Serangan ‘Fajar’ Pilkada DKI : Kebakaran di RW tempat tinggalku

Serangan ‘Fajar’ Pilkada DKI : Kebakaran di RW tempat tinggalku

Istilah serangan fajar sudah tidak asing lagi kita dengar setiap kali ada pemilihan umum. Nah, kemaren juga di RW tempatku tinggal tiba-tiba aja ada serangan serangan ‘fajar’ pada malam sebelum pilkada DKI. Sebenarnya sih bukan benar-benar serangan ‘fajar’ sih tapi serangan tengah malam pilkada DKI.
 
Setelah aku memposting tentang kebingungan mau pilih siapa pada pilkada ini, aku seggera mematikan kompi jam 11. Dan setelah mencuci muka dan mematikan lampu kamar akupun segera berangkat ke pulau kapuk, hehehe.

Mata sudah mulai ngantuk tapi kemudian terdengar teriakan dari kamar sebelah, kamar Jeng Umay yang berada paling dekat dengan tangga…. “Apaan sih Kak Ana, teriak-teriak?”

Aku awalnya diam tapi beberapa saat kemudian teriak juga nanyain ada apa? Jeng Umay teriak lagi kalau Mbak Ana teriak bilang nyuruh turun. Aku segera loncat dalam keremangan kamar yang hanya dapat cahaya dari jendela kamar.

Jeng Umay dan Mba Lely dan juga Jeng lala juga udah nongolin muka di pintu kamar masing-masing?

“Ada apaan siy?” tanyaku.
“Tau kata Mba Ana ada gempa!” jawab Mba Lely.
“Gue ga kerasaJeung, aku lagi tidur-tiduran!” sambung Jeung Umi.
“Sama, gue ga tau juga!” ucapku.

Lah, aku juga bingung sama sekali ngga ngerasa ada gempa. Sebagai seorang yang lahir dan besar di daerah yang rawan gempa, biasanya aku cukup sensitif dengan ‘goyangan’ gempa, karena sudah puluhan kali ngerasain ‘goyangan’ gempa. Bahkan dalam keadaan tidur tengah malampun seringkali aku masih bisa merasakan adanya gempa.

Tapi tiba-tiba ada teriakan dari bawah nyuruh segera turun karena ada kebakaran. Kebakaran????? Segera aja kami semua berlarian karena panik! Bangunin Jeng Lela yang masih ada di kamarnya.

Aku juga ikutan berlari dengan pakain rumah tanpa berpikir untuk ganti pakaian, hehehe. Eh, pas mo nyampe tangga baru keinget harus bawa tas! Aku segera ke kamar dan segera ambil tas yang berisi ATM, kartu identitas.

Nyampe bawah, ternyata di depan sudah banyak orang. Terlihat dari luar pagar yang terbuka ada warga yang menggeret koper, ada juga yang bawa pakaian di kantong. Ada yang menyelamatkan diri pake motornya dan ada juga yang pake mobilnya. Bayangkan jalan kecil yang hanya bisa dilewati satu mobil di depan kos jadi rame.

Aku dengar suara-suara yang panik. Ada yang bilang ke bakaran di rumah bang Adi, penjual ayam goreng yang tidak begitu jauh dari kos. SEDEKAT ITUKAH? Mau ngga mau aku ngintip ke luar pagar ke arah warung Bang Adi.

Ga ada api hanya ada asap! Masih jauh dan aman, pikirku! Aku segera naik lagi ganti pakaian. Ambil jeans, jaket dan jilbab yang tergantung di balik pintu, secepat kilat ganti pakaian. Jeng Lala juga sama, ganti pakaian. Setelah ganti pakaian aku segera buka lemari, ambil tas ransel yang berisi dokumen-dokumen penting. Baru setelah itu turun lagi bergabung dengan yang lain di depan kos yang sudah ramai dengan warga yang menyelamatkan diri.

Sumber api ternyata ada gang tiga gara-gara obat namuk kertas yang dilipat. Dan rumah yang terbakar ada sekitar 10 rumah.


Akhirnya Nyoblos Euyy…:)


Ahaa… akhirnya rabu kemarin aku nyoblos juga setelah kejadian ‘serangan’ tengah malam. Gegara kebakaran dan kemudian diikuti mati lampu jam dua belasan, kami warga satu kos tidur sekitar jam satu. Tapi ada juga yang masih bertahan di ruang tamu karena ga bisa tidur dalam keadaan gelap.

Karena mati lampu, kamar berasa panaaaassss banget. Mata ngga bisa terpejam segera karena geraahhhh…. Ya udah tidur di lantaia aja daahhh… Lumayan adem apalagi agak lebih dekat ke pintu kamar.

Eitss… baru aja kayanya tertidur, tiba-tiba lampu nyala dan beeuuhhh karena ga bisa tidur dalam keadaan terang, aku langsung terbangun pada saat lampu nyala. Ya udah bangun lagi, matiin lampu, gedein kipas angina dan zzzzzzzz tiduuurrr… Kata teman yang masih bangun, lampu nyala sekitar jam 2.


Setelah bangun seabis shalat shubuh, tidur lagi, dan bangun jam 9 hehehe *maluuu* Nahh, setelah berleha-leha sebentar baru kemudian mandi dan bersiap-siap pergi ke TPS yang berada di SD dan hanya berjarak 100 dari kos.

Daannn inilah pilihanku……^__^ ——> Walopun kalah sihh ^.^


Jalan kecil (lorong) menuju lokasi kebakaran
2 malam setelah kejadian



Gambir, 15 Juli 2012

 

Advertisements

13 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s