Ngajar TKI ~ Yang Pada Jual sawah, Sapi dan Gadai-in Rumah : Part 1

Ngajar TKI ~ Yang Pada Jual sawah, Sapi dan Gadai-in Rumah : Part 1

Sudah kira-kira dalam waktu sembilan atau sepuluh bulan ini aku ngajar bahasa Korea kepada calon tenaga kerja Indonesia yang akan diberangkatkan ke Korea. Ngga setiap hari ngajar sih.. Kadang-kadang minggu ini ada tiap hari, minggu besok cuma dua hari atau 3 hari aja, atau malah nggak ada sama sekali. Baru minggu berikutnya lagi ada. Begitulah selama 9 bulanan ini. Tapi yang penting adalah Alhamdulillahirabbil alamiin… ^__^

Oya, calon TKI yang akan berangkat ke Korea ini ada dua macam.

Pertama adalah calon TKI yang berangkat melalui program G to G yaitu program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea. Syarat utama calon TKI yang berangkat adalah harus lulus ujian KLPT, Korean Language Proficiency Test, semacam TOEFL, tetapi untuk calon tenaga kerja. Nilai minimal KLPT ini adalah 120. Nah , kalo lulus dan sudah mendapatkan sertifikat KLPT ini baru calon TKI bisa mengurus pendaftaran untuk kerja di Korea.

Salah seorang teman kita di MP ini ada lho yang bekerja di Korea melalui program ini adalah……jreng…jreng…. *melirik dan menunjuk gambar pacul* hehehe…

Calon TKI program G to G ini biasanya bekerja di pabrik-pabrik di Korea. Mereka biasanya mendapat fasilitas tempat tinggal, makan tiga kali sehari serta tersedia akses internet di mes. Ada juga yang hanya dapat jatah makan siang aja di pabrik, tapi untuk sarapan dan makan malam mereka disediakan bahan makanan di kulkas, jadi bisa masak sendiri. Tergantung perusahaan sih.

Soal biaya, kira-kira biaya yang dihabiskan mulai dari belajar dan berangkat nyampe ke Korea sekitar 10 juta sampai 15 juta. Biaya-biaya tersebut adalah sebagai berikut :

  • Biaya les bahasa korea. Biaya ini tergantung program yang dibuat oleh lembaga pendidikan bahasa Korea untuk calon TKI. Ada yang Rp. 2.000.000 – Rp. 2.500.000 full day, termasuk makan dan tempat tinggal untuk sebulan. Ada juga yang belajar sendiri atau kursus di lembaga kursus biasa, jadi biaya yang kaya ginian aku ngga tau.
  • Ujian KLPT Rp 280.000. Biasanya ujiannya ini diselenggarakan secara nasional dan bekerja sama dengan universitas di Indonesia. Kalau yang terakhir kemaren bulan Juni bekerja sama dengan Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat.
  • Medical Check up kira-kira Rp. 300.000, tergantung tempat masing-masing. Ada yang Rp. 350.000, ada juga yang Rp. 200.000.
  • Biaya pembekalan keberangkatan atau istilah Prelliminary oleh BNP2TKI Rp 3.280.000, dan tiket pesawat keberangkatan Rp 5.350.000. sumber : bnp2tki.go.id

Tapi kata dua orang temanku yang sudah berangkat biaya ini biasanya biaya prelliminary dan tiket pesawat ini bisa membengkak sampe 10 juta. Biasalaahhh,  Indonesia! kata mereka. Nah, kalo soal ini aku nggak tahu menahu yaaa…. Soalnya ngga punya pengalaman, tapi hanya mendengar cerita beberapa orang yang aku kenal yang sudah bekerja di sana selama tiga atau empat tahun. (bahaya ga sih nulis yang paragraf terakhir?)

Soal gaji ato 월급 ~ wolgeb yang mereka terima di sana? Ohooo… katanya sih lumayan banget, apalagi kalau udah dapet mess, makan dan internet disediakan. Tentunya gaji yang bisa disimpan lebih banyak daripada kalo ngga ada mess dan makan harus bayar sendiri. Untuk yang awal yang aku tau sekitar 1 juta won sampai 1,3 juta won. lumayan kaaann kalo dikaliin 8 atau 9 rupiah….?

Oya.. yang mengertti soal kerja di Korea ulai dari belajar bahasa Korea sampai berangkat ini tentunya mas Emil Pacul yang sudah bekerja dan punya pengalaman melewati fase-fase diatas…. Betul ngga mas? *colek mas pacul.

Cara kedua untuk berangkat ke Korea adalah melalui PJTKI, penyalur tenaga kerja ke luar negeri. Biasanya calon TKI yang berangkat ke Korea lewat PJTKI ini adalah calon TKI yang akan dipekerjakan di kapal-kapal penangkapan ikan di Korea. Jadi mereka kerja di laut, ngga di darat.

Nah, biaya untuk keberangkatan mereka yang bekerja melalui PJTKI ini benar-benar ajib-ajib dah… Fantastis…! 30 juta sampai 40 juta. Bahkan bisa 45 juta. Itu yang aku tau dari pengakuan calon tenaga kerja tersebut. Benar-benar kasian, mereka harus berkorban besar-besaran dulu sebelum berangkat. Ada yang jual sapi-sapi mereka, ada yang jual sawah juga. Dan ada juga yang gadei-in rumah dan tanah mereka ke PJTKI yang akan memberangkatkan mereka. Ngga abis pikir dengan cerita mereka yang seperti itu dan ga berhenti geleng-geleng kepala.

Mengajar calon TKI yang berangkat melalui program G to G bagi aku nggak terlalu merepotkan. Karena kemauan mereka untuk bekerja di Korea yang diiringi kesadaran bahwa mereka harus lulus KLPT membuat mereka belajar dengan serius.

Meskipun kebanyakan mereka adalah laki-laki (sekitar 80 %), mereka bisa ‘dikendalikan’ untuk bisa bersikap sopan terhadap guru yang wanita. Bercanda sih bercanda asal suasana belajar yang tercipta menyenangkan dan saling menghargai. Dan yang paling penting adalah mereka mengerti apa yang mereka pelajari.

Bagaimana mengajar calon tenaga kerja yang akan bekerja di kapal penangkapan ikan di Korea melalui PJTKI? Haaduuuuuuhhhh… Ampuunnnn deh.. tobaaattt… tobat nasuha dah aku. Kalo ngga sayang gajinya, bakal kutolak ngajar di sana. Mereka adalah calon tenaga kerja yang karena sudah pasti bakal berangkat jadi merasa ngga perlu belajar bahasa Korea dengan serius.

Belum lagi mereka kalo ngomong itu kaya ngga diayak dulu (tepung kaleee). Asal nyeplas-nyeplos aje dan sering ngomong omongan yang vulgar gitu deh.  Makan ati, makan ati makan atiiii deh huffff… *mana ngga ada teh botol sosro pulaaa…*

(Tentang gimana rasanya ngajar bahasa Korea di kelompok PJTKI ini ntar aku bikin postingan tersendiri).


Firsty

Gambir, 2012년 7월 7일

Advertisements

25 comments

  1. Sharingnya bagus, ngajar yg kelompok PJTKI sepertinya lebih seru.

    oiya, nanti kalo dah gak lelet modemnya, kata-kata yg typo error di atas lebih baik dibenerin 🙂

  2. *** 30 juta sampai 40 juta. Bahkan bisa 45 juta. *** Calo??? Korupsi dimana mana, rakyat kecil saja diperes, apa pemerintah gak berkuasa menghadapi masalah ini???
    Nanti balik liburan di Cengkareng diporotin Bea Cukai…oooo Indonesia mau kemana…???

  3. Iya Pak dhe… sampe segitu… Kemaren pas awal-awal ditanya, mereka bilang 'kata orang kantor itu rahasia, jangan bilang2, hehehe'

    Mereka PJTKI yang sudah biasa memberangkatkan TKI ke Jepang dan Korea.
    Ngga taulah soal pemerintah Pak Dhe… Banyak yang nggak beres masalah TKI kan…?

  4. setahuku untuk bekerja di Korea sekarang sudah satu pintu lewat program G to G semua, termasuk untuk perikanan/fishing. tapi memang nilai kelulusan KLPTnya cuma 80 aja dah lulus.
    Mulai angkatanku test 2009 kayaknya nilai kelulusan dirangking Fris…..soalnya banyak temen2 sayah yang ngambil manufaktur nilainya 168 banyak yang gugur.
    ah…harus nulis blog sendiri kayaknya nih…ditulis di sini kebanyaken..

  5. Bukan edan lagi Pak dhe… Apalagi mereka kebanyakan dari daerah dan pendidikan umumnya ga tinggi…. Dari tulisan mereka paling mungkin sekolah sampe smp… Dan pengakuan salah seorang dari mereka juga bilang umumnya palingan sekolah sampe smp aja…

  6. Tapi yang di kapal ikan itu bisa lewat PJTKI karena ga harus ikut ujian KLPT Mas.

    Nilai 80 bisa lulus…? Apa itu karena kelulusan dirangking? Itu mah jawaban yang benar ngga nyampe separo itu….

    Ayooo bikin tulisannya mas Emill….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s