Pengemis oh Pengemis, Makannya Ayam mulu Boooo

Pengemis oh Pengemis, Makannya Ayam mulu Boooo

Siapa sih yang tidak kenal pengemis? (Sebenarnya nggak enak menyebut kata-kata pengemis tapi mo gimana lagi?) Mereka yang kerjanya suka meminta-minta ini sangat banyak berkeliaran di jalan raya Jakarta. Di jembatan penyeberangan ngga cuma satu ato 2 orang pengemis aja yang mengharapkan uluran tangan orang yang lalu lalang untuk mendapatkan recehan 500 ato 1000 perak.

Di dalam bus kota, metromini ato kopaja apalagi. Nggak tanggung-tanggung, mereka masuk berombongan berdua atau bertiga orang. Minimal berdua orag deh, naik bis dari pintu belakang lantas kemudian berpantun,

Bola basket masuk keranjang, jangan kaget kami naik dari pintu belakang”, lantas kemudian salah dari mereka mengucapkan salam dengan lafalan yang nggak jelas dan dijawab pula oleh temannya dengan lafal yang sama nggak jelasnya.

Maka mulailah mereka berorasi dengan susahnya hidup mereka, tentang susahnya nyari kerja di Jakarta. Juga tentang mereka hanya tinggal dengan ibu mereka yang sudah tua dan mulai sakit-sakitan, serta adik yang harus tetap sekolah, tapi tak punya uang. Juga tentang, bahwa mereka meminta untuk membeli sebungkus dua bungkus nasi dan sebatang dua batang rokok.

Dibalik permintaan–permintaan mereka tersebut mereka mengeluarkan ancaman-ancaman agar para penumpang memberikan recehan 1000 atau 2000 perak yang tidak artinya bagi para penumpang… Helllowww, siapa bilang 1000 ato 2000 perak nggak artinya?

Mereka mengancam dibalik kata-kata tidak mau berbuat kriminal karena baru keluar dari penjara, halahhh. Mereka mengancam dari balik kata-kata bahwa mereka bisa saja kalap mata mengambil tas ibu-ibu, bapak-bapak dan om tantenya, tapi tidak mau melakukan itu karena nggak mau lagi masuk penjara karena merampok, menodong, dan menjambret.

Begitulah selalu lagu-lagu yang mereka dendangkan dan memberi peringatan bahwa keangkuhan dan kesombogan para penumpanglah yang membuat para penumpang akan celaka. *gw pegang tas kuat-kuat*

Mereka menutup orasi mereka dengan kalimat “hargailah kejujuran dan usaha serta suara kami ya Bapak-bapak, Ibu-ibu Om tantenya ya…!” dan dengan nada suara yang ditekan supaya penumpang takut dan menyumbang pada mereka. 

Kemudian, ketika mereka minta duit, mereka meminta dengan nada kasar dan mata tajam serta gerakan tangan menodong, seperti gaya pegang pistol. Bahkan orang yang benar-benar tertidurpun mereka bangunkan dengan kasar.

Begitulah jalanan Jakarta, Ibukota tercinta.

Nahhh, tadi… Di atas jembatan penyeberangan halte busway Harmoni duduk seorang bapak-bapak yang (maaf) buntung kedua tangannya. Di depannya terdapat sebuah kotak yang sudah berisi berlembar-lembar uang dua ribuan dan ribuan serta recehan logam. Padahal waktu baru menunjukkan sekitar pukul 9, tapi I bapak tersebut sudah menuai belas kasihan para pengguna jembatan penyeberangan. Sementara sekitar 2 meter dari si Bapak berdiri seorang laki-laki yang masih muda yang sepertinya mengawasi si bapak tersebut. Perkiraan gue mungkin dia yang membawa si bapak tersebut, tapi gue juga nggak tau. Itu hanya dugaan gue yang hamper setiap hari turun naik busway di Harmoni.

Di sebuah warung Sunda deket kos gue, di tempat gue sering beli makanan, seorang anak membeli dua atau tiga bungkus nasi dengan ayam. Enak benar si bocah tersebut makan ma ayam, padahal ia bersama keluarganya tinggal di kolong jembatan Cideng dan mencari makan di lampu merah Cideng.

Lebih makmur ternyata makanan para pengemis ini daripada sayahhh…^_^

9 thoughts on “Pengemis oh Pengemis, Makannya Ayam mulu Boooo

  1. Konon kabarnya sihh, di kampung rumah mereka keren-kerenn…. beberapa hari yang lewat liat ibu2 ambil duit dari bapak2 pengemis.. lumayan juga kayanya…:)

    Kadang2 aku berpikr kita memberi mereka berarti membiarkan mereka tetap ngga mau bekerja…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s