Ngga Ada Anak, Anak Anjingpun Jadi

Ngga Ada Anak, Anak Anjingpun Jadi

Mirip bunyi pepatah ya? Ngga ada rotan akarpun jadi, hehehe. Hmmm Sejujurnya ini sudah lama pengen aku posting, tapi baru sekarang aku posting karena mikir-mikir share ga ya, share ga ya… Kalau aku share kok ya jadi gosipin orang gitu lohh, tapi akhirya gue share juga ^___^ (waahhh bergosip dong gueee)

Jadi gini, di depan kos gue ada tiga orang bersaudara yang sudah mulai berumur. Yang paling tua sepertinya si bapak dan kemudian baru si ibu. Dan yang ke tiga si ibu juga. Diantara mereka bertiga sepertinya cuma yang ketiga aja yang udah menikah dan punya satu anak perempuan yang sudah menikah pula dan punya anak laki-laki kira-kira berumur 2 tahun, tapi udah ngga tinggal bareng mereka. Si ibu pertama kayanya sih ngak bekerja arena selalu ada di rumah.

Nah, berhubung di rumah tersebut hanya si ibu pertama saja yang tinggal siang hari, mungkin ~mungkih loh yaaaa~ ia juga merasa kesepian karena ngga ada lagi yang bisa dikerjaiin kalau pekerjaan rumah sudah selesai ia kerjakan. Jadi ia mungkin membutuhkan mainan yang mungkin bisa memberi warna hidupnya. Makanya ia terlihat sangat sayang pada kucing. Ia sering kalo menggendong kucing seperti menggendong bayi. Enak banget tuh kucing dimanjain kaya gitu.

Tapi belakangan sepertnya si ibu sudah berpindah ke lain hati. Ia sekarang puya mainan baru yaitu anak anjing yang ia perlakukan juga seperti bayi. Ia tidak lagi terlihat sering ‘mengasuh’ kucingnya, jadi kucing-kucing tersebut banyak berkeliaran di kosku karena si majikan kucing sudah punya ‘bayi’ baru. Kucing di kosan gue yang udah banyak jadi makin banyak deh, uuhhhh sebeeellll.

Nah beberapa waktu yang lewat saat gue dan teman kos, pas lagi duduk nyantai di teras atas karena hari sabtu yang ceria ~ga kerja boooo~ melihat pemandangan yang membuat kami ‘ngangga’ dan kemudian tertawa cekikkan sesudahnya. Sampe-sampe kita menyembunyikan wajah biar ngga kelihatan ketawain si ibu.

Si ibu sedang duduk santai di ruang tamunya bersama si bleky anjing kecilnya. Si bleky sedang digendong si ibu kaya para ibu yang menggendong atau mengangkat bayi mereka dari bawah ketiak si bayi itu loohhh.

Mungkin aja si ibu lagi gini nih sama anjing kecilnya, “bhaaaa… bhaaaa”si anjing hanya menjulur-julurkan lidahnya. Bibir si ibu sudah dekat bangat posisinya dengan bibir si bleky.
 
Hahahaha…
Langsung aja kita menelungkupin kepala ke teras biar ngga keliatan kita ketawa. Lucu ajaaa. Kasian juga….Tapi pada dasarnya bukan menertawakan dia. Kita hanya berpikir kasian si Ibu, dia nggak kerja, hanya di rumah aja dan keluar hanya sesekali aja untuk nyari makanan. Ngga kebayang sebagai wanita kita nggak kerja, blum nikah n sendirian di saat usia sudah mulai merangkak. Nauzubilahimindzlik…

Jadi….?

 

Advertisements

20 thoughts on “Ngga Ada Anak, Anak Anjingpun Jadi

  1. dan jangan lari.. justru kalu kita lari, dianggap anjing itu kita ajak main.. padahal kitanya takut kan? ga selese masalah deh.. jadi diam saja, jalan terus pelanpelan dan jangan takut..

  2. Anjing tau kalo kita takutt? Dan jangan liat matanya…? Ooohh gitu… Ntar tak coba…
    Kalo lari pagi, suka ada tuh anjing yang nyalak dari dalam pagar rumah mewah yang jadi trek lari pagi, aduuhh, langsung menjauh dari pagarnya, padahal itu anjing ada di dalam pagar… huuffff

  3. kalo disini malah lbh parah, org2nya pd demen miara anjing, kalo manggil anjingnya baby baby come, sit near mom ato baby come lets go with daddy
    wkwkwkwk
    smp kemana2 dibawa make dogcar mirip kek babycar geto
    parahhhhh gileee pokoknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s