Jalan-Jalan ke Pulau Tidung ~ FLP Jakarta Inspiration Trip to Tidung Island

tidungFLP Jakarta Inspiration Trip to Tidung IslandFLP Jakarta, pada liburan Natal, 24 dan 25 Desember kemarin, menggelar hajatan liburan bersama ke Pulau Tidung dengan tema “FLP Jakarta Inspiratiom trip at Tidung Island“. Pulau Tidung merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta. Dan, pulau ini adalah salah satu pulau yang banyak dikunjungi wisatawan dari Jakarta untuk melepas lelah dan rehat sejenak dari aktivitas serta hiruk pikuk Jakarta.
Matahari belum menyembulkan wajahnya ketika aku dan Mba Lia keluar dari kos-an aku melangkah ke jalan raya, menyetop taksi dan melaju ke pelabuhan Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Dari sana nantinya kapal yang akan membawa kami berlayar mengarungi (jieehh bahasanya) teluk Jakarta dan laut Jawa menuju Pulau Tidung, yang perkiraan lama perjalannya sekitar dua setengah jam.
Aku dan Mba Lia tiba di pelabuhan Muara Angke dan disambut dengan aroma tidak sedap bau anyir dan amis pelabuhan. Ooww… Perlu waktu beberapa saat untuk hidung dan perutku menyesuaikan aroma amis tersebut, sebelum akhirnya ‘menyatu’ dengan bau tersebut, hehehe. Segera saja kami segera bergabung dengan teman-teman FLP Jakarta yang sudah lebih tiba dan menunggu di samping SPBU pelabuhan.

Di atas kapal yang mau ke Tidung. kaya ikan sarden sumpeknya

Di atas kapal yang mau ke Tidung. kaya ikan sarden sumpeknya


Pelabuhan Muara Angke sesak oleh calon penumpang yang akan berlibur ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu. Sungguh sayang sekali Pemda DKI Jakarta tidak memperbaiki fasilitas pelabuhan yang merupakan pintu masuk ke pulau-pulau wisata tersebut. Untuk menuju kapal saja, penumpang harus melewati gang selebat kir-kira dua meter yang becek, dipenuhi air setinggi diatas mata kaki. Wajah-wajah syok terpancar dari calon penumpang ketika ~mau nggak mau harus mau~ kaki mereka masuk ke dalam kubangan air butek dan bau tersebut, termasuk aku tentunya.

Tiba di kapalpun kembali dibuat syok oleh kondisi kapal yang sudah sesak oleh penumpang. Aku lebih memilih duduk di dek atas yang jarak lantai dan langit-langitnya mungkin ngga sampai satu meter dan kalau berjalan harus berlutut ala abdi dalam Keraton Jogya biar. Tapi meskipun udah hati-hati, kepalaku tetap aja kepentok palang langit-langit dua kali *hadaaauu….. sakiiiit*.

Perjalanan ke Tidung yang memakan sekitar waktu dua setengah jam itu  sangat menyenangkan karena bersama beberapa teman keluar dari dek dan duduk di haluan kapal. Muaantaappps banget duduk di sana karena bisa merasakan angin laut yang menerpa wajah, serta sesekali air laut menciprati wajah. Bener-bener hebohhh banget daaah, seakan-akan kapal milik rombongan kami dan yang lain cuma numpang doang karena emang pada adem ayem semua selain rombongan kami.

Di atas jembatan cinta

Di atas jembatan cinta


Tiba di Tidung kami segera dibawa ke penginapan oleh guide kami (gaya dah, guide bokkk…). Kami mennyewa dua penginapan, satu untuk rombongan cewe dan satu lagi buat yang cewek. Nyampe pennginapan langsung deh nge-tag-in kamar. Penginapan yang notabene-nya adalah rumah penduduk yang dijadikan penginapan lumayan nyaman. Selain ada AC di ruang utama, juga tersedia TV kabel, lumayanlah buat nonton saat santai di penginapan. Yang ngga oke paling airnya yang terasa asin dan gga enak di kulit. Tapi mau gimana lagi, airnya air tanah yang sudah bercapur dengan air laut.

Setelah istirahat kira-kira setengah jam baru kita mulai penjelajahan kea rah timur Pulau Tidung menggunakan sepeda mini. Asyiiiikk dah rame-rame goes-goes sepeda mini walaupun sepeda-sepeda tersebut agak-agak kurang dipakainya karena (sepertinya) sudah mulai uzur. Apalagi jalan utama pulau tersebut lebarnya hanya bisa memuat dua buah beca yang bersisian. Tapi it’s oke aja karena semua peserta sudah pada having fun…^_^

Di area wisata yang berada ujung timur pulau tidung wisatawan bisa menikmati berbagai arena permainan air seperti : banana boat, kano, snorkeling, ski air atau juga sekedar basah-bahasan aja nyemplungin kaki ke air, hehehe. Sayang banget ternyata flying fox yang ujung  menjorok 50 meter ke tengah laut belum bisa digunakan. Padahal aku mah mau banget naik flying fox. Yaahh itu namanya belum rejeki.

Snorkling

Snorkling


Dan yang paling terkenal dari Pulau Tidung adalah sebuah Jembatan yang disebut dengan Jembatan Cinta. Entah kenapa jembatan tersebut dinamakan demikian tetapi sepertinya sudah menjadi lambing wisata Pulau Tidung. Dari atas jembatan yang tingginya kira-kira 8-10 meter dari permukaan air lau tersebut pengunjung bisa melompat ke laut yang biru. Aku sih pengen nyoba tapi kok nggak ada diantara teman-temanku yang mau nyoba ya?

Bagian ujung Jembatan Cinta tersambung dengan jembatan kayu yang panjang yang menghubungkan Pulau Tidung besar dengan Pulau tidung kecil. Hanya saja sayangnya adalah banyak bagian-bagian jembatan tersebut yang sudah lapuk dan berlobang. Jadi harus ektra lebih hati-hati lagi berada di atasnya.

Siang itu kami memang nggak sempat main ke Pulau Tidung Kecil karena harus balik ke penginapan untuk makan siang dan shalat zhuhur. Baru setelah makan siang dan shalat kami ‘menunaikan’ hasrat main snorkling dan permainan air lainnya.

Indah yaa... Aku suka liatnya

Indah yaa… Aku suka liatnya

Dan kegiatan kami siang itu ditutup dengan kegiatan santai di Pulau Tidung kecil. Ada yang membuat istana pasir, maklum aja karena mungkin aja masa kecil yang kurang bahagia hehehe…piiiiiissss *ditimpuk rame-rame warga FLP Jakarta*.

Ada juga yang selalu pengen narsis di depan kameranya Mba Ade, fotografer andalan warga FLP Jakarta. Betapa bersyukurnya FLp Jakarta punya Mba Ade yang selalu bersedia dan bermurah hati meladeni permintaan narsis warga FLP Jakarta. Dan ada juga yang duduk-duduk santai makan mi rebus dan es kelapa muda sambil mennggu matahari terbenam, kembali ke peraduannya.

Dan puncak acara adalah aksi penceburan Pak Presiden FLP Jakarta, Kang Taufan E. Prast yang dimotori oleh Aa-nya Mba Era Elendra. Mba Era Elendra pun kompak banget ma suaminya nyeburin Pak Ketua yang diikuti oleh beberapa teman yang lain. Rupanya aksi tersebut mengundang perhatian pengunjung lain. Bahkan turis asing yang tidak jauh dari kamipun mengabadiakannya melalui kameranya.

Malam sudah menjemput seiring menghilangnya matahari di ufuk barat. Kami pun beranjak meninggalkan Pulau Tidung kecil menuju penginapan.

Foto-foto dokumentasi pribadi dan Courtasy punya teman2

9 thoughts on “Jalan-Jalan ke Pulau Tidung ~ FLP Jakarta Inspiration Trip to Tidung Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s