisi, dan jam pun sudah menunjukkan jam 2 lewat. Jadi aku tidak bisa pergi ke air terjun dan melihat bunga Sakura yang tumbuh di sini. *mudah-mudahan suatu saat aku bisa langsung melihat ke Jepang yaaa… Amin amin ya rabbal alamin*

Dari simpang Cimacan, setelah makan siang di sebuah warung, aku dan temanku naik angkot menuju Puncak Pass, melewati Ciloto. Pemandangan di sini bagus walaupun terlihat bukit-bukit yang ‘gundul’ karena dijadikan area kebun sayur-sayuran. Jujur saja, miris juga melihat bukit-bukit yang gundul yang ekploitasi besar-besaran seperti itu.

Photo-0907Photo-0914

Ketika kami tiba di Puncak Pass, kabut gunung sedang menuntupi wilayah tersebut. Eksotik banget meski jarak pandang jadi terbatas. Kami tidak membuang kesempatan untuk poto-poto mengabadikan suasana yang eksotik tersebut. Setelah berfoto-foto sebentar, kami bergerak ke perkebunan the yang berada di belakang pondok-pondok di yang berada di seberang parkiran Puncak Pass.

Kami sih bukan benar-benar berniat main di kebun teh tapi hanya sekadar narsi-narsisan aja, foto-foto sebentar sebagai barang bukti pergi ke kebun teh, biar ngga dibilang ‘hoax kalo ngga ada foto’ hehehe… Tempat kami berdiri pun hanya beberapa langkah ke dalam area kebun teh, kan yang penting ada foto berlatar belakang kebun tehnya, hehehe.

Photo-0866Photo-0921Cinta di Ujung Jalan

Setelah puas berfoto-foto sebentar, kami pun pulang ke Jakarta naik bus tujuan Jakarta dari Garut yang melewati Puncak. Capek? Sedikit capek, tapi menyenangkan. Jalan-jalan ngga harus mahal, yang penting happy dan bisa menyegarkan pikiran dari kesibukan atau kegiatan di Jakarta yang monoton dan melelahkan.

Gambir, 12 Maret 2013

Firsty

NB : Berikut ini beberapa tulisan saya tentang Korea

  1. Buku Cara Mudah Belajar Bahasa Korea (쉽게 한국어를 배워요).
  2. Hanok (한옥), rumah tradisional korea.
  3. Hanbok (한복), baju tradisional korea.
  4. Seoye (서예), kaligrafi korea atau seni menulis indah korea.
  5. Hallyu (항류), Korean wave atau gelombang korea.
  6. Kimchi (김치), makanan fermentasi atau asinan korea.
  7. Chaebol/jaebol (재벌), konglomerat korea.
  8. Hanguk Munhwawon (한국 문화원) Pusat Kebudayaan Korea Jakarta.
  9. Belajar bahasa Korea.
  10. Belajar bahasa Korea.
  11. Janggo atau Janggu, musik tradisional Korea.
  12. Makanakan korea (한국 음식).
  13. Alasan kenapa orang korea senang tinggal di Indonesia.
  14. Budaya korea bag : 1.
  15. Budaya korea bag 2.
  16. Sejarah Hangeul dan Huminjeongeum.
  17. Idgham alias dengan dengung dalam bahasa Korea.
  18. Pandangan bos korea terhadap karyawan orang Indonesia.
  19. Arti percaya kepada tuhan bagi orang korea.
  20. Belajar bahasa Indonesia buat Orang Korea or Learn Indonesian Language for Korean People.

6 thoughts on “Halan Halan ke Kebun Raya Cibodas Puncak

  1. postingg menarik, jadi pengen jalan kesana, btw jam bukanya mulai jam brpa ya? ada info harga tiket masuk ga ya?😀

    tks yaw infonya ^^ keep posting

    • Makasih juga… ^^

      Ada kok harga tiketnya di paragraf ke dua setelah foto LIPI.

      ini :

      Ongkos dari Cimacan ke kebun raya cuma 2000 perak. Setelah membeli dua lembar tiket seharga Rp 9.500 masing-masingnya, kami memutuskan shalat zhuhur dulu di mushala yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari gerbang.

  2. Mmm … banyak sgt bahan dalam net sekarang… banyak yg merapu dari fakta… terus terang saya kata… tulisan awak memang best… sesuatu yg dari hati akan sampai gak ke hati..

  3. Pingback: Happy Lunch at Kampung Tahu Ciater Subang ~ Trip Bandung Ciater Subang Jawa Barat | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s