[Mozaik Blog Competition] AKU DAN MEMBACA

AKU DAN MEMBACATeman-teman suka membaca? So pastilah yaa… Kalo ngga suka membaca ngga mungkin suka nulis. Aku juga sangat suka membaca. Jujur saja aku tidak tahu sejak kapan aku sudah bisa membaca dengan lancar mengingat pada zaman aku masuk SD tidak ada yang namanya les ini dan les itu, apalagi yang namanya les membaca kayak anak-anak SD zaman sekarang. Maklum aku kan anak kampung yang tinggal di kampung yang jauh di kota.

Sekarang kalau anak-anak mau masuk SD belum bisa membaca, maka jangan harap ia diterima bagus dan favorit. Makanya orangtua zaman sekarang berlomba-lomba memasukkan anaknya les membaca, bahkan ada yang dari umur sebelum umur 4 tahun. Paling nggak ketika si anak sudah berumur lima tahun atau sudah di kelas TK besar ia sudah bisa membaca.

Bahkan ada orangtua yang lebih parah lagi, memasukkan anak-anak mereka pada saat usia tiga tahun. Kasian sekali anak-anak tersebut yaahh?

Nah, meskipun yang membuat murid-murid sekarang pintar membaca  adalah guru-guru les, bukan para guru SD kelas 1 sebagaimana seharusnya, toh yang dianggap berjasa tetap aja mereka, para guru kelas 1 SD, bukan para guru les yang sudah berjuang mengajarkan anak-anak balita membaca.
Uppss, kembali ke masalahku yang ngga tau sejak kapan sudah bisa membaca, aku ingat sekali bahwa ketika aku masuk SD aku sudah mulai bisa membaca. Mungkin yang mengajarkan aku adalah papaku tapi juga mungkin nenekku, tapi aku juga sudah lupa. Benar-benar lupa.

Papaku adalah orang yang sangat suka membaca. Beliau setiap hari selalu membeli koran di kota meski tinggal di desa. Masih segar dalam ingatanku walaupun sudah lamaaaaa sekali berlalu, kalau papaku koran membaca maka aku selalu ikut papaku membaca di samping beliau. Menggelenyot kaya kucing yang pengen manja-manja sama tuannya. Jadi teman-teman, sejak kecil ~ sejak kelas 1 SD atau kelas 2 SD sudah hobi membaca koran, hehehe.

Bukan itu saja, papaku dulu juga suka membeli majalah Panji Masyarakat dan banyak koleksinya yang tertumpuk di bawah meja dan di lemari. Majalah yang sudah berdebu itupun aku santap meski aku dibikin puyeng dibuatnya. Dan selain itu juga aku punya kakak sepupu yang jarak usianya denganku belasan tahun atau dua puluh tahun yang mempunyai majalah Kartini. Jadi di usia yang belum sepuluh tahun bacaanku sudah Kartini.

Berhubung orangtuaku bukanlah seperti kebanyakan orangtua zaman sekarang yang sadar akan pentingnya menumbuhkembangakan minat baca pada anak-anak, maka bisa dikata aku nggak pernah yang namanya dibelikan majalah Bobo, Ananda atau majalah anak-anak lainnya.

Untungnya beberapa temanku yang anak orang kaya punya majalah-majalah tersebut tapi nggak terlalu suka membaca. Jadi majalah-majalah tersebut menjadi santapanku. Teman-temanku yang lain juga suka membawa bacaan cerita bergambar Bawang Merah bawang Putih, Petruk, Tatang S gitu deh. Dan juga cerita-cerita nabi dan cerita tentang keindahan sorga dan siksaan api neraka.

Oya, nenekku juga suka membaca. Beliau punya banyak koleksi buku, tapi koleksi bukunya adalah buku tentang tasauf, surga dan neraka beserta tingkatan-tingkatannya serta banyaknya jenis siksaan api neraka.

Di buku itu dijelaskan kalau 1 neraka itu terdiri dari 70 ribu bukit dan lembah. 1 bukit atau 1 lembah terdiri dari 70 ribu kota. Satu kota terdiri dari 70 ribu istana yang 1 istananya mempunyai 70 ribu kamar. 1 kamar itu terdiri dari 70 ribu siksaan api neraka. Waaaawww , asli bikin jantungku berdetak kencang karena ketakutan ketika membaca buku itu. Maklum masih sekitar 10 tahuuunn. Berarti sekitar kelas 4, bacaanku sudah bacaan berat sekelas tasawuf boo, mabookkk daaahh, hahaha

Dan anehnya, kebiasaan membaca nenekku kok nggak turun ke ibuku yaah? *binguuung*

Dan, karena saking sukanya aku membaca tapi bacaan nggak ada, buku pelajaran IPS, IPA, PPKN dan Agamapun aku jadikan buku bacaan, bukan buku pelajaran. Di dalam pelajaran IPS banyak pengetahuan umum yang bisa kita dapatkan. Aku ingat dalam buku IPS kita belajar tentang daerah dan wilayah, sungai-sungai, gunung. Walaupun aku aku masih kelas 4 misalnya, aku sudah membaca buku kelas 5 yang aku pinjam di perpustakaan, hehehe.

Aku jadi tau tentang kecamatan dan kabupaten, provinsi, negara, beserta ibu kotanya apa, sungai-sungai dan gunung-gunungnya apa, khatam luar kepala sementara tidak satupun teman-temanku yang hafal tentang itu. Negara apa bentuk negaranya apa, pemimpin negaranya siapa, kepala pemerintahannya siapa benar-benar apal luar kepala. Itu bukan dalam rangka menghapal pelajaran tapi itu hanya membaca biasa saja, karena nggak ada lagi bacaan yang bisa dibaca.

Di dalam pelajaran PPKN ada pelajaran sejarah. Perang-perang melawan kompeni Belanda di daerah-daerah berikut siapa pemimpinnya ludes olehku. Pejanjian ini dan perjanjian itu berikut wakilnya siapa khatam juga olehku. Bahkan aku ingat waktu kelas tiga atau empat SD aku membaca buku cerita kepahlawanan Sultan Hasanuddin dan buku kisah Wali Songo yang kupinjam di perpustakaan sekolahku.

Dalam buku Agama aku bisa membaca tentang sejarah-sejarah nabi, pastilah itu menarik. Pelajaran praktek ibadah, termasuk di dalamnya tentang rukun dan syarat ibadah ini dan ibadah itupun kutelan hidup-hidup. Maka jadilah aku langganan nilai 10 untuk pelajaran Agama, IPS, PPKN. Kalo IPA seringnya cuma 8 ato 9 ajaahh… 😦

Dan kalau temanku yang anak tunggal dan kaya raya beli buku baru, akulah yang pertama kali membaca, dan aku cukup menceritakan kepada temanku yang punya apa isi bukunya, hehehe.

Untungnya ketika orangtuaku pindah ke kota sewaktu SMP, salah seorang adik papaku ikut tinggal dengan kami. Om-ku selalu beli tabloid olahraga, khususnya Bola. Maka diantara teman-teman cewekku, cuma aku satu-satunya yang nyambung ngomong bola dengan teman-teman cowok. Pemain ini main di klub ini aku ngerti.

Klub-klub sepak bola Eropa khususnya Italia menjadi santapanku.  Pemain idolaku adalah Maldini, walopun udah tua aku sukaaa ma dia. Ngomongin olahraga tenispun oke, mulai dari pemainnya ato kejuaraannya.

Apalagi ngomongin buku tangkis, jangan ditanya deh…, oke banget deh daku. Nama-nama pemainnya hafal semua. Kejuaraannya juga. Apa saja kejuaraan yang sedang berlangsung dan dimana aja, siapa pemenangnya adalah cemilanku setiap harinya. Dan ternyata kesukaanku sama Korea sekarang sudah dimulai sejak jaman suka atlet-atlet bulu tangkis Korea, hahaha… *uppsss, kalem dongg!!*

Dan tak yang tidak ketinggalan adalah, aku juga suka membaca potongan-potongan koran bekas pembungkus cabe, bawang yang dibeli ibuku di pasar, sebelum potongan Koran pembungkus itu dibuang ke tong sampah. Nyokap suka sering marah setiap kali aku disuruh nyiangin cabe bawang yang masih terbungkus koran, malah akhirnya aku baca Koran bekas pembungkus tersebut.

Dan nenekku yang kadang kesal sama aku yang diliatnya selalu baca koran pulang sekolah, atau pulang belajar madrasah sore hari apalagi habis magrib, bilang kaya gini, “Koran-koran mulu yang dibaca, Qur’an tuh yang dibaca bukannya koran…!” Oaalahh nek…nek…^____^

Oya, karena hobiku yang baca ini ternyata menimbulkan masalah juga sedikiittt…. Aku ngga pinter bergaul. Ga bisa bercanda lepas yang bisa bales-balesan kalo nyeletuk, misalnya. Tapi karena kebanyakan temanku (menurutku) sotoy, ga tau tapi sok tau tentang sesuatu hal, seringkali bikin aku gatel untuk membenarkan apa yang salah menurut yang aku tau. Dan akibatnya adalaahhh aku sering dianggap sok tau oleh mereka. Maka jadilah aku makin minder hehehe…

Dan dalam kerjaan atau karir misalnya (gayaa, karir boooo) aku yang dulu dianggap pintar (karena membaca), tapi dalam karir ternyata kalah jauuuuhhh dibandingin teman-temanku yang dulu dianggap biasa aja. Benar kata orang, faktor EQ lebih menentukan kesuksesan seseorang dalam karirnya… Miris jugaaaa, hikkksss…

Ikut lomba di sni yaa : http://mozaikpublishouse.multiply.com/journal/item/17

29 thoughts on “[Mozaik Blog Competition] AKU DAN MEMBACA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s