Maunya kita apaan sih? Hujan ato panas???


Sering nggak sih kita mendengar, menyaksi dan bahkan menjadi pelaku mengeluarkan pernyataan seperti ini?

Kelompok pernyataan 1

        “Aduuuhhhhh, kok hujan mulu sih???? Mau jalan kok jadi nggak bisa jalan. Brenti kek hujannya…”

        “Yaahhhh, hujan lagi??? Cape dehhhhh!!!!

        “Gara-gara hujan nihhh, basah semua!”

        “Tiap sore hujan mulu ya? Malam kek hujannya pas kita udah di rumah? Kalau siang-siang kan kita susah kemana-mana!

        “Cucian gue ga kering-kering nihhh, ujannya ga brenti? Panas kek biar cucian gue kering!”

Dan kalimat lainnya yang sejenis tentang keluhan kita tentang hujan yang turun menyirami dan membasahi bumi ini yang sering kita dengar.

Kelompok pernyataan 2

       “Masya Allah, panasnya…!!! Pusing Gue!! Mendung dikit kek!!!

       “Kayanya tiga hari ini neraka bocor kali ya, panasnya gini banget!”

       “Heran ya, udah lama baget nggak hujan, panas mulu! Gila, mo jalam aja jadi males, bikin pala sakit!

       “Udah dehhh, ntar sorean aja kalannya! Nggak kira-kira nih panasnya siang ini…!

Hehehhehehe…. Ada nggak kejadian seperti itu di sekitar kita? Yahhh begitulah kita, manusia, ngga ada benar…! Ujan salah, panas juga salah…

Yahhhh, begitulah kita manusia yang kurang bersyukur. Dikasih hujan kita ngeluh dan minta panas, dikasih panas kita juga ngeluh dan minta hujan. Emanglah manusia serba salah.

Saat lagi ujan, kita mengutuk hujan karena hujan bikin rencaa jadi kacau dan terganggu. Kita menyalahkan hujan. Padahal kan bias aja kita menyiasatinya biar ujan bukanlah hal yang mengganggu aktifitas kita.

Ya iya sih, Jakarta kalo disiram hujan deres aja selama 2 jam, alamat bakal banjir en jalanan macet parahh. Tapi kan itu bukan karena hujannnya, tapi karena lalu lintas kota Jakarta emang kurang bagus. Mobil pribadi yang semakin menumpuk sementara ukura jalan ga nambah-nambah, jadi ga seimbang pertumbuhan kendaraan dengan jalan. Belum lagi pula prilaku buruk saat berkendaraan, asal kita duluan ga mikir orang lain lagi deh yang pada akhirnya membuat jalanan makin macet.

Daftar berikutnya penyebab banjir adalah drainase Jakarta yang emang luar biasa parahnya! Ga sesuai daya curah air hujan dengan daya tampung saluran air. Ya udah air bakal nyari sendiri salurannya yang sesuai dengan sifat, yaitu ‘mengalir’. Aliran yang tidak pada tempatnya inilah yang kita sebut dengan banjir. Jadi bukan hujannya yang bukan bajir kan???

Saat hujan ini kita merindukan panas….^__^

Bagaimana dengan sat panas…????

Begitu panas menerpa bumi, kita seriiingggg banget mengeluh karena membuat kita sakit pala-lah, bikin kulit perih lah, mata silaulah dank alit terbakar dan segala macamnyalahhh.

Emang sih, nggak enak banget jalan saat lagi panas, tapi kan kita bias menyiasatinya dengan membawa payung kemana-mana untuk mengurangi efek panas ini di diri kita.

Yahhh, begitulah kita manusia, emang nggak bisa bersyukur, semuanya serba salah….

Advertisements

11 comments

  1. manusia selalu ngikutin nafsunya, makanya ga puas-puas…yayaya namanya manusia dan selalu berlindung di balik kata “wajar dong kalau g puas2 lah gw cuma manusia biasa”… :))

    hemm nendang banget tulisanmu First! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s