Budaya Indonesia Versus Budaya Korea : Part 2

1. Salim.

Salim adalah tradisi mencium atau menempelkan tangan punggung orang tua atau guru atau orang yang lebih dewasa yang sangat dihormati ke dahi atau jidat orang yang memberi salim ketika hendak bepergian atau saat bertemu.

Seorang anak yang ketika hendak berangkat sekolah atau juga saat pulang sekolah selalu salim pada orangtua atau kakek neneknya atau juga om tantenya, adalah salah satu budaya kesopanan bagi sebahagian kita orang Indonesia. Begitu juga terhadap guru baik di sekolah ataupun bertemu di jalan, seorang murid pasti melakukan yang namanya salim iini. Kalau seorang murid tidak salim terhadap gurunya makanya sang murid tersebut dipandang tidak punya sopan santun.

Di Korea, seorang anak ketika hendak berangkat ke sekolah atau pergi dari rumah, mereka cukup bilang, annyonghi gyeseyo…! (안녕햐 계세요). Maka si orangtua cukup bilang annyong…! (안녕). Tentu sangat berbeda sekali dengan kita orang Indonesia.

Kebetulan gue kenal seorang orang Korea sangat sukaaaaaa dan senaaaaaaggg banget dengan cara salim orang Indonesia ini. Saya memanggilnya dengan miss Hyung. Dia adalah seorang volounteer yang mengajar bahasa Korea yang sangat senang banget ketika sebahagian mahasiswanya menyalimi dia. Perasaannya jadi membuncah dan dia seperti orang yang sangat dihormati dan dimuliakan sebagai seorang guru.

“Sonsengnim senang banget kalau ada yang salim sama sonsengnim, rasanya sejuuuuk di hati” katanya antusias dan takjub ketika bercerita sambul tanganya menempel di dadanya.

Saking pengennya dia mendapat salim, dia sengaja memberi permen pada anak ibu kosnya yang berumur 3 tahun. Permen tersebut ada 5 biji. Dia memanggil si anak ibu Kos yang bernama Daffa, tapi karena orang Korea nggak bias bilang huruf F maka yang terdengar adalah huruf P, kayak orang Sunda getolahhh.

“Dappa…, Dappa mau permen?” tanya miss Hyung.
“Mau…!” jawab Daffa.
“Coba hitung, permennya ada berapa?” tanya miss Hyung lagi. Daffa menghitung ada 5 biki permen, maka ia jawab 5.
“Jadi Dappa salim 5 kali ya…!” kata miss Hyung ke Daffa. Daffa mengangguk dan kemudian Daffa menyalimi miss Hyung sebanyak 5 kali, hahhahaha

Asli, gue dan teman-teman yang lainnya ngakak abis dengar cerita Miss Hyung yang ‘haus’ disalimi (bukan dizalimi lho) ini.

2.   Cipika-cipiki.

Ini cerita lain tentang perbedaan orang Korea dengan kita orang Indonesia. Orang Korea ketika hendak bertemu atau berpisah cukup mengucapkan annyonghaseyo (안녕히 가세요 ~ selamat jalan), annyeonghi gyeseyo (안녕히 계세요 ~ selamat tinggal), atau annyong (안녕 ~ Daahhhh) saja. Ga perlu yang namanya cipika-cipikian alias cium pipi kiri pipi kanan.

Beda dengan kebanyakan kita orang Indonesia, kalau bertemu atau berpisah sudah terbiasa dengan yang namanya cipika-cipikian tersebut.

Suatu kali, gue ketemu sama dua orang kenalan orang Korea, yang sudah sering bertemu dan berinteraksi walaupun nggak terlalu akrab. Karena sudah terbiasa yang namaya cipika cipikian sama teman-teman cewek setiap kali bertemu ata berpisah, maka dengan entengnya gue melakukan hal sama pada orang Korea ini. Gue lupa kalau mereka tidak terbiasa dengan yang namanya cipika cipian tersebut.

Otomatis gue merasa ada usaha penolakan dari si orang Korea, sepertinya dia menarik kepalanya ke belakang, hahahhahahah (kasian deh gue).
Nantinya, beberapa lama kemudian, ketika kita membahas soal budaya, dia bahaslah kalau tentang masalah perbedaan budaya ini, termasuk cipika-cipikia, hehhehehehe –> kacawwww dehhh…

3. Bertanggung Jawab.

Orang Korea kalau menerima tanggung jawab, benar-benar menerima tanggung jawab tersebut dengan sepenuh hati. Kalau kita orang Indonesia lagi flu sedikit aja udah bisa menjadi alasan untuk ngga masuk kuliah atau kerja. Beda dengan orang Korea, flu bukanlah alasan untuk nggak kerja kecuali kalau sudah harus sudah ada ultimatum bed rest dari dokter. Bahkan misalnya, semalam baru habis mabok berat, tapi tetap berangkat kerja tepat waktu, ngga ngaret walaupun mata kebuka cuma 5 watt doang, mereka kerja.

Mereka juga nggak ada yang namanya pulang atau kelar sebelum jam kerja usai. Itu emang terbukti dengan orang Korea yang kekenal. Nggak pernah yang namanya kelar semenitpun dari jam usainya kerja dia. Hebatttttt dahhhhhhhhhh

So, kapan kita bisa seperti itu ya………….?????

35 thoughts on “Budaya Indonesia Versus Budaya Korea : Part 2

  1. pantesan donghae oppa walau kyaknya capek tetep jalanin tanggungjawab untuk show dan promosi album *tau dari mana coba donghae capek?? hahaha tepok-tepok jidat*

    tanggungjawab itu yang harus jadi contoh ya first, percuma kalo salim sana-sini tapi tanggungjawab sbg anak ga kita lakukan hehe.
    pengen kenal sama miss hyung…^_*

  2. Pingback: 인도네시아어를 공부합니다 ~ 1 과 : 문자 (PELAJARAN 1 : ABJAD) | Firsty Chrysant

  3. Pingback: Restoran Korea ~ Daebak Fan Resto Margonda Depok | Firsty Chrysant

  4. Pingback: Selamat Datang 어서 오세요 | Firsty Chrysant

  5. Pingback: Mimpi Apa Aku Sampai Harus Ngeliat Cowok Bugil????? *Arrrrrggggg | Firsty Chrysant

  6. Pingback: Mau Mandi Susu? NO WAY…!!! Kapok Gue!!! | Firsty Chrysant

  7. Pingback: Gini Nih Kalo Ga Punya Malu : Nyante Aje Bugil di Depan Orang Lain…:( | Firsty Chrysant

  8. Pingback: Halan Halan ke Kebun Raya Cibodas Puncak | Firsty Chrysant

  9. Pingback: Orang Korea Petama Yang Gue Liat Pake Jilbab : Cakep Boooooo (내가 처음 질밥을 입는 한국 사람을 봄… : 아주 예뻐…)F | Firsty Chrysant

  10. Pingback: Han Ryu (한류) ~ Korean Wave : 난 한국을 좋아해요 ^__^ | Firsty Chrysant

  11. Pingback: SEOYE (서예) ~ SENI MENULIS INDAH (KALIGRAFI) KOREA | Firsty Chrysant

  12. Pingback: Orang Korea Petama Yang Gue Liat Pake Jilbab : Cakep Boooooo (내가 처음 질밥을 입는 한국 사람을 봄… : 아주 예뻐…)F | Firsty Chrysant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s